Dalam menghadapi Pemilu Pilpres 2024, semua kubu tim relawan diminta untuk waspada terhadap potensi tindakan bandit yang dapat mengarah pada kecurangan pemilu. Beberapa pengamat telah mencatat kemungkinan adanya perilaku bandit yang berencana untuk memanipulasi hasil suara guna memastikan kemenangan satu kali putaran bagi pasangan calon tertentu pada tahun 2024.
Meskipun ada pandangan bahwa dugaan adanya bandit pemilu hanyalah prediksi, namun diksi-diksi yang digunakan mencerminkan realitas gejala kecurangan. Informasi yang digunakan sebagai dasar prediksi ini berasal dari sumber berita yang dapat dipercaya, sehingga prediksi tersebut didasarkan pada fakta, data empirik, dan analisis, bukan hanya apriori semata.
Salah satu contoh kecurangan yang diangkat adalah terkait pemilu pilpres di Taipei, Taiwan, yang dilaksanakan pada 2023 dan dinyatakan tidak sah oleh KPU. Presiden Jokowi memberikan klarifikasi terkait pengiriman kertas pemilu ke Taipei, namun masih terdapat pertanyaan publik terkait waktu pengiriman dan penghitungan suara yang dilakukan lebih awal.
Sumber berita lainnya yang mencuat adalah terkait kertas bodong pemilu 2024. Jumlah suara yang sebelumnya diinformasikan sebagai 52 juta suara ternyata hanya 1,2 juta suara, menurut KPU.
Dengan latar belakang ini, tim kemenangan dari semua kubu, khususnya Tim Nas AMIN, Tim 01 Anies – Gus Imin, dan Tim 02 serta 03, diimbau untuk menjaga dengan hati-hati perolehan suara dan mewaspadai potensi aksi bandit. Keberhasilan dalam mengawasi dan memastikan keberlangsungan pemilu yang jujur dan adil sangat penting untuk menjaga integritas hasil pemilihan.
Dalam konteks ini, ditekankan perlunya koordinasi antara tim relawan, tim kemenangan, dan masyarakat umum pendukung masing-masing kontestan capres. Pengawasan yang ketat terhadap perolehan suara di seluruh wilayah TPS, dari Sabang hingga Merauke, menjadi kunci untuk menjaga keadilan pemilu.
Terutama, Tim Nas AMIN atau pasangan kontestan 01 diingatkan untuk lebih berhati-hati dan waspada mengingat agenda perubahan yang mereka bawa serta komitmen untuk menghindari praktik kecurangan yang dapat merugikan proses pemilu. Dengan demikian, diharapkan Pemilu Pilpres 2024 dapat berlangsung secara jujur dan JURDIL.
Solo, Sabtu, 27 Januari 2024


























