• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Yang Terlindas dan Tertindas

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
August 29, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Yang Terlindas dan Tertindas
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Hanya ada satu pesan: cooling down! Baik untuk polisi maupun demonstran.

Ya, cooling down atau proses pendinginan secara bertahap, dari intensitas tinggi ke intensitas rendah.

Pasalnya, seorang korban, Affan Kurniawan, sudah jatuh. Jangan sampai jatuh korban-korban lain seperti pada peristiwa 13, 14 dan 15 Mei 1998 yang kemudian memicu amuk massa.

Affan adalah pengemudi ojek online (ojol) yang entah kenapa tiba-tiba terlindas oleh kendaraan taktis (rantis) yang dikemudikan personel Brimob di Pejompongan, tak jauh dari titik konsentrasi demonstrasi massa menuntut pembubaran DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Affan tewas. Massa, termasuk rekan-rekan Affan sesama pengemudi ojok kemudian menggeruduk Markas Komando (Mako) Brimob di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam hingga Jumat (29/8/2025) dini hari.

Sebenarnya bukan kali ini saja komunitas ojol ikut berdemonstrasi. Sebelum-sebelumnya juga pernah. Bahkan ada aksi demo khusus komunitas ojol yang menuntut keadilan terhadap perusahaan mitranya. Mereka merasa tertindas dengan bagi hasil yang tak adil.

Kini, mereka dan juga demonstran lain juga merasa tertindas oleh pemerintah yang seenaknya menaikkan tarif pajak, menaikkan tunjangan DPR, tidak bisa mengendalikan harga barang dan sebagainya, sehingga mereka pun menuntut pembubaran DPR.

Ironisnya, ketika ada tuntutan pembubaran DPR, para wakil rakyat bukannya berkaca dan introspeksi, mereka justru asyik joget-joget saat Sidang Tahunan MPR, 15 Agustus lalu.

Dan ini yang lebih tragis: Ahmad Sahroni, anggota DPR dari Partai Nasdem menyatakan mereka yang menuntut pembubaran DPR adalah orang paling tolol sedunia.

Sebenarnya rakyat tidak tolol atau bodoh-bodoh amat. Mereka sadar bahwa DPR tidak bisa dibubarkan, karena keberadaannya merupakan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Rakyat cuma meluapkan emosi sesaat karena melihat DPR sudah jauh dari rakyat. Di saat rakyat menderita karena beban ekonomi yang kian sarat: susah cari kerja, banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan harga barang-barang kebutuhan pokok melambung tinggi, DPR sama sekali tak punya empati. Mereka menyetujui tunjungan perumahan Rp50 juta per bulan per anggota DPR. Para wakil rakyat juga joget-joget saat sidang.

Semua itu, plus komentar tolol Sahroni ternyata menjadi semacam bahan bakar yang menyalakan semangat para demonstran. Anarkisme pun tak terelkkan. Baik saat demo di depan Gedung DPR pada 25 Agustus 2025 maupun 28 Agustus 2025.

Arab Spring

Tewasnya Affan Kurniawan yang menjadi martir dalam aksi demonstrasi menuntut pembubaran DPR tak bisa dianggap enteng. Jika Polri salah menangani, kematian Affan akan menyulut perlawanan yang jauh lebih besar.

Hal ini pun mengingatkan kita akan fenomena Arab Spring yang terjadi di negara-negara Arab tahun 2010 lalu.

Dikutip dari sebuah sumber, Jumat (29/8/2025), Arab Spring dipicu oleh kematian Mohammed Bouazizi, seorang pedagang kaki lima di Tunisia yang membakar diri pada 17 Desember 2010 sebagai bentuk protes terhadap perlakuan buruk dan korupsi pemerintah.

Aksi ini menyulut demonstrasi besar-besaran yang kemudian menyebar ke negara-negara Arab lainnya, menuntut perubahan politik dan sosial serta pemerintahan yang lebih demokratis dan meningkatnya kesejahteraan.

Bouazizi adalah seorang pedagang buah dan sayur yang gerobaknya disita oleh polisi tanpa izin, dan ia mengalami pelecehan serta tamparan dari seorang polisi wanita.

Ia kemudian mencoba mengajukan pengaduan di gedung pemerintah, tetapi dihalangi.

Setelah mengalami perlakuan tersebut, Bouazizi kembali ke gedung pemerintah dan melakukan aksi bakar diri sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilainya korup dan otoriter.

Aksi bakar diri Bouazizi menjadi viral dan memicu kemarahan publik serta simpati dari masyarakat Tunisia yang sudah lama merasakan ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Gelombang protes dan unjuk rasa menyebar ke seluruh wilayah Tunisia, berujung pada penggulingan Presiden Zine El Abidine bin Ali yang telah berkuasa selama puluhan tahun.

Keberhasilan gerakan di Tunisia menginspirasi gerakan serupa di negara-negara Arab lainnya seperti Mesir, Libya, Suriah, dan Yaman, yang juga menuntut perubahan terhadap rezim otoriter mereka.

Apakah kematian Affan Kurniawan akan seperti Bouazizi yang memicu perlawanan rakyat terhadap pemerintahnya?

Semoga tidak. Sebab itu, semua pihak harus “cooling down”. Demonstran harus cooling down. Polisi harus cooling down. DPR juga harus cooling down. Polisi dan DPR jangan arogan.

Jika tidak, gerakan Reformasi 1998 bisa jadi terulang. Reformasi 1998 juga dipicu oleh kematian sejumlah mahasiswa yang berdemonstrasi menuntut penghapusan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan lengsernya Presiden Soeharto dengan rezim Orde Baru-nya.

Jika Polri dan pemerintah salah mengelola tuntutan masyarakat yang sudah di ambang frustrasi ini, karena kondisi ekonomi kian sulit, bukan tidak mungkin peristiwa kerusuhan 1998 akan kembali terulang di Jakarta.

Sebab itu, proses hukum personel Brimob yang sengaja atau tidak sengaja telah melindas Affan Kurniawan hingga tewas. Bahkan kalau perlu, Komandan Brimob, Kapolda Metro Jaya hingga Kapolri mundur.

Nasdem juga harus me-recall (menarik kembali) Ahmad Sahroni dari DPR. Sebab, pernyataan Bendahara Umum Nasdem itu telah menjadi semacam bahan bakar yang menyalakan api semangat para demonstran.

Jika tidak, bisa jadi tuntutan demonstran akan lebih tinggi lagi: Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus mundur!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

RENUNGAN PADA HUT RI KE-80

Next Post

Dari KM 50 ke Jalanan: Jejak Darah dan Luka di Tangan Polisi

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Dari KM 50 ke Jalanan: Jejak Darah dan Luka di Tangan Polisi

Dari KM 50 ke Jalanan: Jejak Darah dan Luka di Tangan Polisi

Rantis Lindas Pendemo, Prabowo Diminta Evaluasi Kapolri

Rantis Lindas Pendemo, Prabowo Diminta Evaluasi Kapolri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...