• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

RENUNGAN PADA HUT RI KE-80

fusilat by fusilat
August 29, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Yus Dharman, SH., MM., M.Kn
Advokat / Ketua Dewan Pengawas FAPRI
(Forum Advokat & Pengacara Republik Indonesia)

Jakarta, 29 Agustus 2025Republik Indonesia yang merdeka pada tahun 1945 kini telah berusia 80 tahun. Usia ini lebih tua empat tahun dari Republik Rakyat Tiongkok yang berdiri pada 1949, dan dua puluh tahun lebih tua dari Singapura yang merdeka pada 1965. Namun, jika kita membandingkan pencapaian kedua negara tersebut dengan Indonesia, ibarat langit dan bumi. RRT dan Singapura telah menjelma menjadi negara maju, sementara Indonesia seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur setelah era reformasi. Ironisnya, masih ada warga negara yang menderita stunting alias kekurangan gizi.

1. Penegakan Hukum Amburadul
Hukum di Indonesia ibarat pedang bermata tumpul ke atas, tajam ke bawah. Hal ini membuat kepatuhan masyarakat terhadap hukum kacau dari lapisan atas hingga bawah. Banyak warga lebih takut kepada aparat penegak hukum daripada kepada hukum itu sendiri, karena sebagian aparat justru menjadikan pelanggaran sebagai “objek bisnis”, membiarkan pelanggaran agar tercipta ruang transaksional.

2. Korupsi Merajalela
Korupsi yang merupakan extraordinary crime meluas di berbagai tingkat pemerintahan dan lembaga publik. Akibatnya, dana pembangunan yang seharusnya untuk infrastruktur, pangan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat disalahgunakan. Jika tidak segera diberantas, korupsi akan terus menjadi penghambat terbesar bagi kemajuan bangsa.

3. Birokrasi Berbelit dan Data Statistik Dipoles
Prosedur birokrasi dan perizinan yang rumit memperlambat investasi dan pembangunan. Ironisnya, demi pencitraan, diduga terjadi rekayasa data di Badan Pusat Statistik (BPS) terkait angka pengangguran, PDB, hingga jumlah rakyat miskin. Praktik manipulasi statistik seperti ini pernah terjadi di Argentina dan Yunani, dan berujung pada krisis ekonomi berkepanjangan. Jika ini dibiarkan, kepercayaan investor terhadap Indonesia akan runtuh.

4. Akses dan Kualitas Pendidikan Tidak Merata
Kesenjangan pendidikan antara kota dan desa membuat anak-anak di daerah terpencil tidak memperoleh hak yang dijamin oleh UUD 1945. Hal ini melahirkan ketimpangan sumber daya manusia dan memperlebar jurang sosial-ekonomi.

5. Ekonomi Ekstraktif dan Kerusakan Lingkungan
Ketergantungan Indonesia pada ekspor komoditas mentah seperti batu bara, sawit, dan mineral menjerumuskan kita pada jebakan ekonomi ekstraktif. Eksploitasi tanpa kendali menimbulkan deforestasi, polusi, dan kerusakan lingkungan yang berpotensi menciptakan bencana alam dan kemanusiaan di masa depan. Perekonomian pun rentan terhadap fluktuasi harga global, sementara industri berbasis teknologi bernilai tambah tinggi tak kunjung berkembang.

6. Infrastruktur dan Transportasi
Di banyak wilayah, infrastruktur dasar masih sangat kurang. Fokus pembangunan seharusnya diarahkan pada moda transportasi kereta api dan kapal laut, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. Dengan demikian biaya logistik dapat ditekan dan keterhubungan antarwilayah meningkat.

7. Kesehatan Publik Terabaikan
Masih banyak warga belum mendapat akses terhadap fasilitas kesehatan memadai, terutama di pedalaman, diperparah dengan minimnya tenaga medis. Akibatnya kualitas hidup dan produktivitas bangsa menurun.

8. Tenaga Kerja Tidak Kompetitif
Rendahnya keterampilan angkatan kerja membuat daya saing tenaga kerja Indonesia lemah, sehingga angka pengangguran tetap tinggi. Sektor informal yang mendominasi pun sering tidak menyediakan jaminan sosial layak.

9. Ketimpangan Sosial dan Politik
Jurang antara si kaya dan si miskin kian menganga. Rasio gaji anggota DPR-RI yang mencapai 27 kali lipat UMR sangat timpang dibandingkan RRT (1,33 kali lipat) dan Singapura (3,7 kali lipat). Ditambah lagi ketimpangan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa, menciptakan ketidakadilan sosial dan menghambat pemerataan kesejahteraan.

10. Politik Dinasti dan Biaya Politik Mahal
Banyaknya partai politik yang disertai biaya politik tinggi justru melahirkan eksklusivitas kelompok dan politik dinasti. Calon pemimpin berkualitas tapi tidak memiliki modal besar dipaksa menggandeng pemodal (bohir), yang kelak menagih balas jasa berupa kebijakan yang sering mengorbankan kepentingan rakyat.

11. Polarisasi Politik Identitas
Agitasi dan propaganda politik identitas menimbulkan polarisasi tajam di masyarakat. Hal ini menciptakan instabilitas sosial dan politik, yang berakibat buruk bagi pembangunan nasional.


Jalan Keluar
Semua hambatan di atas hanya bisa diatasi dengan political will dan keberanian dari Presiden Prabowo. Langkah pertama yang paling fundamental adalah mengembalikan UUD 1945 ke bentuk aslinya, menegakkan supremasi hukum, dan memberantas korupsi secara nyata. Dalam pidato perdananya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi dan penegakan hukum adalah prioritas utama pemerintahannya. Artinya, prinsip equality before the law harus benar-benar berlaku.

Oleh karena itu,
Please, Your Excellency Mr. President Prabowo, work on it now — or never.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hak Rakyat untuk Menuntut Keadilan: Esensi Demokrasi sebagai Distribusi Keadilan

Next Post

Yang Terlindas dan Tertindas

fusilat

fusilat

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Yang Terlindas dan Tertindas

Yang Terlindas dan Tertindas

Dari KM 50 ke Jalanan: Jejak Darah dan Luka di Tangan Polisi

Dari KM 50 ke Jalanan: Jejak Darah dan Luka di Tangan Polisi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...