“Proses tahapan menuju Pilkada baru bisa terlihat nanti setelah Pemilu. Jadi, persiapan kami, baik untuk Pilkada DKI maupaun Pilkada seluruh Indonesia, kami baru bisa ketahui jumlah kursi berapa, calon-calon yang berpotensi siapa saja itu setelah hasil Pemilu,” ungkap Dave
Jakarta – Fusilatnews – Selain Ridwan Kamil alias Kang Emil dan Erwin Aksa , Golkar juga mempertimbangkan satu nama lagi yakni Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar untuk diusung menjadi DKI 1.
“Pasti akan kita pertimbangkan (ketiga nama tersebut),” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Dave Laksono, Kamis (21/9).
Selain itu Dave mengungkapkan bahwa pihaknya belum sama sekali mempersiapkan untuk pemilihan kepada daerah (Pilkada) DKI Jakarta mendatang.
Karena saat ini Partai Golkar yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju masih sibuk memenangkan Ketua Umum Gerindra menuju RI 1.
“Proses tahapan menuju Pilkada baru bisa terlihat nanti setelah Pemilu. Jadi, persiapan kami, baik untuk Pilkada DKI maupaun Pilkada seluruh Indonesia, kami baru bisa ketahui jumlah kursi berapa, calon-calon yang berpotensi siapa saja itu setelah hasil Pemilu,” ungkap Dave.
Diberitakan sebelumnya, Dave memastikan bahwa Ridwan Kamil tidak disodorkan untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.
Dave menyatakan, nama yang diusulkan Golkar untuk menjadi pendamping Prabowo Subianto adalah Ketua Umum Airlangga Hartarto.
“Saat ini untuk calon wakil presiden sesuai dengan kebijakan Partai Golkar itu hanya Pak Airlangga Hartarto, jadi enggak usah dikembangin ke sana ke mari lagi,” kata Dave di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (16/9).
Dia menambahkan, sejauh ini Ridwan Kamil disiapkan untuk berlaga di pemilihan gubernur DKI Jakarta atau Jawa Barat tahun depan.
Namun, ia tidak memungkiri bahwa sikap Golkar tersebut dapat berubah mengikuti dinamika politik. “Belum ada pembahasan ke arah sana (Ridwan Kamil jadi cawapres), akan tetapi politik ini kan cair,” ujar dia.