Hanggoro mengklaim perolehan suara ini juga didapat dari tambahan suara potensial cawapres masing-masing calon. Potensial tambahan suara dari Gibran minimal berasal dari tiga segmen yakni pertama pemilih di Jawa Tengah 13,39 persen, pemilih millennial 48,5 persen. Dan ketiga, pemilih yang puas terhadap Jokowi 70–80 persen.
Jakarta – Fusilatnews – Survei LSI Denny JA pada 4-12 September 2023 mengklaim bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming unggul di tiga provinsi dengan pemilih suara terbesar yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan Banten.
Prabowo unggul di Jawa Barat dengan 56,5 persen, Jawa Timur dengan 44,1 persen, dan Banten dengan 42,1 persen. Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud unggul di dua provinsi terbesar yakni Jawa Tengah dengan 73,3 persen dan Sumatera Utara 62 persen.
“Jadi Prabowo-Gibran di tiga provinsi dan Ganjar-Mahfud di dua provinsi,” ujar Peneliti LSI Denny JA Hanggoro Doso Pamungkas dalam keterangannya, Selasa (24/10/).
Lima provinsi memiliki basis pemilih besar masing-masing Jawa Barat yakni 17,5 persen dari suara nasional, Jawa Timur 16,3 persen, Jawa Tengah 15 persen, Sumatera Utara 5 persen dan Banten sebanyak 3,8 persen.
Jika berdasarkan pulau, keunggulan Prabowo-Gibran didapat dari empat teritori yakni Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku-Papua. Sementara, Ganjar Mahfud unggul di dua terotori yakni Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
Hanggoro mengklaim perolehan suara ini juga didapat dari tambahan suara potensial cawapres masing-masing calon. Potensial tambahan suara dari Gibran minimal berasal dari tiga segmen yakni pertama pemilih di Jawa Tengah 13,39 persen, pemilih millennial 48,5 persen. Dan ketiga, pemilih yang puas terhadap Jokowi 70–80 persen.
“Dari Mahfud MD, tambahan suara potensial minimal berasal dari dua segmen masyarakat. Pertama pemilih NU dengan populasi sekitar 50 persen. Kedua, pemilih militan anti korupsi yang jumlahnya sekitar 10 persen,” ujarnya.
Survei LSI Denny JA ini dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung menggunakan kuesioner ke 1.200 responden selama 4 September-12 September 2023. Margin of error dari survei ini sebesar 2,9 persen.
Perlu diketahui Hasil survey LSI secara empiris punya reputasi yang kurang baik dalam membuat prediksi kemenangan Paslon
Sebagai contoh dalam pilkada di DKI 2017 lalu, LSI dalam serangkaian aktifitas survei mereka, memprediksi kemenangan Ahok dan Anies akan dikalahkan. secara telak
Faktanya hasil survei mereka terbukti bodong karena hasil real count KPU menunjukkan hasil sebaliknya. Anies menang dan Ahok kalah telak dalam pilgub DKI 2017 lalu

























