• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Agama Bukan Dagangan: Melawan Manipulasi Dakwah yang Menyesatkan

Ali Syarief by Ali Syarief
April 18, 2025
in Crime, Feature, Spiritual
0
Yusuf Mansur Bungkam Saat Diklarifikasi Soal Dugaan Modus Penipuan Wirda Mansur
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di zaman ini, ketika segala sesuatu bisa dijual, agama pun tak luput dari godaan komersialisasi. Ironisnya, pelakunya bukan orang-orang asing terhadap ajaran agama itu sendiri, melainkan mereka yang mengaku sebagai juru dakwah, ustad, bahkan pendeta. Dengan ayat dan dalil di ujung lidah, mereka menjajakan surga, menawarkan keberkahan dengan cara transaksional, dan membungkus kepentingan pribadi dengan kemasan ilahiah.

Salah satu nama yang tak asing adalah Yusuf Mansur. Ia bukan hanya berdakwah soal keutamaan sedekah, tapi menjadikannya seolah-olah seperti produk investasi. Jamaah didorong menyetor uang dengan janji bahwa Allah akan “mengganti” dalam jumlah berlipat ganda. Sedekah berubah menjadi sistem MLM spiritual. Ayat-ayat suci pun diseret ke dalam logika pasar: siapa menyetor paling banyak, akan untung paling banyak. Maka tak heran, ajaran tentang ikhlas dan ridha bergeser jadi motivasi mengejar rezeki cepat.

Padahal, ajaran semacam ini sangat jauh dari teladan Nabi Muhammad saw. Rasulullah tidak pernah menjadikan dakwah sebagai ladang bisnis. Dalam banyak riwayat, Nabi bahkan menolak hadiah dan sedekah yang bermotif duniawi. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus bukan untuk meminta harta kalian, tapi untuk mengajarkan kepada kalian agama yang lurus.”

Nabi juga hidup dalam kesederhanaan. Beliau tak pernah mengumpulkan harta dari para sahabat dengan janji bahwa harta itu akan membuat mereka kaya secara instan. Bahkan ketika beliau wafat, baju perangnya masih tergadai pada seorang Yahudi karena untuk membeli makanan keluarganya.

Mereka yang hari ini mengklaim berdakwah tapi sebenarnya membangun bisnis pribadi sejatinya sedang memanipulasi agama. Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah sudah mengingatkan bahaya orang-orang seperti ini:

“Dan janganlah kamu menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah. Hanya kepada-Kulah kamu harus bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 41)

Ayat ini bukan hanya sindiran, melainkan teguran keras bagi mereka yang menggunakan ayat suci demi keuntungan dunia. Apalagi ketika dakwah dijadikan komoditas, dan jamaah dijadikan konsumen tetap.

Kondisi ini semakin parah karena sebagian masyarakat justru menyambut baik gaya dakwah semacam itu. Masyarakat yang miskin secara ekonomi dan pengetahuan agama mudah tergiur dengan narasi “keajaiban sedekah”, testimoni fiktif, dan kisah-kisah dramatis. Kita lebih percaya pada cerita seorang ustad kaya yang katanya dulunya miskin dan rajin sedekah, daripada mendalami makna sedekah itu sendiri dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Padahal, Allah tidak pernah menjanjikan sedekah sebagai alat pengganda harta. Allah menjanjikan ketenangan, keberkahan, dan ampunan. Bukan saldo rekening.

Lebih menyedihkan lagi, sebagian dari mereka membangun yayasan-yayasan yang tak jelas laporan keuangannya, menggiring jamaah menjadi pelanggan tetap, bahkan tak segan-segan menipu atas nama agama. Modusnya beragam: investasi bodong, patungan usaha syariah, proyek pembangunan masjid, hingga wakaf fiktif. Semua dikemas dalam label Islami. Padahal Rasulullah telah memperingatkan:

“Barang siapa menipu kami, maka ia bukan bagian dari golongan kami.”
(HR. Muslim)

Kita, sebagai umat, tak boleh terus-menerus menjadi korban. Beragama harus dengan akal sehat. Jangan semua yang membawa dalil langsung kita telan mentah-mentah. Islam tidak anti kekayaan, tapi Islam sangat mengecam orang yang memperalat agama demi kekayaan.

Sudah saatnya kita lebih kritis dalam memilih sumber dakwah. Jangan percaya hanya karena seseorang viral di media sosial, punya ribuan pengikut, atau sering muncul di televisi. Ukur mereka dengan akhlaknya, integritasnya, dan komitmennya terhadap kebenaran.

Agama bukan dagangan. Iman bukan transaksi. Dan Tuhan bukan bank.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Durna dalam Bayang Jokowi: Ketika Legitimasi Disembunyikan, Anak Bangsa Bertikai

Next Post

Dugaan Penyanderaan Eggi Sudjana oleh Penyidik Harus Dijawab Terbuka

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!
Feature

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Feature

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026
Next Post
Catatan Pendek “Saya Bangga Bersahabat dengan Eggi Sudjana”

Dugaan Penyanderaan Eggi Sudjana oleh Penyidik Harus Dijawab Terbuka

Polisi Diserang Warga Saat Tangkap Ketua Ormas di Depok, Tiga Mobil Diamuk Massa

Polisi Diserang Warga Saat Tangkap Ketua Ormas di Depok, Tiga Mobil Diamuk Massa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist