Jakarta, FusilatNews – Politisi Partai Golkar yang juga anggota DPR Komisi II, Dr. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, memproklamasikan pendirian forum diskusi bertajuk Politics & Colleagues Breakfast menjelang salat Jumat pada Jumat (28/2). Forum ini akan diselenggarakan setiap bulan, tepatnya pada Jumat pukul 08.00 WIB.
Forum ini lahir dari ide Zaenal, seorang konsultan politik berpengalaman, yang dibantu oleh Ari dalam perumusannya. Politics & Colleagues Breakfast diharapkan menjadi ruang bebas bagi berbagai pihak untuk berdiskusi tentang politik, baik isu ringan maupun berat, dengan semangat adu gagasan yang konstruktif. Forum ini juga melibatkan media sebagai bagian dari perjuangan menciptakan demokrasi yang lebih substansial dan berkeadilan, sejalan dengan cita-cita mewujudkan masyarakat Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur.
Dalam diskusi perdana, forum ini menyoroti dinamika politik terkini, terutama putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemilihan ulang di sejumlah daerah. Putusan tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait ketidakpastian hukum akibat pelanggaran dalam pencalonan kepala daerah oleh penyelenggara pemilu. Akibatnya, sebanyak 15 kepala daerah harus kembali bertarung dalam pemilihan ulang, yang berdampak pada penggunaan anggaran negara.
Sebagai bagian dari peluncuran forum ini, dilakukan pula bedah buku Kaca Mata Doli Kurnia karya Ahmad Doli Kurnia, yang mengupas berbagai isu politik aktual. Buku ini diperkenalkan oleh Dr. Siti Zuhro dan Dr. Alfan Alfian sebagai pengantar diskusi.
Diskusi pertama ini menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Prof. Dr. Siti Zuhro, Prof. Burhanudin Muhtadi, dan Dr. Alfan Alfian. Dengan Zaenal sebagai moderator, diskusi berjalan dinamis, membahas berbagai permasalahan politik, termasuk peran MK yang dianggap semakin menjadi alat kekuatan politik dengan sistem yang berubah-ubah dan tidak konsisten dengan sejarah reformasi.
Dalam forum tersebut, muncul gagasan bahwa sistem kepartaian perlu diperbaiki melalui pendekatan akademis. Reformasi yang telah berjalan lebih dari dua dekade dinilai mengalami stagnasi, bahkan semakin jauh dari harapan awal. Oleh karena itu, ada urgensi untuk memperjelas sistem pemerintahan, termasuk batasan dua periode kepemimpinan agar tidak lagi menjadi perdebatan di MK.
Acara yang semula dijadwalkan selesai pukul 11.00 WIB berlangsung lebih lama dari perkiraan, hingga dikhawatirkan mengganggu persiapan peserta untuk menjalankan salat Jumat, terutama bagi yang harus mencari masjid yang lebih jauh.
Dengan lahirnya Politics & Colleagues Breakfast, diharapkan diskusi politik yang lebih substansial dan konstruktif dapat terus berkembang untuk memperjuangkan kepentingan demokrasi yang lebih baik bagi Indonesia.





















