• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

SELAMAT TINGGAL IMPOR BERAS

by
February 28, 2025
in Economy, Feature
0
“DEMURRAGE” BERAS BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Kemauan politik Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih untuk menyetop impor beras mulai tahun 2025, bisa saja menimbulkan beragam tafsir dari masyarakat. Ada warga bangsa yang merasa bangga dengan pengumuman Pemerintah tersebut, namun di sisi lain, ada juga warga bangsa yang was-was sekiranya produksi beras dalam negeri anjlok karena berbagai kendala yang menghadangnya.

Pengumuman Pemerintah penyetopan impor beras ditengah produksi beras nasional yang sedang berada dalam kondisi tidak baik-baik saja, tentu mengandung banyak resiko yang harus dihadapi. Mengapa disebut sedang tidak baik-baik saja ? Pertama, karena produksi beras secara nasional untuk tahun 2024 sedang melorot dan jauh dari apa yang ditargetkan.

Kedua, impor beras yang dilakukan Pemerintah tahun 2024 pun menunjukan angka yang cukup fantastis. Impor beras diatas 4 juta ton, benar-benar sangat memilukan. Kalau produksi beras nasional sekitar 31 juta ton dan impor beras yang ditempuh diatas 4 juta ton, maka kesimpulannya, impor beras yang dilakukan jauh melewati angka 10 %.

Menggunakan ukuran Badan Pangan Dunia (FAO), bila suatu bangsa menempuh kebijakan impor beras diatas 10 % dari jumlah produksi nasionalnya, maka secara otomatis suasana tersebut merontokan atribut swasembada beras yang disandangnya. Artinya, Indonesia tidak berhak lagi menyatakan sebagai bangsa yang berswasembada beras.

Anjloknya produksi dan membengkaknya impor beras dalam kurun waktu yang berbarengan, memberi kesan kepada kita, bahwa perberasan nasional masih menghadapi kedaruratan cukup serius. Yang menarik untuk dicermati, dalam suasana yang demikian, ternyata Pemerintah membuat pengumuman yang cukup kontroversial : Indonesia akan menghentikan impor beras !

Hal inilah sebetulnya yang penting untuk dibincangkan. Penyetopan impor beras ketika situasi perberasan nasional sedang terpuruk, jelas bukan langkah yang tepat. Apalagi jika hal ini dikaitkan dengan kehadiran beras impor dalam memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Beras impor inilah yang menjadi dewa penolong Pemerintah demi kelangsungan hidup warga bangsanya.

Artinya, kalau saat itu tanpa ada impor beras, dari mana lagi bangsa ini akan mampu mengokohkan cadangan beras Pemerintah dan memberi bantuan langsung beras kepada 22 juta rumah tangga penerima manfaat tersebut, padahal hasil produksi beras dalam negeri yang tahun lalu sebesar 30,41 juta ton, hanya cukup untuk memenuhi konsumsi masyarakat yang membutuhkan beras sekitar 31 juta ton.

Solusi jangka pendek yang dapat dipilih untuk menyelamatkan situasi perberasan nasional, ya hanya dengan impor beras. Pemerintah betul-betul sangat mengandalkan impor beras. Untungnya, negara-negara produsen beras dunia, seperti Thailand, Vietnam, India dan lain-lain masih membuka kran ekspor berasnya, sehingga dapat menutupi kebutuhan beras dalam negeri.

Impor beras sendiri, di negara kita bukanlan kebijakan yang diharamkan. Tidak ada satu pun regulasi yang melarangnya. Dalam dunia perdagangan internasional, impor dan ekspor sebuah komoditas, merupakan hal yang biasa ditempuh. Jika kita kekurangan komoditas tertentu, jalan keluarnya ya impor. Namun jika berlebih, selama hitungannya membsri untuk, maka solusinya ekspor.

Catatan kritisnya adalah ada apa sebetulnya dengan impor beras, seolah-olah sebagian besar warga bangsa sering mempersoalkannya ? Jawabannya penting, mengingat ada pandangan yang menyatakan “betapa ironisnya sebuah bangsa yang memiliki sumberdaya pertanian cukup berlimpah, kok bisa-bisanya dituntut untuk melakukan impor beras. ?

Impor beras di negeri ini sering diistilahkan dengan “dibemci tapi direstui”. Dibenci karena dalam pelaksanaannya cenderung mengundang masalah, dan direstui, karena Pemerintah tidak mungkin akan menolaknya. Bahkan tanpa ditempuhnya kebijakan impor beras, bisa jadi nasib dan kehidupan sebagian warga bangsa, bakal terganggu.

Sebagai semangat mewujudkan kemandirian pangan, kebijakan menghentikan impor beras, bisa dianggap sebagai upaya nyata agar bangsa ini mampu terbebaskan dari ketergantungannya terhadap impor. Kita ingin agar impor beras hanya tampil sebagai pelengkap, bukan sebagai kebutuhan yang setiap tahun mesti ditempuh.

Yang jadi pertanyaan adalah apakah pengumuman penyetopan impor beras yang dilakukan Pemerintah tatkala bangsa ini tengah menghadapi anjloknya produksi beras secara nasional dan membengkaknya angka impor beras, merupakan tindakan yang bijaksana ? Inilah sesungguhnya masalah serius yang butuh pendalaman lebih lanjut.

Penghentian impor beras oleh Pemerintah, jelas membuat bangga masyarakat. Sebagai bangsa yang pernah memproklamirkan swasembada beras, suatu hal yang memalukan bila Indonesia kembali jadi importir beras yang cukup besar. Mungkin saja, pengumuman Pemerintah yang menyatakan mulai tahun ini, kita tidak impor beras, pada dasarnya merupakan “tebusan” atas impor beras 4 juta ton yang ditempuh tahun lalu.

Akhirnya, sebagai penurup uraian singkat ini, mari kita ucapkan Selamat Tinggal Impor Beras ! (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ahmad Doli Kurnia Tanjung Proklamasikan Forum Diskusi “Politics & Colleagues Breakfast”

Next Post

Dewan Guru Besar UI: “Desertasi Bahlil Harus DiBatalkan”

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Dewan Guru Besar UI: “Desertasi Bahlil Harus DiBatalkan”

Dewan Guru Besar UI: "Desertasi Bahlil Harus DiBatalkan"

Dukungan Demo “Indonesia Gelap” Kini Datang dari Australia

Dukungan Demo "Indonesia Gelap" Kini Datang dari Australia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...