• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Akankah Indonesia Menjadi Lebih Baik Bersama Presiden Prabowo?

Refleksi Kritis dari Warisan Jokowi dan Janji Paradox Indonesia

Ali Syarief by Ali Syarief
July 26, 2025
in Feature, Politik
0
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Transisi kekuasaan dari Joko Widodo kepada Prabowo Subianto telah resmi berlangsung. Namun alih-alih menyambut optimisme, pertanyaan kritis justru mencuat di ruang publik: Akankah Indonesia menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan Prabowo? Pertanyaan ini tidak lahir dari ruang kosong, melainkan tumbuh dari kekecewaan mendalam atas janji-janji manis yang dilontarkan di awal pemerintahan Jokowi, yang ternyata justru berujung pada kemunduran demokrasi, kemandekan ekonomi, dan bobolnya penegakan hukum.

Kini publik menatap Prabowo, bukan sekadar sebagai penerus kekuasaan, melainkan juga sebagai penulis buku Paradox Indonesia—sebuah karya yang memuat kritik tajam terhadap berbagai ironi dan ketimpangan di negeri ini. Dalam bukunya, Prabowo menyebut Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam, namun rakyatnya tetap miskin. Ia bicara tentang elite yang korup, hukum yang tumpul ke atas, dan ekonomi yang dikuasai segelintir orang. Ironisnya, kini ia justru mewarisi sistem yang banyak ia kritik sendiri.


Warisan Jokowi: Realitas yang Melenceng dari Narasi

Jokowi pernah dielu-elukan sebagai harapan rakyat kecil. Namun dalam dua periode pemerintahannya, ia justru menghadirkan sebuah paradoks baru. Demokrasi yang semula diharapkan tumbuh subur malah berubah menjadi demokrasi prosedural yang penuh manipulasi. Oposisi dibungkam, media dikendalikan secara halus, dan aparat penegak hukum sering menjadi alat kekuasaan. Bahkan Mahkamah Konstitusi pun menjadi sorotan setelah kasus kontroversial terkait syarat usia calon presiden—yang dinilai sarat kepentingan pribadi dan keluarga.

Di bidang ekonomi, janji pertumbuhan dan kesejahteraan tidak sepenuhnya terealisasi. Pemerintah terlalu terobsesi pada proyek mercusuar seperti IKN, sementara kemiskinan, pengangguran, ketimpangan wilayah, dan ketergantungan pada impor masih membelenggu. Hal ini sejalan dengan kritik dalam Paradox Indonesia yang menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan bermakna tanpa pemerataan dan kedaulatan ekonomi.


Prabowo: Antara Janji Paradox dan Kenyataan Kekuasaan

Prabowo kini berada di posisi paling strategis untuk membuktikan gagasannya sendiri. Jika dalam Paradox Indonesia ia mengidentifikasi akar persoalan bangsa sebagai masalah sistemik dan struktural yang dipelihara oleh elite penguasa, maka kini ia menjadi bagian dari elite tersebut.

Pertanyaannya: akankah Prabowo tetap konsisten dengan kritik dan visi besar yang ia tulis sendiri, atau akan larut dalam kompromi politik dan pragmatisme kekuasaan?

Tanda tanya itu semakin besar ketika melihat koalisi besar yang menopangnya—koalisi yang juga menaungi tokoh-tokoh yang pernah ia kritik. Bahkan, kehadiran Gibran sebagai wakil presiden, yang diduga kuat lahir dari rekayasa politik hukum, menambah kompleksitas dinamika kekuasaannya.


Misi Berat: Menjawab Paradox yang Ia Ciptakan Sendiri

Jika Prabowo benar-benar ingin membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, maka ia harus menjawab paradoks-paradoks yang ia tulis sendiri:

  1. Paradoks Kedaulatan Ekonomi vs Ketergantungan Global
    Prabowo harus berani keluar dari jebakan ekonomi liberal yang memanjakan investor asing dan justru menekan pelaku lokal. Visi ekonomi berdikari yang ia gadang-gadang dalam bukunya harus tercermin dalam kebijakan riil, bukan hanya pidato.
  2. Paradoks Hukum dan Keadilan Sosial
    Jika hukum hanya tajam ke bawah, maka janji keadilan sosial tinggal slogan. Prabowo harus membuktikan bahwa ia tak akan membiarkan penegak hukum tunduk pada kepentingan politik atau korporasi. Bebaskan KPK dari jerat politisasi, dan hentikan kriminalisasi terhadap aktivis dan pembela HAM.
  3. Paradoks Demokrasi Prosedural vs Demokrasi Substansial
    Demokrasi bukan sekadar pemilu lima tahunan. Ia harus menjamin kebebasan berekspresi, ruang oposisi yang sehat, dan media yang bebas dari tekanan. Prabowo harus memutus mata rantai otoritarianisme gaya baru yang berkembang selama satu dekade terakhir.

Kesimpulan: Dari Buku ke Bukti Nyata

Paradox Indonesia adalah karya penting yang menggambarkan dengan jelas kebobrokan sistemik bangsa ini. Namun kini, Prabowo bukan lagi sekadar penulis. Ia adalah aktor utama di atas panggung sejarah. Ujian terbesar bagi seorang pemimpin bukanlah saat ia mengkritik, melainkan saat ia memegang kekuasaan: apakah ia akan setia pada nilai-nilai yang ia perjuangkan, atau justru menjadi bagian dari masalah itu sendiri.

Indonesia bisa menjadi lebih baik—tetapi tidak otomatis karena sosok Prabowo. Kebaikan itu hanya akan terwujud jika janji-janji dalam Paradox Indonesia tidak sekadar menjadi literatur kampanye, melainkan kompas moral dan arah kebijakan yang konkret. Dan tentu saja, kunci dari semua itu tetap berada di tangan rakyat: untuk terus mengawasi, mengingatkan, dan jika perlu—melawan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Komjak Lembaga Pengawas, Bukan Jubir Jaksa

Next Post

Studi Kasus Jokowi – Rasa Malu Itu Lebih Gatal Dari Kurap Yang Tak Mau Sembuh

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Studi Kasus Jokowi – Rasa Malu Itu Lebih Gatal Dari Kurap Yang Tak Mau Sembuh

Studi Kasus Jokowi - Rasa Malu Itu Lebih Gatal Dari Kurap Yang Tak Mau Sembuh

Istana Bantah Ada Pertemuan Jokowi dan SBY di GBK Senayan

"Orang Besar” dalam Siluet Jokowi itu Menurut Silvester adalah SBY!?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist