• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

AMANAH PEMBUKAAN UUD 1945 DALAM MEMILIH CALON PRESIDEN AGAR TIDAK MEMBOHONGI, MEMBODOHI, MERESAHKAN, YANG AKHIRNYA MENYENGSARAKAN RAKYAT

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
November 27, 2022
in Feature
0
AMANAH PEMBUKAAN UUD 1945 DALAM MEMILIH CALON PRESIDEN AGAR TIDAK MEMBOHONGI, MEMBODOHI, MERESAHKAN, YANG AKHIRNYA MENYENGSARAKAN RAKYAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh. Muhammad Yamin Nasution – Pemerhati Hukum

Presiden Jokowi menghadiri acara Nusantara Bersatu yang digelar sejumlah relawan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).  Dalam pidatonya Jokowi mengatakan:

“Konsekuensi ke depan pemimpin seperi apa yang kita cari? Hati-hati, saya titip hati-hati, pilih pemimpin yang ngerti apa yang dirasakan rakyat, setuju?”

Lebih lanjut Presiden mengatakan:

“Ciri-ciri pemimpin yang memikirkan rakyat memiliki banyak keriput pada wajahnya dan berambut putih. Menurut Jokowi, ciri-ciri itu dia ketahui karena sudah lama menjabat sebagai presiden. Kalau wajah cling (mulus) dan bersih, tidak ada kerutan di wajah, hati-hati. Lihat rambutnya, kalau putih semua, ini mikirin rakyat ini,”

Dampak dari acara dan pidato presiden tersebut menuai banyak reaksi publik,  dimana berdasarkan pernyataan Menpora sebelumnya bahwa GBK tidak dapat digunakan untuk apapun, bahkan baru bisa digunakan ketika penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Selanjutnya perihal dana yang digunakan yang dimana jumlahnya cukup fantastis ditengah susahnya rakyat, tingginya tingkat PHK, belum bencana yang benar-benar baru terjadi di Cianjur.

Terlepas dari semua kontroversi diatas, dalam konsep komunikasi seorang pemimpin berbicara harus jernih dan memiliki kejelasan (clear and clearity), presiden tidak terlarang bicara satire, terlebih lagi adanya dugaan Presiden mengkampanyekan seseorang yang sering disebut menjadi salah satu kandidat Presiden di 2024.

Tentunya, tidak ada batasan yang ditentukan secara pasti kwalisifikasi apa saja yang harus dimiliki seorang pemimpin khususnya dalam memilih kandidat Presiden masa depan selain dari batatasan yang telah ditentukan oleh UUD-NRI 1944 Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 6A ayat (1), (2), (3), dan ayat (4), serta syarat -syarat lain yang telah ditentukan oleh Pasal 169 huruf r UU No 7 Tahun 2017 yang menyatakan;

“Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat.”

Cara pandang seseorang sangat dipengaruhi pendidikan yang di terima, baik pendidikan formal maupun non-formal. Jamin Soderstom “Qualified President Threshold” (2011) mengatakan bahwa pentingnya syarat kandidat presiden diberikan batasan-batasan yang tinggi, agar potensi orang-orang yang memiliki pengetahuan besar dapat terpilih dan membawa sebuah negara dan bangsa maju dalam kesejahteraan dan peradaban. Dan gaya unik politik kontemporer di tinggalkan, karena menyisakan perpecahan, manipulasi, korup, dan egois (Executive Internasional Leadership Association: Aldo Boitano, Raúl Lagomarsino Dutra, dan H.Eric Schively 2017 : “Breaking Zero Sum Game”). Pemimpin yang memiliki pemikiran-pemikiran besar diharapkan agar dapat terpilih dengan mebawa misi pemenuhan hak-hak sipil.

Apakah benar pemimpin yang perhatian kepada rakyat hanya mereka yang berambut putih atau keriput, seperti ucapan Presiden? Banyak ahli tentang kepemimpinan tentunya tidak ada yang mengatakan demikian. Sebeut saja John Maxwell, Florence Swanson, Kris Peterson, Joseph O’Connor, Jean Lipmann Bluman dan banyak yang lainnya tidak satupun ahli secara global yang menggaitkan dengan fisik. Alm. Ir. Seoakarno seorang yang parlente, nemuin ketika dia berbicara, masyarakat global dapat tunduk padanya, Alm. Gusdur orang yang sangat di akui bahkan beliau diingat oleh masyarakat Cuba, alm Soeharto juga tak kalah pentingnya diakui internasional, Bj. Habibie diakui dunia kecerdasannya, Megawati, dan Bapak SBY juga sangat diakui secara internasional.

Satuhal yang dapat kita pelajari dari presiden – presiden sembelumnya dan dikaitkan dengan pandangan akademis para ahli kepemimpinan dunia, syarat presiden paling utama adalah memiliki kejelasan, dalam arti; jelas asal usulnya bagaimana dia dibesarkan, jelas pendidikannya, sebab pendidikan akan berpengaruh dengan pengetahuannya, semakin banyak pengetahuan seorang pemimpin maka semakin memungkinkan dapat lebih mudah mendeteksi permasalahan – permasalahan bangsa, pengetahuan ketatanegaraan seseorang hanya didapat lewat pendidikan yang memiliki kejelasan.

Mari kita bongkar kira – kira pesan apa yang tersirat pada alenia pertama pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan :

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Bila saya menafsirkan alenia pertama pembukaan UUD 1944 diatas adalah amanah para pejuang bangsa bagi seluruh rakyat Indonesia dalam hal memilih pemimpin presiden Indoesia, yaitu:

  • Bahwa masyarakat Indonesia harus kandidat pemimpin yang memiliki kwalisifikasi yang baik.
  • Memilih pemimpin yang memiliki kemampuan komunikasi yang berstandar internasional, hanya dengan komunikasi yang baik seorang pemimpin dapat menundukkan lobi – lobi politik internasional.
  • Tidak memilih berdasarkan fisik, ras, dan kecintaan semata.

Dapat dipahami bahwa antara kepemimpinan dan pemerintah terlihat satu kesatuan, pada dasarnya berbeda. Pemimpin adalah berkaitan dengan kepribadian dan karakter pemimpin itu sendiri, dibutuhkan kemampuan berbicara, dalam negosiasi untuk membuat suatu kebijakan, dimana dalam kebijakan pemerintah ada aktor-aktor besae politik dan swasta yang juga ikut andil dalam pembahasan sebelum menetapkan suatu kebijakan. Janji-janji kampanye seorang kandidat menjadi dasar RPJM, apabila seorang pemimpin gagal menaklukkan para aktor-aktor politik, tentunya tidak ada output (janji-janji tidak terlaksana) (David Easton : Political System). Begitu pula bila seorang pemimpin tidak memilki kemampuan politik internasional maka seluruh bentuk kerja sama global akan merugikan rakyat secara nasional.

Kesimpulan bahwa, dalam memilih pemimpin tidaklah terletak pada fisik luar (looks), tinggi, tampan, rambut putih, dan/atau memilki kriput. Masyarakat harus diajarkan bahwa dalam memilih presiden harus melihat dengan benar, latar belakang (jejak digital) seorang kandidat presiden, misi seorang yang calon yang harus dapat di uji, tidak memilih yang menggunakan m, dan menawarkan uang (money politik), karena setiap kandidat tentunya akan menyampaikan hal-hal besar dan mulia, namun bila dengan cara menyogok tentunya bertentagan dengan konsep mulia yang disampaikan. Setidaknya ada dua hal dampak buruk bila memilih berdasarkan, fisik dan money politik, pertama; kandidat tersebut orang yang buruk, kedua;  kandidat tersebut tidak akan mementingkan pemilihnya setelah terpilih.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kontradiktif, Kuburan Rakyat Korban Bencana Belum Kering, Jokowi Sudah Berpesta dengan Relawan

Next Post

Rakyat China Ngamuk, Semarak Ketoka-kota Lain menyebar ke seluruh China Protes Zero-COVID

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Rakyat China Ngamuk, Semarak Ketoka-kota Lain menyebar ke seluruh China Protes Zero-COVID

Rakyat China Ngamuk, Semarak Ketoka-kota Lain menyebar ke seluruh China Protes Zero-COVID

Kim: Korea Utara Ingin Memiliki Kekuatan Nuklir terkuat di Dunia

Kim: Korea Utara Ingin Memiliki Kekuatan Nuklir terkuat di Dunia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist