• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Anak-anak Bangsa Durhaka

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
February 22, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Anak-anak Bangsa Durhaka
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Penerima Beasiswa Supersemar di UNS

Jakarta – Kacang lupa kulitnya. Habis manis sepah dibuang. Si Malin Kundang.

Entah ungkapan negatif apa lagi yang patut disematkan kepada Dwi Sasetyaningtyas. Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan ini dengan bangganya memposting paspor Inggris milik anak keduanya disertai keterangan, “Cukup saya yang WNI, anak-anak jangan.”

Ya, Tyas lebih bangga anaknya menjadi Warga Negara Inggris daripada Warga Negara Indonesia (WNI) seperti dirinya.

Bangga dengan Inggris, yang pernah menjajah Indonesia, boleh. Tapi melecehkan negaranya, jangan. Apalagi Indonesia sudah memberikan beasiswa untuknya bersekolah di Inggris.

Bahkan bukan hanya dirinya, suaminya, AP juga mendapatkan beasiswa yang sama dari Kementerian Keuangan. AP bahkan disebut belum menyelesaikan kontribusinya kepada Indonesia. AP pun terancam sanksi untuk mengembalikan seluruh nominal beasiswa LPDP itu kepada negara.

Fenomena Gunung Es

Tyas hanya fenomena gunung es di lautan, di mana yang tampak di permukaan hanya puncaknya yang kecil, sementara badan dan akar gunung yang jauh lebih besar di dalam lautan tak kelihatan. Sebab, banyak awardee atau penerima beasiswa LPDP yang ternyata menjadi anak bangsa durhaka. Ada ratusan alumni penerima beasiswa LPDP yang menolak kembali ke Indonesia untuk mengabdikan diri kepada negara dalam kurun waktu tertentu.

Akhirnya mereka banyak yang dikenai sanksi untuk mengembalikan seluruh dana yang sudah mereka terima. Tapi sanksi ini tidak berat-berat amat. Sebab setelah mereka bekerja di luar negeri dengan gaji standar dolar, maka akan dengan mudah mengembalikan dana itu. Akibatnya, beasiswa LPDP pun menjadi semacam dana pinjaman lunak tanpa bunga.

Padahal, banyak para penerima beasiswa itu yang saat mengajukan permohonan seolah ngemis-ngemis. Begitu sudah lulus dan dapat pekerjaan bagus, mereka “say goodbye” kepada Indonesia. Seperti kacang lupa kulitnya. Habis manis sepah dibuang. Seperti Si Malin Kundang yang durhaka kepada ibunya.

Tyas boleh kesal terhadap pemerintah. Karena para pejabatnya memang banyak yang brengsek. Lihat saja kasus korupsi di negeri ini.

Akan tetapi, tidak suka kepada pemerintah bukan berarti harus melecehkan, menghina atau merendahkan martabat Indonesia sebagai negara. Right or wrong is our country.

Kini, Tyas sudah minta maaf. Kita pun memaafkannya sebagai sesama manusia yang merupakan tempat salah dan lupa.

Tapi kita tidak akan melupakan apa yang telah dilakukan Tyas. Apalagi jika nanti perbuatannya itu diulangi lagi. Plus, AP suami Tyas belum menunaikan kontribusinya kepada Indonesia.

Kalau nanti perbuatan Tyas berulang, dan suaminya pun tidak menuntaskan kewajibannya selaku penerima beasiswa LPDP kepada negara, maka dengan senang hati bangsa ini akan merelakan Tyas dan keluarganya menjadi WNA, entah Inggris atau pun mana saja.

Bahkan kalau perlu cabut saja paspornya. Orang yang sudah melecehkan dah merendahkan martabat Indonesia tak pantas lagi jadi WNI.

Pesan ini bukan hanya perlu disampaikan kepada Tyas dan keluarganya, tetapi juga kepada seluruh awardee beasiswa LPDP, terutama yang tidak mau kembali ke Tanah Air. Apalagi yang telah melecehkan Indonesia seperti Tyas.

Mereka adalah anak-anak bangsa durhaka. Maka tak pantas lagi menggenggam paspor Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Karpet Merah untuk Paman Sam, “Wassalam” untuk Label Halal?

Next Post

Bila Pelobi Karen Brooks Bisa Menginap di Hambalang — Maka Itu Artinya Proyeknya Terkabul

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Bila Pelobi Karen Brooks Bisa Menginap di Hambalang — Maka Itu Artinya Proyeknya Terkabul

Bila Pelobi Karen Brooks Bisa Menginap di Hambalang — Maka Itu Artinya Proyeknya Terkabul

I’tikaf, Laboratorium, dan Amanah Peradaban

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...