• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

I’tikaf, Laboratorium, dan Amanah Peradaban

fusilat by fusilat
February 23, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Senja turun perlahan di East Coast, Singapura.
Angin laut berembus tipis.
Di pelataran Masjid Jami’ Siglap, puluhan anak muda melangkah masuk—ransel di punggung, sajadah di tangan.

Usia mereka 18–20 tahun.
Mahasiswa National University of Singapore (NUS).

Mereka datang untuk i’tikaf.

Berbuka bersama.
Shalat berjamaah.
Tadarus.
Qiyamulail.

Lalu berdiam hingga fajar, membersihkan niat di hadapan Allah.

Di antara mereka ada dua pemuda Indonesia, sedikit lebih dewasa. Mereka bukan mahasiswa magister. Keduanya langsung masuk program doktoral setelah lulus sarjana dari ITB—direkomendasikan profesor, direkrut cepat, dan memperoleh beasiswa penuh.

Namun inti kisah ini bukan tentang beasiswa.
Ia tentang amanah.

Di siang hari, mereka meneliti metalurgi—mengembangkan formula material untuk industri strategis global. Riset mereka bersinggungan dengan teknologi pertahanan dan penerbangan. Invensi yang lahir bisa dipatenkan, meski hak patennya menjadi milik universitas.

Di satu sisi, mereka membaca Al-Qur’an.
Di sisi lain, mereka membaca struktur atom.

Masjid dan laboratorium.
Sajadah dan mikroskop.
(Ramadhan dan riset strategis.)

Apakah keduanya bertentangan?
Ataukah justru di sanalah Islam menemukan napas peradabannya?


I’tikaf dan Orientasi Ilmu

I’tikaf bukan pelarian dari dunia.
Ia adalah latihan penyucian orientasi.

Nabi ﷺ menganjurkan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Namun wahyu pertama yang turun bukan perintah beruzlah, melainkan perintah membaca:

Iqra.

Perintah ini mencakup membaca wahyu dan membaca realitas. Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah.

Allah berfirman:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi…”
(QS. Al-Anfal: 60)

Dalam tafsir klasik—termasuk Tafsir Ibn Katsir—kata quwwah dijelaskan sebagai segala bentuk kekuatan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pada masa Nabi, ia berupa kuda dan senjata. Pada masa kini, ia dapat berupa teknologi industri, sains material, sistem pertahanan, energi, hingga kecanggihan digital.

Al-Qur’an tidak membatasi bentuknya.
Ia menegaskan tujuannya: menjaga keberadaan dan martabat umat.

Dan perintah ini bersifat kolektif.


Dari Masjid ke Maqashid

Allah juga berfirman:

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya.”
(QS. Hud: 61)

Memakmurkan bumi menuntut kompetensi.
Niat baik saja tidak cukup. Ia memerlukan ilmu, riset, dan kerja yang sistemik.

Al-Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din membagi ilmu menjadi fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Ilmu kedokteran, matematika, dan keterampilan duniawi termasuk fardhu kifayah—karena kehidupan manusia tidak tegak tanpanya. Jika tidak ada yang mempelajarinya, seluruh masyarakat menanggung dosa.

Asy-Syathibi dalam Al-Muwafaqat menjelaskan maqashid syariah: menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Menjaga jiwa memerlukan ilmu kesehatan. Menjaga harta memerlukan ekonomi. Menjaga keamanan menuntut teknologi.

Kaidah fikih menyatakan:

Ma la yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib.
Apa yang tidak sempurna kewajiban kecuali dengannya, maka ia menjadi wajib.

Menjaga eksistensi umat adalah wajib.
Jika pada suatu masa eksistensi itu mensyaratkan penguasaan sains tertentu, maka penguasaan tersebut berstatus fardhu kifayah.

Namun perlu ditegaskan:
Tidak semua cabang sains otomatis menjadi wajib. Status itu bergantung pada kebutuhan riil umat dan ketiadaan ahli yang memadai. Jika telah dipenuhi oleh sebagian yang kompeten, gugurlah kewajiban dari yang lain. Di sinilah keseimbangan fikih bekerja.


Keahlian dan Otoritas Duniawi

Ketika para sahabat keliru dalam teknik penyerbukan kurma, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.”
(HR. Muslim)

Hadits ini bukan pemisahan agama dan dunia, melainkan pengakuan terhadap otoritas keahlian empiris. Islam tidak anti sains.
Islam anti kesombongan ilmu.

Ibadah meluruskan niat.
Sains menuntut integritas data.
Keduanya bertemu dalam amanah.


I’tikaf Tanpa Peradaban?

Bayangkan jika seluruh pemuda hanya tekun berdiam di masjid, tetapi tak ada yang masuk fakultas teknik, kedokteran, energi, pangan, atau teknologi digital. Apakah itu kesalehan—atau justru kelalaian kolektif?

Sebaliknya, bayangkan generasi unggul yang hanya mengejar laboratorium tanpa ruh spiritual. Teknologi mungkin lahir, tetapi kehilangan arah moral.

Peradaban besar selalu lahir dari pertemuan dua kekuatan:
hati yang tunduk dan akal yang bekerja.


Tantangan Ekosistem dan Brain Drain

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah ini:
Apakah negeri ini siap menampung dan memuliakan talenta unggulnya?

Tanpa ekosistem riset yang sehat, tata kelola yang adil, dan jejaring kolaborasi global yang kuat, sumber daya unggul bisa tergerus atau tersisih. Brain drain bukan sekadar isu ekonomi. Ia adalah persoalan amanah kolektif.

Fardhu kifayah tidak hanya melekat pada individu yang belajar.
Ia juga melekat pada sistem yang wajib menopang mereka.


Kesimpulan

Mencari ilmu sains dan teknologi memiliki dasar syar’i yang kuat melalui:

  • Perintah menyiapkan kekuatan (QS. Al-Anfal: 60)
  • Perintah memakmurkan bumi (QS. Hud: 61)
  • Hadits tentang otoritas urusan dunia
  • Kaidah fikih ma la yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib
  • Ijtihad ulama klasik seperti Al-Ghazali dan Asy-Syathibi

Dalam konteks kebutuhan strategis umat, penguasaan sains tertentu dapat berstatus fardhu kifayah. Jika tidak ada yang menunaikannya, dosa kolektif mengancam. Jika telah dipenuhi oleh sebagian yang kompeten, gugurlah kewajiban dari yang lain.

I’tikaf dan inovasi bukan dua kutub yang bertentangan.
Keduanya adalah dua sayap peradaban.


Saran

Pertama, dorong generasi muda menguasai ilmu strategis dengan niat ibadah dan orientasi maslahat—bukan semata ambisi karier.
Kedua, negara dan institusi pendidikan perlu membangun ekosistem riset yang adil, berintegritas, dan visioner agar talenta unggul tidak tercerabut dari tanah airnya.
Ketiga, masjid dan kampus perlu saling mendekat. Masjid membentuk karakter dan akhlak. Kampus membentuk kompetensi dan kapasitas. Integrasi keduanya melahirkan ilmuwan yang amanah dan ahli ibadah yang visioner.
Keempat, jejaring internasional harus dikelola dengan kecerdasan strategis agar kolaborasi global menjadi jalan kemandirian, bukan ketergantungan.

Dua mahasiswa itu mungkin tidak berdiri di mimbar.
Namun mereka sedang menunaikan bagian dari amanah sejarah.

Siapa tahu, dari sajadah Ramadhan dan laboratorium riset itu lahir generasi ilmuwan yang tunduk kepada Allah dan tajam dalam akal—membawa bangsa ini lebih adil, kuat, dan bermartabat.

Peradaban sering dimulai dari hati yang bersih.
Lalu diterjemahkan oleh akal yang bekerja.


Referensi * Al-Qur’an (QS. Al-Anfal: 60; QS. Hud: 61; QS. Al-‘Alaq: 1–5) * Shahih Bukhari – Kitab Al-I’tikaf * Shahih Muslim – Hadits tentang urusan dunia * Tafsir Ibn Katsir * Al-Ghazali, Ihya Ulum al-Din * Asy-Syathibi, Al-Muwafaqat

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bila Pelobi Karen Brooks Bisa Menginap di Hambalang — Maka Itu Artinya Proyeknya Terkabul

Next Post

PANGAN ISTIMEWA ATAU RETORIKA BELAKA? Catatan Kritis atas RKPD Jawa Barat 2026

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

PANGAN ISTIMEWA ATAU RETORIKA BELAKA? Catatan Kritis atas RKPD Jawa Barat 2026

Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Dari Makabe ke Gaza: Mitologi Sejarah untuk Membenarkan Perang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...