• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home daerah

PANGAN ISTIMEWA ATAU RETORIKA BELAKA? Catatan Kritis atas RKPD Jawa Barat 2026

fusilat by fusilat
February 23, 2026
in daerah, Feature
0
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Sesungguhnya, banyak hal mendasar yang perlu dikritisi bila kita mencermati RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Dalam konteks pembangunan pangan, misalnya, dokumen perencanaan ini belum sepenuhnya mampu menampilkan paradigma pembangunan pangan sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Harmoni antara swasembada, ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan belum tampil sebagai isu strategis yang digarap secara serius. Padahal, ketika Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030 mengusung visi “Pangan Istimewa”, seharusnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan paradigma baru dalam memandang relasi antara pangan dan pertanian.

Di sinilah urgensi integrasi kebijakan pangan menemukan relevansinya. Salah satu tujuan utama integrasi tersebut adalah mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional. Ini bukan perkara sepele, mengingat Jawa Barat selama ini dikenal sebagai lumbung padi nasional, dengan kontribusi sekitar 17 persen produksi beras nasional.

Swasembada pangan sejatinya bukan isu baru bagi Jawa Barat. Namun harus diakui secara jujur, tidak semua komoditas pangan strategis berhasil diswasembadakan. Kedelai adalah contoh paling nyata. Betapapun Pemerintah Provinsi Jawa Barat “jujungkelan” menggenjot produksi kedelai, berbagai upaya yang dilakukan kerap terasa seperti mengecat langit: penuh semangat, tetapi jauh dari hasil yang nyata.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas daging sapi. Gagasan swasembada daging sapi masih lebih sering hadir sebagai slogan ketimbang realitas. Faktanya, kebutuhan dalam negeri tetap ditutup melalui impor. Dengan pendekatan matematis sederhana, selama kedelai dan daging sapi belum swasembada, maka klaim swasembada pangan belum layak diproklamasikan.

Sebagai provinsi penghasil beras utama, Jawa Barat memang selalu menempatkan komoditas padi sebagai perhatian sentral. Kontribusi besar terhadap produksi nasional menjadikan setiap gubernur di Jawa Barat nyaris mustahil mengabaikan isu perberasan.

Dalam konteks ini, Dedi Mulyadi (KDM), yang mendapat amanah memimpin Jawa Barat lima tahun ke depan, dikenal sebagai figur yang memiliki keberpihakan kuat terhadap sektor pertanian. Rekam jejaknya saat menjadi anggota Komisi IV DPR RI, meski relatif singkat, menunjukkan sikap politik yang jelas dan konsisten dalam membela kepentingan pangan dan pertanian dalam arti luas.

KDM juga tercatat sebagai pemimpin yang tidak menoleransi alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian. Di tengah laju alih fungsi lahan dan hutan yang kian membabi buta—bahkan disertai alih kepemilikan—KDM tampak berani “memasang badan” untuk menghadangnya.

Bagi Jawa Barat, alih fungsi lahan pertanian dan hutan layak disebut sebagai musuh tersembunyi. Ancaman ini setiap saat dapat melahirkan bencana ekologis sekaligus tragedi kemanusiaan. Karena itu, tidak mengherankan bila banyak pemangku kepentingan memberikan dukungan positif terhadap sikap tegas KDM dalam isu ini.

Padahal, secara regulatif, negara sesungguhnya telah cukup lengkap. UU No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) telah lahir sejak sekitar 17 tahun lalu, disusul berbagai peraturan daerah serta kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) oleh Kementerian ATR/BPN. Ironisnya, alih fungsi lahan justru kian masif dan nyaris tak terkendali.

Terpilihnya KDM sebagai Gubernur Jawa Barat membangkitkan harapan besar agar sikap politiknya tidak berubah setelah berada di pucuk kekuasaan daerah. Publik menuntut ketegasan nyata terhadap siapa pun yang mencoba mengalihfungsikan lahan pertanian demi kepentingan pribadi dan bisnis semata.

KDM sangat memahami bahwa lahan pertanian pangan—terutama sawah—adalah kekayaan strategis Jawa Barat. Sawah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan investasi kehidupan bagi generasi mendatang. Ketika sawah telah berubah fungsi, pertanyaannya sederhana namun menohok: dari mana anak cucu kita akan memperoleh beras?

Atas dasar itu, sangat logis jika dalam merumuskan kebijakan “Pangan Istimewa”, persoalan alih fungsi dan alih kepemilikan lahan pertanian ditempatkan sebagai prioritas utama. Termasuk di dalamnya pencarian solusi cerdas dan berkeadilan agar lahan petani tidak terus berpindah ke tangan non-petani.

Kini, publik menunggu:
apakah Pangan Istimewa akan menjadi kebijakan substantif, atau sekadar retorika indah dalam dokumen perencanaan?

Mari kita ikuti perkembangannya.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

I’tikaf, Laboratorium, dan Amanah Peradaban

Next Post

Dari Makabe ke Gaza: Mitologi Sejarah untuk Membenarkan Perang

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026
Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Next Post
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas

Dari Makabe ke Gaza: Mitologi Sejarah untuk Membenarkan Perang

Prabowo Tantang Trump: Megaloman Vs Megaloman

Membaca Perjanjian Dagang AS–Indonesia yang Tidak Dibaca Orang - Sanksi, Boeing, Jagung, dan Kedaulatan: 45 Halaman yang Dianggap Sepele

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...