Jakarta-Fusilatnews.– Menjelang 100 hari ke Pemilu 2024, sudah tak terelakan hingar-bingar seluruh Parpol peserta Pemilu dan Pikpres sedang memicu memanaskan mesinnya partai untuk bersiap menghadapi Pilpres 2024.
Pimpinan PKN (Partai Kedaulatan Nusantara) Anas Urbaningrum Tampil dalam acara untuk memperingati 2 tahun milad PKN di markasnya jalan Mangun Sarkoro, Menteng, Jakarta, 28 Oktober 2023 siang.
Dalam Orasinya, Anas mantan Ketua Umum PB HMI Dipo, mengatakan bahwa PKN yunior menyambut Pemilu 2024, namun demikian tidak ikut serta dalam pencapresan. Namun demikian merebut suara dalam Pemilu 24 adalah sebagai mandate dan amanah rakyat melalui DPR dan DPRD.
4 Pilar pokok yang menjadu dasar dalam menghidupkan Demokrasi, PKN menetapkan :
- Mengangkat budaya legenda leluhur sebagai akar sejarah.
- Meriktokratik apreasiasi prestasi non kolusi, kader PKN anti nepotism Mahkamah Keluarga.
- Anti loyalitas buta tapi respek dan disiplin, progresif agar bisa kritik, inovasi non kolusi, nepotisme.
4. Falsafah PKN Perjanjian agung dengan rakyat, kita berlari mendaki bersama rakyat.
Menghindari padat kepentingan sepi gagasan, anti 3 priode, harus cerdas tidak ngepreng, gosting rakyat, aktif dengan rakyat karena akan memungkinkan semua yang besar bisa jadi kecil atau sebaliknya. Kondolidasi internal agar dapat lapak diragam ruang menjadi paling tangguh apa yang tak mungkin /tak bisa.
Partai Kebangkitan Nusantara yang digawangi oleh eks petinggi Demokrat, Anas Urbaningrum, memilih netral. Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional (PKN) Gerry Habel Hukubun mengatakan partainya memutuskan untuk tidak memberikan dukungan secara resmi kepada bakal pasangan capres-cawapres tertentu pada Pilpres 2024.
Gerry mengatakan PKN tidak memiliki kewenangan administratif untuk mengusung bakal pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2024 karena partai politik tersebut baru akan mengikuti pemilu untuk pertama kalinya.
“Pertimbangannya adalah karena kami sebagai partai baru tidak mempunyai kewenangan untuk bisa mengusung capres, melainkan hanya mendukung,” tambahnya.
Sebaliknya, dia menyebut bahwa PKN memutuskan untuk lebih fokus menghadapi Pileg 2024. “Sehingga, kami beranggapan bahwa konsentrasi untuk bisa menghadapi pemilu legislatif akan jauh lebih efektif demi keleluasaan para kader di daerah menentukan sikap mereka sesuai geopolitik mereka, karena kader kami adalah aset dan harta kami yang harus kami dahulukan kepentingan mereka,” kata Gerry.
“Partai politik baru sebagai peserta Pemilu 2024 belum dapat menjadi bagian dari partai politik atau gabungan partai politik yang dapat mengusulkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, karena kan belum punya kursi atau belum punya suara karena belum pernah ikut sebagai peserta pemilu,” kata Hasyim.
Pada Pemilu Serentak 2024, KPU RI mencatat ada empat partai politik baru yang resmi menjadi peserta, yaitu Partai Kebangkitan Nasional (PKN), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Buruh, dan Partai Ummat.
Semua sayap PKN bekerja menang pemilu 2024 dengan pandangan lurus kedepan. Insyalah pada Milad 2 kita panaskan PKN untuk RI berkemajuan.
Hadir antara lain Caleg Mirza Basa, Rambun S, Dia HM.Idris doa, Sekjen Sri Mulyono, Mirwan Amir Bendum, Lukman Malanuang, Ahmad H, Daeng S, G D Pasek. * Mahdi


























