• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Anies Antitesa Jokowi

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
October 18, 2022
in Feature
0
10 Peta Jalan Menyelamatkan Masa Depan Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews- Politikus NasDem Zulfan Lindan menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai antitesis Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan itu dinilai membuat merah telinga koalisi pemerintahan Jokowi. PDI Perjuangan (PDIP) merespons pernyataan Politikus NasDem Zulfan Lindan yang menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan antitesis dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai kalimat itu dapat menimbulkan persoalan tata pemerintahan dan etika politik.
“Jujur saya sangat kaget dengan pernyataan Partai NasDem melalui Pak Zulfan Lindan bahwa Pak Anies merupakan antitesa Pak Jokowi. Ini menimbulkan persoalan tata pemerintahan dan etika politik yang sangat serius,” kata Hasto kepada wartawan, Rabu (12/10/2022).

Menurut Hasto, pernyataan Zulfan merupakan penegasan sikap partai NasDem. Dengan mencalonkan Anis, kata Hasto, NasDem juga menjadi antitesis.

“Antitesa artinya merupakan kondisi yang samasekali berbeda, yang berlawanan 180 derajat dengan kondisi status quo. Antitesa artinya vis a vis, diametral. Jadi secara sadar NasDem melalui pernyataan Pak Zulfan Lindan menegaskan hal tersebut,” kata Hasto.

Strategi politik Nasdem ini sesungguh nya sudah lama kalau kita mengikuti pernyataan politik nya Surya Paloh
Ketika kita berkompetisi (pilpres dan pilkada), wani piro (berani berapa). Saya enggak tahu lembaga pengkajian UI ini sudah mengkaji wani piro itu saya enggak tahu, praktiknya yang saya tahu money is power, bukan akhlak, bukan kepribadian, bukan attitude, bukan juga ilmu pengetahuan. Above all, money is power,” kata Surya Paloh, Surya Paloh mengatakan itu saat memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, yang bertajuk “Tantangan Bangsa Indonesia Kini dan Masa Depan”.

Kalau Lindan Zulfan politikus Nasdem membuat pernyataan Aneis Antitesa Joko Widodo bukan sesuatu yang aneh dan hal biasa saja ,kalau kemudian PDIP lewat Sekjen nya menyatakan kaget itu juga hal biasa begitu juga Golkar menyatakan ernyataan itu Paradox juga tidak perlu di persoalkan .
Justru pernyataan Aneis adalah antitesa dari Jokowi adalah Nasdem mampu mendengar sebahagian besar suara hati nya rakyat Indonesia .
Rakyat sudah gerah dengan keadaan saat ini kehidupan sangat sulit ,barang kebutuhan naik ,BBM naik ,Listrik naik ,gas elpiji naik ,beban biaya hidup semakin berat .

Belum lagi dengan janji janji yang tidak perna terwujud ,keadilan sosial semakin jauh dari Panggang api .demokrasi liberal yang menyuburkan oligarkhy ,hal yang demikian ini rakyat ingin mengadakan perubahan ingin kembali pada UUD 1945 dan Pancasila sebagai antitesis keadaan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini yang didasarkan pada liberalisme, kapitalisme .
Antitesis yang diinginkan rakyat
Janji kampanye tidak bohong belaka antitesa nya di tepati apa yang sudah dijanjikan .

Hukum tidak tebang pilih dan keadilan bisa dijalankan .antitesa nya
Hukum dijalankan dengan adil dan semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum
Ada nya kasus kasus kepolisian yang sema kin berada dititik nadir antitesa nya polisi harus di reformasi disipilkan tidak lagi dibawah presiden dan Brimob digabungkan dengan TNI sebab Brimob sudah menjadi Kombatan .

Sebagian besar pendukung Aneis ingin sebuah perubahan dan Aneis dalam beberapa kesempatan selalu nenginginkan mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tentu saja apa yang sering dikatakan Aneis itu memberikan angin segar bagi rakyat yang ingin kembali pada UUD 1945 dan Pancasila sebab keadilan sosial itu tidak mungkin terwujud manakala diletakan pada sistem liberalisme ,Kapitalisme .
Kita semua tahu bahwa UUD 1945 telah diganti dengan UUD 2002 yang menjadikan negara ini tidak lagi berideologi Pancasila ,sebab ideologi negara berdasarkan Pancasila oleh pendiri negeri ini diuraikan dalam batang tubuh dan penjelasan nya .amandemen telah mengganti ideologi Pancasila dengan Individualisme ,Liberalisme, kapitalisme .
Akibat nya nilai -nilai agama ,nilai nilai moral di hilangkan maka kerusakan moral merambah ke penegak hukum ,pejabat negara ,kepala daerah ,korupsi sudah menjadi sudah menjadi hal yang biasa sistem pemilu yang bebiaya tinggi me ok ahirkan oligarkhy seba ha i bandar untuk calon calon presiden ,gubernur ,walikota ,bupati ,tentu saja semua itu tidak gratis ada konsensi konsensi yang diberikan pada bandar -bandar oligarkhy tersebut jika calon nya menang .apa hutan ,perkebunan ,
pertambangan ,ijin ijin untuk kemudahan menggarong kekayaan ibu Pertiwi .dengan sistem liberal Kapitalis seperti sekarang jangan heran kalau 0,10% orang Indonesia menguasai 80%ekonomi ,0,10% MB enguasai 74% lahan di Indonesia .dengan begitu sangat wajar kalau kemudian sebahagian besar rakyat Indonesia ingin melakukan antitesa terhadap Jokowidodo .

Tidak ada jalan lain kecuali kembali pada uud1945 dan Pancasila sebagai ant ini tesis dari individualisme,Liberalisme ,Kapitalis yang dijalankan dalam pemerintahan Jokowi hari ini .

Ir Prihandoyo Kuswanto
Rumah Pancasila
Halim Perdana Kusuma
Jakarta.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seharusnya Polri Objektif Seperti Lawyer Eggi Sudjana

Next Post

Akhir Tahun 2022 Beberapa Bank Nasional Terancam Turun Status Jadi BPR Jika Tak Penuhi Modal Inti

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Akhir Tahun 2022 Beberapa Bank Nasional Terancam Turun Status Jadi BPR Jika Tak Penuhi Modal Inti

Akhir Tahun 2022 Beberapa Bank Nasional Terancam Turun Status Jadi BPR Jika Tak Penuhi Modal Inti

Bank Indonesia akan Gelar Rapat Dewan Gubernur Diskusikan Kurs Rupiah, inflasi

Bank Indonesia akan Gelar Rapat Dewan Gubernur Diskusikan Kurs Rupiah, inflasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist