Oleh: Damai Hari Lubis-Pengamat Kebijakan Umum Hukum dan Politik
Setelah Prabowo Subianto meneriakkan kalimat “Hidup Jokowi”, Dr. Habib Rizieq Shihab (HRS), salah satu ulama besar di Indonesia, menyampaikan sindiran dalam sebuah majelis taklim. Ia menyoroti kontradiksi antara harapan masyarakat yang menginginkan agar Jokowi diadili atas berbagai kebijakan dan dugaan KKN selama kepemimpinannya, dengan sikap Prabowo yang justru mengelu-elukan Jokowi dalam perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra.
Fenomena ini mempertegas keresahan banyak pihak. Berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dalam aksi-aksinya, menyuarakan tuntutan agar Jokowi diadili. Mereka menilai kondisi negara saat ini semakin tidak kondusif dan menggambarkannya dengan istilah “Indonesia Gelap”, sebuah sindiran tajam terhadap jalannya pemerintahan yang kini dipimpin oleh Presiden Prabowo.
Dalam ceramahnya, seperti lazimnya para ulama, HRS turut mendoakan agar Presiden, Wakil Presiden, serta para pejabat di Kabinet Merah Putih diberikan hidayah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa agar dapat menjalankan tugasnya dengan adil dan bijaksana demi kepentingan agama, negara, dan rakyat Indonesia. Namun, ia juga menegaskan bahwa jika para penguasa bertindak sebaliknya, maka ia berdoa agar mereka dicabut dari kekuasaannya dan digantikan oleh pemimpin yang lebih baik.

























