Jakarta – FusilatNews – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, angkat bicara mengenai penanganan banjir yang melanda ibu kota pada pekan ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk lebih fokus membenahi Kali Ciliwung sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi banjir di wilayah Jakarta.
“Dengan adanya Program Strategis Nasional (PSN) pengendalian banjir, kami akan lebih fokus membenahi Ciliwung,” ujar Rano Karno di Jakarta, Selasa.
Dia menambahkan bahwa pengerukan waduk dan sungai-sungai menjadi bagian dari program 100 hari kerja dirinya bersama Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Rano juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI mendapat kucuran anggaran yang cukup besar dari Pemerintah Pusat untuk mendukung program ini. Namun, ia tidak menyebutkan jumlah anggaran tersebut secara spesifik.
“Pemerintah Pusat juga memahami bahwa bukan berarti DKI tidak mampu, tetapi penyelesaian masalah banjir tidak bisa tuntas dalam satu tahun mengingat anggaran yang terbatas,” jelasnya.
Sementara itu, banjir melanda sejumlah lokasi di Jakarta pada awal pekan ini, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Meluapnya Kali Ciliwung menyebabkan ketinggian air mencapai titik tertinggi di Kelurahan Pejaten Timur, yakni 3,7 meter.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada pukul 03.00 WIB, ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter (cm) hingga yang tertinggi mencapai 120 cm atau 1,2 meter.
“Kemarin banjir terjadi di tengah aliran Ciliwung, kini sudah mulai bergeser ke Depok dan Jakarta Timur. Ini adalah realitas yang kita hadapi, dan karenanya kami harus melakukan langkah antisipasi,” ujar Rano.
Pada Selasa pagi, pria yang akrab disapa Bang Doel ini mengunjungi kawasan terdampak banjir di Jalan Kamboja 1, Cilandak, Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, sekitar 300 warga terdampak banjir. Pemprov DKI pun menyalurkan bantuan seperti terpal, makanan siap saji, handuk, dan kebutuhan lain sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bencana.
“Saya bangga melihat semua dinas terkait bergerak tanpa menunggu instruksi, mengikuti SOP yang ada. Pegang SOP, jangan keluar dari ketentuan hukum agar semua tindakan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Bang Doel.
Ciliwung Meluap, Warga Terpaksa Mengungsi
Permukiman warga di Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, masih terendam banjir setinggi 1 hingga 2 meter pada Selasa pagi akibat luapan Kali Ciliwung. Banjir yang mulai melanda sejak Senin (3/3) dini hari belum juga surut, mengakibatkan aktivitas warga terganggu.
Sejak pukul 08.00 WIB, warga terlihat bolak-balik menyelamatkan pakaian dan dokumen penting mereka ke tempat yang lebih tinggi. Beberapa warga harus menggunakan perahu karet atau baju pelampung untuk mencapai rumah mereka.
“Beginilah kondisinya, kalau mau ke mana-mana harus basah. Yang mau kerja jadi terhambat karena akses keluar sulit, motor pun harus diparkir di tempat lebih tinggi,” kata Ketua RT 12/RW 04, Rukimah (53), saat ditemui di lokasi.
Petugas terus berupaya mengevakuasi warga yang hendak mengungsi maupun yang ingin mengambil barang berharga dari rumah mereka. Tim dari kepolisian dan BPBD setempat bersiaga dengan perahu karet untuk membantu evakuasi warga.
Beberapa warga terdampak telah mengungsi ke SDN 01 Kampung Melayu. Para pengungsi mayoritas terdiri dari ibu-ibu, anak-anak, dan lanjut usia (lansia).
Hujan yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (2/3) menyebabkan peningkatan debit air di Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat. Pada pukul 20.20 WIB, status Bendung Katulampa naik menjadi Siaga 3 (Waspada). Kemudian, pada pukul 20.40 WIB meningkat menjadi Siaga 2, hingga akhirnya Siaga 1 (Bahaya) pada pukul 21.30 WIB.
Status di Pos Pantau Depok juga mengalami peningkatan, dengan Siaga 3 pada pukul 21.40 WIB, Siaga 2 pada pukul 00.00 WIB, dan Siaga 1 (Bahaya) pada pukul 00.30 WIB. Sementara itu, Pos Pantau Angke Hulu berstatus Siaga 3 pada pukul 23.00 WIB, yang turut memicu banjir di beberapa wilayah DKI Jakarta.
Hingga saat ini, tujuh RT di Jakarta Timur masih tergenang banjir, dengan tiga RT di Kelurahan Bidara Cina memiliki ketinggian air 90-100 cm, serta empat RT di Kelurahan Kampung Melayu dengan ketinggian air mencapai 95 cm.

























