• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Apa Pengalaman Gibran Bin Jokowi?

Gibran, bila diibaratkan sebagai petinju, ia baru berada di kelas bulu ringan

Ali Syarief by Ali Syarief
October 22, 2023
in Feature, Politik
0
Apa Pengalaman Gibran Bin Jokowi?
Share on FacebookShare on Twitter

Tulisan ini sebagai ilustrasi apa yang akan dilakukan Gibran, bila suatu saat tertaqdirkan Ia menjadi Presiden – karena satu dan lain hal – Prabowo tidak bisa lagi bekerja.

Sepengetahuan public, Gibran sejak Ia selesai sekolahnya, tak terekam bekerja disebuah perusahaan, kantor atau apapun. Ia tiba-tiba lebih dikenal sebagai Pengusaha Martabak itu. Namun demikian ada pengalaman-pengalaman yang penting untuk kita baca dan tela’ah. Ia mempunyai pengalaman yang unik. Tidak semua orang bisa seperti dia dan adik-adiknya. Ia mempunyai pengalaman khusus mulai usia 18 tahun.

Sejak di Solo, usia 18 tahun, ia menjadi anak Walikota Solo. Dengan penuh kesadaran, saat mulai memasuki usia dewasa, kemewahan dan fasilitas-fasilitas lainnya ternikmatinya selama 8 tahun bersama Ibu dan adik-adiknya.

Kemudian setelah itu berubah. Ia pindah ke Jakarta, lalu tinggal di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta plus dengan segala fasilitas dan privilegenya pula yang melekat dengan jabatan Bapaknya.

Menempati Rumah Dinas di depan taman Suropati itu, hanya dua tahun. Ia kemudian pindah ke Istana Bogor. Ini luar biasa. Ia semakin jauh dari lingkungan rakyat biasa. Semakin terisolir dari lingkungan dan masalah-masalah social. Kemana saja didampingi ajudan security, dst.

Hidup yang seperti Gibran itu, saya kemudian teringat dengan kisah Sidharta Budha Gauthama.

Siddhartha tumbuh dalam kemewahan dalam istana kerajaan. Ia dilindungi dari penderitaan dunia luar dan diselimuti oleh kebahagiaan duniawi.

Siddhartha lahir sebagai putra Raja Suddhodana dan Ratu Maya. Menurut legenda, ketika ia lahir, para astrologer yang memeriksa tanda-tanda astrologis mengatakan bahwa ia bisa menjadi seorang pemimpin dunia atau seorang biksu suci.

Namun, suatu hari Siddhartha memutuskan untuk keluar dari istana. Ia kemudian menjelajahi dunia luar. Selama perjalanan ini, ia pertama kali melihat penderitaan, penyakit, penuaan, dan kematian, yang mengubah pandangan hidupnya secara drastis.

Cerita ini menunjukkan transformasi Siddhartha Gautama dari seorang pangeran yang hidup dalam kemewahan istana menjadi seorang guru spiritual yang mengajar ajaran Buddha kepada dunia. Kisah ini menggambarkan perjalanan menuju pencerahan dan pemahaman yang mendalam tentang sifat penderitaan manusia.

Kembali kesoal Gibran. Ia tidak sempat seperti Budha, hidup mencari pencerahan. Ia harus menjabat sebagai Wali Kota Surakarta yang dilantik pada 26 Februari 2021. Kini menjadi Pejabat public baru 2 tahun.

Akibatnya Sang Gibran, yang disebut sebagai bocah Ingusan oleh Panda Nababan, terlihat ia tidak mengerti harus melakukan apa, ketika ada yang mengadang-gadang mencawapreskan. Ia tidak menyadari dirinya miskin pengalaman hidup. Tidak punya prestasi apapun, selain menjadi anak Jokowi, bahkan bisa menjadi walikota pun karena diset oleh Bapaknya.

Ingat pepatah ini “Qui Ascendit Sine Labore, Descendit Sine Honore”. Seorang yang naik panggung tanpa pesiapan akan turun tanpa kehormatan. Gibran, bila saya ibaratkan sebagai petinju, ia baru berada di kelas bulu ringan. Tetapi Jokowi membiarkanya naik ring untuk tarung melawan petinju kelas berat.

Bila Jokowi ingin melanjutkan anak-anaknya menjadi penerusnya sebagai pimpinnan tertinggi di negeri ini, maka pelajaran yang harus ia tekankan adalah memberikan ilmu memahami kehidupan penderitaan orang-orang yang termarginalkan di negeri ini, mengapa mereka menjadi miskin. Ini masalah kita saat ini, bukan?

Ia tidak mengerti, mengapa kemudian orang-orang menjadi tua, lalu mati. Terus mau apa, cukup sampai dikremasi? Atau di kubur dalam peti mati bertabur emas dan berlian?

Tapi yang diajarkan Jokowi kepada anak-anaknya adalah seperti yang saat ini ia ajarkan, takut kembali menjadi warga dan rakyat biasa, produk dari cara berkuasa yang kemaruk.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ahok tuding Gibran Masih Mentah Belum Teruji

Next Post

Dunia yang Baru Tengah Dibangun

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Next Post
Seharusnya Biaya Minyak Mentah untuk BBM Bisa 500 Perak Seliter

Dunia yang Baru Tengah Dibangun

Banding Jaksa Dicurigai Demi Loloskan Sambo dari Hukuman Mati, TM Mangunsong SH: Banding Hak Jaksa!

Surat Pemberitahuan Penyidikan Terlapor Rocky Gerung diterima Kejagung

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist