Jakarta – Fusilatnews – Usai bertemu bacawapres Ganjar Pranowo mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyesalkan penunjukan Gibran sebagai bacawapres pendamping Prabowo Subianto
Penunjukan wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka dinilai masih mentah dan belum teruji untuk menduduki struktur kepemimpinan nasional
“Yang paling kalau buat saya, dibandingkan Gibran , ya saya pilih Ganjar dan Mahfud. kan sudah teruji,” pendapatnya dalam video itu.
Menurut Ahok, seseorang yang baru dua atau tiga tahun menjabat di pemerintahan belum tterui dan tidak matang
“Ini urusan negara mau jadi presiden lho, kalau Anda belum lengkap, belum pernah di legislatif belum nasional DPR, Anda belum jadi eksekutif di provinsi, anda gak ngerti nanti jadi presiden,” ujarnya.
Ahok berpendapat, menjadi capres atau cawapres bukan belajar coba-coba. Ini adalah negara yang dipertaruhkan. Sebentar lagi, kata Ahok, jumlah penduduk RI mencapai 300 juta jiwa.
Tidak boleh coba-coba, saya tidak meremehkan anak muda ya. Anak muda lebih kreatif gitu ya, tapi bicara tata negara harus ngerti konstitusi,” katanya.
Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok bertemu Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo. Momen pertemuan itu diunggah oleh Ganjar melalui akun Instagram Ganjar Pranowo pada Jumat (20/10).
Terlihat pada unggahan, momen pertemuan antar keduanya seperti dilakukan di sebuah taman kecil. Dua cangkir kopi dan cemilan menemani momen pertemuan mereka.
“Kopi pahit tapi justru membuat obrolan jadi manis. Makasih Bung @basukibtp,” tulis Ganjar pada caption instagram pribadinya @ganjarpranowo yang dikutip Sabtu (21/1) malam
Ahok mengaku sangat mengenal Ganjar. Keduanya bertemu bertahun-tahun lalu saat masih menjadi anggota DPR.
Ahok menilai Ganjar sosok pemberani. dengan masuknya Mahfud MD sebagai pasangan Ganjar di pilres 2024 nanti, Ahok semakin yakin oknum-oknum koruptor tidak akan berani
ReplyForward |
























