SYDNEY, 19 Okt (Reuters) – Menteri pertahanan Australia mengatakan, Lembaga militernya sedang menyelidiki laporan bahwa mantan pilotnya menerima peran pelatihan di China. Sementara Inggris mengatakan pihaknya dapat mengambil tindakan hukum untuk menghentikan pilotnya yang direkrut, dengan alasan keamanan nasional.
Pemerintah Inggris mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya mengambil langkah-langkah untuk menghentikan China yang mencoba merekrut tentara dan mantan pilot militer Inggris untuk melatih angkatan bersenjata China. BBC melaporkan hingga 30 mantan pilot militer telah pergi untuk melatih Tentara Pembebasan Rakyat China.
“Saya akan sangat terkejut dan terganggu mendengar bahwa ada personel yang dibujuk dengana bayaran uang yang besar dari negara asing, di atas melayani kepentingan negara mereka sendiri,” kata Marles dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Pertahanan Inggris menulis di Twitter bahwa pilot Inggris yang terlibat telah diberitahu bahwa mereka mempertaruhkan penuntutan di bawah Undang-Undang Rahasia Resmi, dan RUU keamanan nasional akan memberikan jalan lain untuk penuntutan.
Perusahaan Afrika Selatan, Test Flying Academy of South Africa (TFASA), tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari, apakah mereka telah menyewa pilot Australia untuk bekerja di China.
Persyaratannya termasuk lulus dari sekolah penerbangan uji militer di Amerika Serikat atau Inggris.Iklan itu dikirim ke semua anggota SETP, kata seorang yang berbasis di Australia, yang tidak dapat mengingat tanggalnya.
“Saya tidak tahu siapa saja yang telah pergi, tetapi mereka jelas menargetkan pilot uji Western/Five Eyes,” kata anggota SETP kepada Reuters tanpa menyebut nama, merujuk pada kelompok intelijen Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru dan Amerika Serikat. “Kita semua pergi ke sekolah yang mereka daftarkan.”
TFASA juga menjalankan sekolah penerbangan untuk pilot maskapai penerbangan China di Afrika Selatan sebagai perusahaan patungan dengan salah satu perusahaan penerbangan milik negara terbesar di China, AVIC, menurut situs webnya.
Reuters


























