JAKARTA, 19 Okt (Reuters) – Lebih dari 70 anak di Indonesia meninggal akibat cedera ginjal akut (AKI) sejak Januari tahun ini, kata pejabat kementerian kesehatan, Rabu, saat tim ahli menyelidiki lonjakan kasus tersebut.
Perkembangan itu terjadi ketika pejabat kesehatan di Gambia mengatakan hampir 70 anak meninggal karena AKI setelah meminum sirup parasetamol yang dijual secara lokal yang digunakan untuk mengobati demam.
Kadar dietilen glikol dan etilen glikol yang berlebihan ditemukan dalam empat produk sirup obat batuk buatan Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi, yang dijual di Gambia.
Pejabat di badan obat dan makanan Indonesia, BPOM, mengatakan produk itu tidak tersedia di negara Asia Tenggara, tetapi sejak itu melarang penggunaan bahan dalam semua sirup obat untuk anak-anak.
Pejabat kementerian kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan kementerian telah mengidentifikasi 189 kasus AKI di antara anak-anak Indonesia, sebagian besar berusia di bawah lima tahun, dengan 74 kematian tercatat sejak Januari.
“Belum ada penyebabnya (belum teridentifikasi), kami masih mencarinya,” kata Siti kepada Reuters.
Otoritas kesehatan mengatakan pekan lalu bahwa tim ahli telah dibentuk untuk menyelidiki lonjakan kasus AKI di kalangan anak-anak dan akan terdiri dari perwakilan dari kementerian kesehatan, asosiasi anak Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kementerian kesehatan mengatakan sedang berbicara dengan para ahli dari WHO yang sedang menyelidiki kasus-kasus di Gambia.
Dalam surat kementerian kesehatan tertanggal 18 Oktober, yang dilihat oleh Reuters, kementerian meminta rumah sakit mengumpulkan semua obat-obatan yang diberikan keluarga kepada anak-anak mereka sehingga tes toksikologi dapat dilakukan.
Dalam surat yang sama, kementerian mengatakan ahli kimia harus menghentikan sementara penjualan obat berbasis sirup sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Kementerian kesehatan diharapkan memberikan rincian lebih lanjut pada hari Rabu.
Reuters.


























