• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Surat Dakwaan Enam Terdakwa : Hendra Kurniawan Klaim Ditipu Ferdi Sambo

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
October 19, 2022
in Feature
0
Surat Dakwaan Enam Terdakwa : Hendra Kurniawan Klaim Ditipu Ferdi Sambo
Share on FacebookShare on Twitter

Sidang Perdana Tindak Pidana Obstruction of Justice Kasus Pembunuhan Brigadir J Digelar Rabu ini 19/10/2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).dengan menghadirkan enam terdakwa yaitu Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuk Putranto, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, dan Irfan Widyanto.

Berdasarkan surat dakwaan mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan, mengaku menjadi ‘korban’ tipu muslihat dari Ferdy Sambo untuk menutupi penyebab kematian Brigadir J di rumah dinas di Komplek Polri Duren Tiga 46, Jumat (8/7) lalu.

Meski mengaku dan merasa ditipu Ferdi Sambo yang membuat cerita bohong tentang pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi Sambo, istri Ferdy Sambo yang jadi pangkal peristiwa pembunuhan Brigadir J. HK dinyatakan terlibat dalam upaya Ferdy Sambo untuk melancarkan kronologis palsu tentang penyebab kematian Brigadir J.

Dalam surat dakwaan itu HK berperan menjalankan perintah pengamanan, penghilangan, dan perusakan alat bukti tewasnya Brigadir J. Peran inilah yang menyeret Hendra Kurniawan menjadi satu diantara tujuh terdakwa pidana obstruction of justice.

Kronologi bagaimana HK terlibat dalam tindak pidana

1. Aksi tipu Ferdy Sambo kepada HK berawal pada Jumat (8/7) sekitar pukul 17:22 WIB, atau beberapa saat setelah Brigadir J tewas ditembak Bharada Richard Eliezer (RE), dan Ferdy Sambo. Saat itu Ferdy Sambo menghubungi HK yang sedang berada di kolam pancing Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara (Jakut). Ferdy Sambo menelepon dan meminta HK agar segera datang ke rumah Duren Tiga 46. Karena ada suatu peristiwa yang perlu dibicarakan

2. Sekitar pukul 19:15 HK tiba di rumah dinas tersebut, dan langsung bertemu dengan Ferdy Sambo. “Ada peristiwa apa Bang?,” tanya HK kepada Ferdy Sambo. “Ada pelecehan terhadap Mbakmu,” begitu jawab Ferdy Sambo.

3. Ferdy Sambo pun melanjutkan penjelasannya kepada HK. Bahwa saat pelecehan terjadi di kamar tidur Putri Candrawathi. Brigadir J masuk ke kamar. “Lalu Mbakmu teriak-teriak,” begitu kata Ferdy Sambo. Setelah itu Brigadir J panik. Brigadir J keluar dari kamar. Dan Bharada RE mendengar teriakan itu, dan menanyakan kepada Brigadir J yang sudah keluar kamar. “Ada apa Bang?,” kata Bharada RE kepada Brigadir J versi Ferdy Sambo yang diceritakan kepada HK seperti di dalam dakwaan.

3. Selanjutnya Brigadir J yang disebut sudah panik lantaran ketahuan, menembak Bharada RE yang saat itu berada di lantai tangga bawah. Sehingga terjadilah tembak-menembak. “Itulah cerita yang direkayasa oleh Ferdy Sambo, lalu disampaikan kepada HK,” menurut surat dakwaan.

4. Selanjutnya HK menemui Karo Provos Propam Polri. Brigjen Benny Ali, Benny juga ternyata ada di rumah Duren Tiga 46 setelah diminta datang oleh Ferdy Sambo. HK lalu bertanya-tanya kepada Benny. “Pelecehannya seperti apa?,” tanya HK kepada Benny. Dikatakan dalam dakwaan, pertanyaan HK tersebut, dijawab Benny berdasarkan cerita dan penjelasan yang disampaikan Putri Candrawathi kepadanya saat di Saguling III 29. Saguling III 29 adalah rumah pribadi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Benny mengatakan kepada HK, Putri Candrawathi saat itu sedang tidur di dalam kamarnya di lantai bawah. “Di mana sewaktu kejadian, Putri Candrawathi menggunakan baju tidur dan celana pendek,” kata Benny kepada HK. “Permasalahannya Brigadir J memasuki kamar Putri Candrawathi dan meraba-raba paha sampai mengenai kemaluan Putri Candrawathi,” begitu kata Benny kepada HK.

5. Putri Candrawathi lalu terbangun kaget. Tetapi Brigadir J menodongkan senjata api, sambil mencekik leher, dan memaksa agar membuka kancing baju Putri Candrawathi. Lalu Putri Candrawathi teriak-teriak minta tolong. Itu membuat Brigadir J panik, dan keluar dari kamar. Dan saat itu bertemu dengan RE. Sehingga terjadi tembak-menembak. “Cerita Benny Ali itu didapatkan dari Putri Candrawathi yang diceritakan kembali kepada HK,” begitu dikatakan dalam dakwaan.

6. Setelah mendengar cerita versi Benny Ali itu, HK sempat melihat langsung jenazah Brigadir J yang masih bersimbah darah di lantai bawah dekat tangga dapur. Tak lama setelah itu, HK bersama Benny Ali cabut dari Duren Tiga 46 menuju ke kantor Div Propam Mabes Polri. Dalam perjalanan, HK menelefon seorang bernama Harun supaya bisa terhubung dengan Kombes Agus Nurpatria (ANT) yang saat itu menjabat sebagai Kaden A Ropaminal Div Propam. ANT dalam kasus obstruction of justice ini, juga sebagai terdakwa.

7. HK meminta ANT menghadap di kantor. “Tujuannya untuk melakukan klarifikasi kebenaran peristiwa di rumah Duren Tiga 46,” begitu dikatakan dakwaan. Tiba HK di Mabes Polri sekitar pukul 20:05, ANT sudah berada di Div Propam. Selain ANT, juga sudah ada Bharada RE, Bripka Ricky Rizal (RR), dan Kuat Maruf (KM). Tiga nama terakhir tersebut adalah ajudan, dan pembantu rumah tangga Keluarga Sambo yang dalam kasus pokok pembunuhan Brigadir J adalah terdakwa, bersama-sama dengan Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi.

8. Saat HK melakukan klarifikasi atas kebenaran cerita Ferdy Sambo dan Benny Ali yang didapat dari Duren Tiga sebelumnya, ketiganya, Bharada RE, Bripka RR, dan KM kepada HK membenarkan cerita pelecehan, dan tembak-menembak tersebut.

9.Selanjutnya, sekitar pukul 22:00, dikatakan dalam dakwaan, Ferdy Sambo datang ke Kantor Div Propam bertemu HK, Benny, dan ANT di lantai-3 Biro Provos. Dalam pertemuan tersebut, Ferdy Sambo, menurut dakwaan menyampaikan sejumlah hal tentang peristiwa dan penyebab kematian Brigadir J, dan rencana penanganan setelahnya.

Ferdy Sambo mengatakan kepada HK, Benny, dan ANT tentang kemarahannya atas pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap isterinya. “Ini masalah harga diri. Percuma punya jabatan dan pangkat bintang dua kalau harkat dan martabat serta kehormatan keluarga hancur karena kelakuan Brigadir J,” begitu kata Ferdy Sambo. Ia pun menyampaikan dirinya yang sudah menghadap pimpinan Polri tentang peristiwa itu. Dan memastikan dirinya tidak ikut melakukan penembakan terhadap Brigadir J.

10. Selanjutnya Ferdy Sambo mengatakan kepada HK, Benny, dan ANT agar proses hukum atas peristiwa kematian Brigadir J diproses apa adanya. “Berangkat dari kejadian Duren Tiga saja,” kata Ferdy Sambo. Dan Ferdy Sambo meminta kepada HK, Benny, dan ANT agar penanganan kasus tembak-menembak yang menewaskan Brigadir J itu, cukup diselesaikan di Biro Paminal saja. Namun belakangan dari hasil penyidikan Tim Gabungan Khusus Polri, dan Bareskrim Polri, cerita Ferdy Sambo tentang tembak-menembak antara Bharada RE yang menyebabkan kematian Brigadir J itu bohong.

Cerita bohong Ferdy Sambo diceritakan kepada Benny Ali, kepada HK tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap Putri Candrawathi di Duren Tiga 46 itu, pun palsu. Namun di dalam dakwaan, peran HK yang menjadi bawahan langsung dari Ferdy Sambo, turut membantu untuk melakukan pengamanan, bahkan turut memerintahkan pemusnahan barang-barang bukti rekaman CCTV di lokasi pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga 46 dan di tempat dilakukannya rencana pembunuhan di areal Saguling III 29.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sidang Perdana Tindak Pidana Obstruction of Justice Kasus Pembunuhan Brigadir J Digelar Rabu ini

Next Post

Diberitakan Reuters: 74 Anak Indonesia Meninggal karena Cedera Ginjal Akut Tahun Ini

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Waspada Kasus Hepatitis Misterius, Sudah Terdeteksi 228 Kasus di 20 Negara

Diberitakan Reuters: 74 Anak Indonesia Meninggal karena Cedera Ginjal Akut Tahun Ini

Australia Akan Selidiki Laporan Pilot Mereka Melatih Militer China

Australia Akan Selidiki Laporan Pilot Mereka Melatih Militer China

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist