• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Autopsi Yosua Jadi Fokus Kasus

fusilat by fusilat
July 24, 2022
in Feature
0
Inilah 7 Jam Akhir Hidup Yosua

Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat/Net

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: DJONO W OESMAN | Wartawan Senior

AKHIRNYA, Polri mengizinkan autopsi ulang jenazah Brigadir Yosua. Bahkan, Polri berpendapat, semakin cepat semakin baik. Mayatnya kian rusak. Juga, supaya kasus ini tidak terlalu lama ‘melebar’. Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo di keterangan pers Jumat (22/7) mengatakan:

“Apabila dari pihak pengacara (keluarga Yosua) akan menghadirkan orang-orang yang expert, yang mungkin ditunjuk dari beberapa rumah sakit, itu dipersilakan dan itu semakin bagus.”

Dilanjut: “Artinya, bahwa proses ekshumasi yang akan dilakukan akan diawasi berbagai pihak yang expert dan hasilnya tentunya akan semakin lebih baik.”

Tentang rumah sakit pelaksana autopsi, belum ditentukan pihak keluarga korban. Sebaliknya, Polri menyilakan pihak keluarga korban menentukan sendiri.

Kuasa hukum keluarga Yosua mengatakan, proses autopsi ulang jenazah Yosua segera dilakukan oleh tim independen melibatkan dokter forensik dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) hingga Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSAL).

Kepala RSPAD Gatot Subroto, Letjen Albertus Budi dikonfirmasi wartawan, Jumat, 22 Juli 2022, mengatakan: “Prinsip kami, siap membantu bila ada permintaan.”

Sebaliknya, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi, mengatakan: “Rumah sakit permintaan dari pengacara (keluarga korban) ‘kan ada beberapa rumah sakit, salah satunya RSCM.” Maksudnya, RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Dilanjut: “Boleh. Pihak pengacara menyampaikan juga seperti itu, dari berbagai rumah sakit, dokter-dokter yang memang expert di bidang forensik nanti akan dihadirkan. Kita terbuka.”

Maka, rencana autopsi, yang sudah dikehendaki keluarga Yosua sejak awal, bakal segera terwujud. Waktu dan tempat belum ditentukan.

Dalam kondisi normal, mayoritas warga Indonesia menghindari autopsi. Apalagi autopsi ulang. Ngeri… Kali ini kondisi luar biasa. Tak kurang, Presiden RI Joko Widodo sampai tiga kali mengomentari kasus ini. Rinciannya:

Selasa, 12 Juli 2022. Saat Presiden Jokowi mengunjungi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di Subang, Jawa Barat. Soal polisi tembak polisi, Jokowi mengatakan: “Proses hukum harus dilakukan.”

Rabu, 13 Juli 2022. Presiden Jokowi bertemu dengan pimpinan redaksi media massa nasional, mengatakan: “Tuntaskan. Jangan ditutupi, terbuka. Jangan sampai ada keraguan dari masyarakat.”

Kamis, 21 Juli 2022. Saat kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur, Presiden Jokowi mengatakan: “Saya saya sampaikan, usut tuntas. Buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi, transparan, sudah.”

Akhirnya, perkembangan penyidikan sangat cepat. CCTV di TKP tembak-menembak ditemukan. Autopsi ulang diizinkan Polri.

Apa sih, autopsi? ‘Kan jenazah Yosua sudah diautopsi di RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur? Tapi, kasus ini kemudian jadi rumit.

Kelly Rothenberg dalam bukunya “The Autopsy Through History” (Salem Press, 2008) menyebutkan, autopsi berasal dari Bahasa Yunani Kuno: Autopsia. Artinya: Untuk melihat sendiri.

Tapi, yang dimaksud masyarakat sebagai autopsi, sebenarnya adalah: Post-mortem. Dari Bahasa Latin. Post artinya setelah. Mortem, kematian. Digabung jadi: Pemeriksaan setelah kematian (manusia). Berarti mayatnya.

Tujuan autopsi untuk menentukan penyebab kematian. Cara orang itu menuju mati. kematian, Keadaan kesehatan orang itu sebelum mati. Dan, apakah diagnosa medis atau pengobatan sebelum kematian, sudah tepat?

Autopsi sering dilakukan dalam kasus kematian mendadak. Ketika dokter tidak dapat menulis penyebab kematian di sertifikat kematian. Atau ketika kematian diyakini disebabkan oleh sebab yang tidak wajar .

Pemeriksaan ini dilakukan di bawah otoritas hukum (pemeriksaan medis, koroner) dan tidak memerlukan persetujuan keluarga almarhum.

Autopsi paling banyak dilakukan pada kasus pembunuhan. Pemeriksa medis mencari tanda-tanda kematian atau metode pembunuhan. Misal, luka tembak. Apakah peluru bersarang di tubuh, atau tembus keluar lagi.

Penjelasan terakhir inilah yang cicok untuk rencana autopsi Yosua.

Di buku itu dipaparkan proses autopsi. Dilakukan oleh dokter ahli forensik. Dibantu paramedik. Idealnya dilakukan di rumah sakit. Prosesnya….

Kuburan dibongkar. Jenazah dimasukkan ke kantong mayat. Dengan hati-hati agar tidak rusak. Dibawa ke RS. Jenazah dibaringkan di meja yang biasa digunakan untuk bedah mayat.

Ada dua jenis pemeriksaan: Pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam.

Pemeriksaan luar. Setelah jenazah dibaringkan, ditelanjangi (jika berpakaian) atau dilepas kain kafan (jika dikafani). Lantas difoto. Boleh juga direkam video.

Selanjutnya, setiap bukti seperti residu, serpihan cat, atau bahan lain dikumpulkan dari permukaan luar tubuh. Juga diteliti, bekas luka sayat atau luka tembak, luka memar, dan jahitan (jika jenazah pernah diautopsi sebelumnya).

Alat perekam suara, jadi standar dokter forensik  pemeriksa, sambil bicara di alat perekam itu. Juga, isian formulir pemeriksaan standar.

Seandainya ada tembakan dan pelurunya bersarang, pasti akan dilakukan pemeriksaan dalam. Atau pembedahan.

Pemeriksaan dalam. Jenazah diberi bantalan head block (terbuat dari karet). Tapi, penempatannya bukan di kepala seperti orang hidup sedang tidur. Tidak. Melainkan di bawah bahu.

Sehingga bagian dada menonjol, jika mayat masih baru meninggal, atau belum kaku. Gunanya untuk memudahkan pembedahan di dada.

Untuk jenazah yang sudah kaku, tidak diperlukan head block. Melainkan, bisa langsung bedah.

Proses bedah tak perlu diurai. Karena tidak etis. Terutama bagi keluarga korban. Intinya, semua organ dalam diperiksa. Dianalisis. Setelah selesai, dikembalikan ke tempat semula.

Kemudian luka dijahit. Sampai bodi tampak utuh kembali. Kemudian dimakamkan lagi.

Di kasus Yosua, tim Polri bentukan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, juga peneliti dari eksternal yakni Kompolnas dan Komnas HAM, selama sepekan ini sudah bekerja. Mencari kebenaran fakta.

Masing-masing tim sudah mengumpulkan fakta dari perspektif berbeda. Dari bentuk penelitian berbeda. Yang semuanya mengerucut pada satu titik: Bagaimana proses kematian Yosua yang sebenarnya?

Seluruh anggota tim, baik internal maupun eksternal Polri bekerja serius dan jujur. Hasil kerja mereka akan disatukan untuk kemudian dirumuskan.

Terutama, bakal disatukan pula dengan hasil autopsi ulang. Semuanya harus matching dalam kesatuan simpulan. Sinkron, terbentuk kausalitas antar semua hasil penyidikan. Bakal menghasilkan kronologi kematian yang sesungguhnya. 

Dikutip Rmol.id Sabtu, 23 Juli 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasus Irjen Pol: Apa Kata Polisi – Apa Kata Rakyat

Next Post

Usut Tuntas, Buka Apa adanya, Jangan Ditutup-tutupi – Pengakuan Keluarga, Lawyer, Dan Para Pakar

fusilat

fusilat

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Breaking News: Irjen Pol Ferdy Sambo di Non Aktifkan Malam Ini

Usut Tuntas, Buka Apa adanya, Jangan Ditutup-tutupi – Pengakuan Keluarga, Lawyer, Dan Para Pakar

Polri Terang Terangan soal Temuan CCTV Rumah Sambo Rusak dan CCTV Timsus

Polri Terang Terangan soal Temuan CCTV Rumah Sambo Rusak dan CCTV Timsus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist