• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kasus Irjen Pol: Apa Kata Polisi – Apa Kata Rakyat

fusilat by fusilat
July 24, 2022
in Feature
0
Kasus Irjen Pol: Apa Kata Polisi – Apa Kata Rakyat

Ilustrasi Polisi/Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews– Hasil jajak pendapat opini nitizen,  yang saya lakukan pada tgl 22/07~23/07 (selama 22 jam), di media tweeter, untuk mencari efek opini yang terbangun, antara keterangan yang disampaikan resmi oleh pihak Kepolisian dan kesimpulan nitizen; Siapa pelaku pembunuhan terhadap korban Brigadir J, diketahui hasilnya, sebagai berikut; 1. Yang berpendapat Brigadir J, bersalah adalah 5,4%. 2. Yang berpendapat Bharada E, sebagai pelaku pembunuhan adalah 3,3% dan 3. Yang berkesimpulan Irjen Pol, sebagai penembak Brigadir J adalah 91,3%.

Publik Opini yang ingin di bangun oleh Kepolisian, berkaitan dengan kasus Irjen Pol Sambo tersebut, sudah barang tentu, terkait dengan designed  scenario yang disusun oleh Polisi itu sendiri. Kepentingan.  Sayang sekali cerita disetiap babak yang disusun, tidak dapat difahami oleh masyarakat umum, karena dianggap tidak logis, yang kemudian melahirkan embrio opini pro dan kontra. Para pengamat yang kemudian bisa menjelaskan secara gamblang dan logis, secara intersan lebih berpengaruh kepada public, daripada mengikuti keterangan resmi dari pihak Kepolisian.

Karena itu kasus ini, menjadi dinamis yang akhinrya berjalan mengikuti arus opini public. Dugaan awal adalah kasus tembak menembak, ini dikritisi sebagai halusinasi, karena Bharada E, tak didapat jejak luka kena peluru satupun. Kemudian beranjak dugaan ke pelecehan sexual. Inipun mentok tidak berkembang, karena nara sumbernya, ngumpet. Informasi terbatas. Semua yang berkaitan dengan dugaan tersebut, tidak terungkap untuk disingkapkan. Tapi yang lebih logis adalah, justru kasus ini malah kemudian berkembang ke Pembunuhan berencana. Seperti yang dilalprokan oleh para kuasa hukum pihak Brigadir J kepada Bareskrim Polri, belum lama berselang.

Ini akibat proses penanganan kasus yg lelet berlarut-larut. Lalu timbul berbagai macam keheranan yang terus berkembang. Decoder CCTV yang sempat menghilang, telah diketemukan. Tak habis fikir juga, justru yang dilaporkan polisi sebagai si pelaku penembakan Bharada E, pun turut meminta Perlindungan, kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Lalu menimbulkan pertanyaan, si pelaku pembunuhan itu siapa? Ini kemudian, semakin memberi arah, bahwa pelaku penembakan tersebut kepada oknum yang lain, yang itu kemudian menjadi trending topick “Tangkap Kadiv Propam”. Masihkah kita katakan sebagai suatu misteri, walau dugaan kuat,mengarah kepada Irjen Pol itu?

Betapa beratnya kepolisian saat ini, menangani kasus tembak menembak Brigadir J dan Bharada E, dari kasus yang sederhana dan tidak njliment ini, menjadi kasus yang kemudian menjadi teramat sulit, karena semata-mata akibat dari tekanan opini public pada satu sisi dan pada sisi lain ada kepentingan lain dari kepolisian yang dilematis. Sehingga kasus ini, yang sudah telanjang dan terang benderang; ada korbannya, ada barang buktinya, ada saksi-saksinya, tetapi Kapolri masih harus membentuk Tim Pencari Fakta, yang melibatkan Komnas HAM segala (padahal tidak terkait sama sekali). Ini isyarat yang dapat dibaca, Kepolsian tidak berkemampuan dapat menyelesaikan sendiri.

Kasus yang telanjang dan sederhana ini, jangan sampai menjadi Mysterious Justice. Jangan dianggap sepele, remeh temeh. Ini akan berujung kepada performance kompentensi leadership Kapolri sendiri.

Ini menjelaskan, semiotika lain, adalah menjadi suatu keniscayaan, bahwa suatu peristiwa tindak pidana criminal, menuntut Polisi untuk bertindak yang (1). dapat mewujudkan rasa keadilan yang tinggi, (2). dapat memberikan informasi yang valid dan akurat, dan (3) dapat menangani kasus dengan cepat dan presisi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mencekam!!! Kisah Gus Dur Dilengserkan MPR 21 Tahun Lalu

Next Post

Autopsi Yosua Jadi Fokus Kasus

fusilat

fusilat

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Inilah 7 Jam Akhir Hidup Yosua

Autopsi Yosua Jadi Fokus Kasus

Breaking News: Irjen Pol Ferdy Sambo di Non Aktifkan Malam Ini

Usut Tuntas, Buka Apa adanya, Jangan Ditutup-tutupi – Pengakuan Keluarga, Lawyer, Dan Para Pakar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist