Jakarta – Fusilatnews – Menyikapi terjadinya keracunan yang terjadi pada anak – anak akibat mengkonsumsi jajanan anak chiki ngebul, Chiki berasap nitrogen yang disukai anak – anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau pada seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) baik di provinsi, kabupaten/kota juga rumah sakit waspada dan segera melapor bila ada temuan kasus keracunan Chiki berasap nitrogen.
Sebanyak tujuh anak dilaporkan keracunan usai mengkonsumsi jajanan Chiki berasap Nitrogen “Chiki ngebul” di Tasikmalaya, Jawa Barat.
“Ada tujuh anak yang mempunyai gejala mual, muntah dan begah perut dan semuanya mengalami kondisi itu setelah mengkonsumsi chiki nitrogen,” kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Jumat 6/1.
Menurut Siti Nadia Tarmizi setelah mengkonsumsi jajanan yang dicampur dengan nitrogen. ketujuh anak mengeluhkan sejumlah gejala sakit mual, muntah dan bega perut. Syukur setelah diobati mereka pulih kembali.
“Dari tujuh anak tersebut, satu diantaranya dirujuk ke rumah sakit dan menjalani tindakan operasi. Awalnya, gejala yang dialami anak tersebut adalah nyeri perut mendadak dan perut bertambah besar ,adi sepertinya ususnya bocor,” kata Nadia.
Menanggapi kejadian pada tuju anak itu Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yuli Astuti Saripawan meminta, pemerintah daerah atau Dinkes segera melaporkan temuan kasus keracunan pangan tersebut secara langsung melalui Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Gedung Adhyatma, lt. 4 (R.409) Jl H.R Rasuna Said Blok X5, Kavling 4-9 Jakarta Selatan 12950.
Laporan kejadian juga dapat disampaikan kepada Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan Lain melalui nomor 088215992763 atau melalui email pelayanan [email protected].
“Mohon agar setiap pihak segera melaporkan jika ditemukan kasus keracunan pangan akibat konsumsi jajanan chiki ngebul tersebut,” tegas Yuli.
Dokter spesialis penyakit dalam Prof Ari Fahrial Syam menduga kasus keracunan chiki ngebul pada anak-anak Tasikmalaya, Jawa Barat akibat jajanan itu terkontaminasi bakteri. Gejalanya ditandai dengan muntah dan nyeri perut.
“Mengenai chiki berasap nitrogen, ini memang bukan zat yang mudah terbakar meski bisa merusak kulit orang tersebut, tapi ketika ada kejadian keracunan maka ada kemungkinan chikinya terkontaminasi oleh kuman atau bakteri,” kata Prof Ari dalam penjelasannya Jumat 6/1
menurut Prof Ari makanan ringan yang dibanjur nitrogen cair itu bisa menimbulkan kerusakan saluran pencernaan. Itu terjadi akibat paparan suhu dingin dari nitrogen cair..

























