• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Babak Baru Gonjang-Ganjing Beras

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 6, 2023
in Feature
0
Pemerintah Berencana Impor Beras Sebanyak 500 ribu Ton
Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Toto Subandriyo

Jakarta – Gonjang-ganjing gabah/beras yang berlangsung beberapa bulan terakhir telah memasuki babak baru. Jika beberapa bulan sebelumnya harga gabah/beras sempat meroket yang kemudian dijadikan beleid pemerintah untuk mengimpor beras, saat ini seiring datangnya musim panen harga gabah/beras di beberapa daerah sentra produksi mulai anjlok. Untuk mengantisipasi makin anjloknya harga gabah di tingkat petani, belum lama ini pemerintah telah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah/beras.

Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik menjadi Rp 5.000/kilogram, di tingkat penggilingan Rp 5.100/kilogram, Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan Rp 6.200/kilogram, di gudang Perum Bulog Rp 6.300. Sedangkan HPP beras di gudang Perum Bulog dengan kadar air maksimum 14 persen, butir patah maksimum 20 persen, dan butir menir maksimum 2 persen ditetapkan seharga Rp 9.950/kilogram.

Pemerintah sebenarnya tidak perlu mengimpor beras seandainya sejak awak sigap mengantisipasinya. Dari sisi produksi (on farm), kinerja Kementerian Pertanian dalam memproduksi beras sepanjang 2022 tidak ada hambatan. Tidak ada kejadian luar biasa yang mengakibatkan terjadinya penurunan produksi secara signifikan. Penurunan produksi secara signifikan biasanya disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, karena terjadi gagal panen (puso) akibat bencana alam banjir/kekeringan dengan intensitas berat/puso berskala luas. Kedua, karena terjadi eksplosi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) intensitas berat/puso berskala luas yang mengakibatkan gagal panen. Sepanjang 2022 lalu kedua faktor tersebut tidak terjadi. Secara umum agroklimat sangat bersahabat, sehingga secara logika produksi beras nasional berjalan normal.

Bahkan Kinerja Kementerian Pertanian dalam memproduksi beras juga moncer. Premis ini dapat dijelaskan dengan data kuantitatif Badan Pusat Statistik (BPS). Luas panen padi pada 2022 mencapai 10,61 juta hektare. Meningkat 194,71 ribu hektar (1,87 persen) dibandingkan 2021 yang mencapai 10,41 juta hektar. Produksi padi pada 2022 diperkirakan mencapai 55,67 juta ton gabah kering giling (GKG). Meningkat 1,25 juta ton GKG (2,31 persen) dibanding 2021 yang mencapai sekitar 54,42 juta ton GKG.

Jika dikonversi ke beras, produksi padi 2022 setara dengan 32,07 juta ton beras. Adapun konsumsi beras penduduk Indonesia saat ini menurut data Kementerian Pertanian mencapai 30,2 juta ton. Menurut hitung-hitungan di atas kertas, tahun ini terjadi surplus produksi 1,8 juta ton beras. Jika diakumulasikan dengan sisa surplus tahun lalu maka tahun ini terjadi surplus sekitar 5,7 juta ton beras. Ada apa sebenarnya dengan beras?

Di manakah keberadaan surplus beras saat ini? Pertanyaan ini sangat sulit untuk dijawab. Pengalaman empiris saya selama lebih dari tiga puluh tahun menangani permasalahan pangan dan pertanian di daerah, memang tidak mudah melakukan pendataan stok beras dalam periode tertentu. Yang jelas stok beras berada di masyarakat, antara lain di rumah tangga petani, di penggilingan padi (RMU), di tangan pedagang pengumpul, serta di pedagang beras skala besar.

Di kalangan petugas pertanian punya anekdot: “beras tidak punya akte kelahiran, e-KTP, atau keterangan domisili lainnya, sehingga sangat sulit ditelusuri keberadaannya!” Kondisinya menjadi semakin sulit ketika para petugas pengumpul data dihadapkan pada kenyataan sulitnya akses data ke pedagang besar.

Mobilitas gabah/beras antardaerah sangat tinggi, sehingga berapa move in dan move out sangat sulit diketahui. Sebagai ilustrasi, saat musim panen padi di Kabupaten Tegal, puluhan bahkan ratusan mesin pemanen padi (combine harvester) milik para juragan beras dari Kabupaten Demak dan daerah lain di wilayah Pantura Jawa Barat menyemut di Kabupaten Tegal. Begitu pula sebaliknya, saat panen padi di Kabupaten Demak, mesin pemanen padi dari Kabupaten Tegal dan daerah lainnya gantian menyemut ke Kabupaten Demak. Volume gabah/beras yang move out dari daerah satu ke daerah lainnya tak ada satupun instansi yang mencatat.

Stok Penyangga

Terkait harga beras yang tinggi pada pertengahan 2022 lalu, menurut saya antara lain disebabkan kurangnya antisipasi para pemangku kepentingan (utamanya Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog), terhadap transformasi kebijakan yang dilakukan pemerintah. Sejak beberapa tahun terakhir pemerintah meluncurkan program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang merupakan transformasi dari program beras bersubsidi untuk warga miskin (raskin/rastra).

Program raskin/rastra ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan berhasil membuat kondisi harga gabah/beras stabil. Hal itu disebabkan Perum Bulog ditugasi menjadi public service obligation (PSO) dan dibebani prognosa pengadaan gabah/beras dari petani sekitar 2,5 – 3 juta ton beras/tahun dengan kepastian kanal penyaluran melalui program raskin/rastra.

Pascaprogram raskin/rastra, Perum Bulog tidak lagi punya kewajiban untuk mengadakan gabah/beras dari petani dalam volume yang besar karena tidak mempunyai kanal penyaluran lagi. Namun sebenarnya Perum Bulog masih punya kewajiban untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) yang digunakan sebagai stok penyangga (buffer stock).

Ketika pemerintah memutuskan mengganti program raskin/rastra menjadi BPNT, banyak kalangan mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya gejolak harga gabah/beras di kemudian hari. Namun rupanya pemerintah lalai tidak mendengarkan peringatan tersebut. Dampak yang paling nyata dari perubahan kebijakan pemerintah ini adalah Perum Bulog kedodoran dalam memenuhi stok CBP.

Data Badan Pangan Nasional menyebutkan CBP pada Oktober 2022 lalu hanya sebesar 673,6 ribu ton. Padahal sesuai amanat FAO penentuan CBP menggunakan metode Stock to Utilization Ratio yang berkisar 2,5 – 3,5 persen dari total konsumsi penduduk (1,25 – 1,5 juta ton beras). Stok penyangga yang sangat kecil tersebut membuat pemerintah kedodoran dalam melakukan intervensi pasar saat terjadi gejolak harga seperti sekarang ini. Pemerintah pun memutuskan impor beras 500 ribu ton untuk memadamkan kebakaran.

Musim Paceklik

Selain stok penyangga beras yang minim, tingginya harga beras saat ini juga dipicu oleh siklus tahunan musim paceklik. Menurut Syafaat (2002), musim paceklik ditandai oleh defisit pasokan beras ke pasar akibat minimnya produksi beras. Bulan-bulan paceklik yaitu September, Oktober, November, Desember, Januari, dan Februari. Pada bulan-bulan tersebut gabah/beras yang disimpan petani kurang dari satu persen per bulan dari total produksi setahun.

Kenaikan harga beras juga disebabkan oleh kenaikan harga faktor produksi seperti kenaikan harga BBM, pupuk, obat-obatan, dan sarana produksi lainnya. Orang awam mungkin menganggap kenaikan harga beras saat ini menguntungkan petani. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, karena pada saat musim paceklik sebagian besar beras sudah berada di tangan para pedagang dan juragan beras.

Di sisi lain, sebagian besar petani kita adalah petani gurem yang menggarap sawah kurang dari 0,5 hektar. Saat musim paceklik seperti sekarang ini mereka telah menjadi net consumer beras. Beras yang mereka simpan sudah habis dikonsumsi keluarga, sehingga mereka harus membeli beras seperti rumah tangga lainnya.

Untuk penguatan stok penyangga dan menutup kekurangan CBP, Perum Bulog harus bekerja ekstra keras. Pengadaan gabah/beras harus mengutamakan pada panenan musim rendeng MT 2022/2023. Hal itu mengingat 65 persen proporsi panen padi satu tahun terjadi pada musim rendeng. Jika itu dilakukan maka petani akan merasa tertolong karena panen musim rendeng sangat krusial akibat curah hujan yang sangat tinggi.

Pemerintah tidak selayaknya membuat hitung-hitungan ekonomi dengan petani. Sehingga pemerintah wajib menanggung berapapun selisih harga pasar dengan harga pembelian pemerintah (HPP). Jika selisih harga gabah/beras di pasaran umum dengan HPP Rp 1.000/kg, maka untuk pengadaan 3,5 juta ton gabah/beras, pemerintah harus memberikan subsidi selisih harga kepada petani Rp 3,5 triliun. Nominal ini nyaris tak ada artinya dibandingkan dengan kedaulatan dan ketahanan pangan bangsa.

Toto Subandriyo, lulusan IPB dan Pascasarjana Unsoed, bergiat di Forum Pengkajian Pangan Pertanian dan Lingkungan (FP3L).

Dikutip dari detik.com, Rabu 5 April 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pengobatan Alternatif Jadi Fenomena, Dokter yang Salah

Next Post

Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang 349 T: Adili Sri Mulyani dan Makzulkan Jokowi!

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang 349 T: Adili Sri Mulyani dan Makzulkan Jokowi!

Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang 349 T: Adili Sri Mulyani dan Makzulkan Jokowi!

Prabowo Sebut Politik Indonesia Seperti Kolam Kepiting, Apa Itu?

Prabowo Ajak Hary Tanue Gabung Bersama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist