• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bagaimana Iran Memilih Pemimpinnya: Demokrasi yang Dijaga oleh Teokrasi

fusilat by fusilat
March 1, 2026
in Feature, Politik
0
Bagaimana Iran Memilih Pemimpinnya: Demokrasi yang Dijaga oleh Teokrasi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Iran kerap disebut sebagai republik, tetapi praktik politiknya menunjukkan wajah yang jauh lebih kompleks. Di negeri ini, pemilu memang ada, rakyat memang mencoblos, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan elite religius. Sistem politik Iran bukan demokrasi murni, melainkan perpaduan antara republik elektoral dan teokrasi Islam, di mana agama bukan sekadar nilai moral, melainkan sumber legitimasi kekuasaan.

Untuk memahami bagaimana Iran memilih pemimpinnya, ada dua jabatan kunci yang harus dibedakan: Presiden dan Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader).

Presiden: Dipilih Rakyat, tetapi Dibatasi Sistem

Secara formal, Presiden Iran dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Masa jabatannya empat tahun dan dapat diperpanjang satu kali. Di atas kertas, ini terlihat demokratis. Namun, demokrasi ini berhenti tepat di pintu masuk pencalonan.

Tidak semua warga negara bebas mencalonkan diri. Guardian Council (Dewan Garda) memiliki kewenangan penuh untuk menyaring siapa saja yang boleh maju sebagai kandidat presiden. Dewan ini menilai kesetiaan calon terhadap ideologi Republik Islam dan kepatuhan pada prinsip Wilayat al-Faqih (kepemimpinan ulama).

Akibatnya, rakyat hanya memilih dari opsi yang telah disetujui oleh sistem. Presiden memang memiliki kewenangan administratif—mengelola ekonomi, kabinet, dan kebijakan domestik—tetapi kekuasaannya selalu berada di bawah bayang-bayang Pemimpin Tertinggi.

Pemimpin Tertinggi: Pusat Kekuasaan Sesungguhnya

Berbeda dengan presiden, Pemimpin Tertinggi Iran tidak dipilih langsung oleh rakyat. Ia dipilih oleh Assembly of Experts, sebuah majelis yang beranggotakan sekitar 88 ulama. Secara teoritis, majelis ini dipilih rakyat melalui pemilu. Namun, kembali lagi, calon anggota Assembly of Experts juga harus lolos seleksi Guardian Council.

Di sinilah lingkaran kekuasaan terbentuk. Guardian Council sebagian besar ditunjuk langsung atau tidak langsung oleh Pemimpin Tertinggi. Artinya, sistem ini menciptakan mekanisme seleksi yang saling mengunci, memastikan bahwa perubahan radikal dari luar hampir mustahil terjadi.

Pemimpin Tertinggi memegang kendali atas:

  • Militer dan Garda Revolusi
  • Kepala kehakiman
  • Media negara
  • Arah kebijakan luar negeri
  • Penunjukan pejabat strategis negara

Dalam praktiknya, ia adalah kepala negara sekaligus pusat legitimasi politik dan agama.

Guardian Council: Penjaga Gerbang Kekuasaan

Jika harus menunjuk satu institusi paling menentukan dalam politik Iran, Guardian Council adalah jawabannya. Dewan ini bukan hasil pemilihan rakyat, tetapi memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang layak dipilih rakyat.

Enam anggotanya adalah ulama yang ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi, sementara enam lainnya adalah ahli hukum yang disetujui parlemen—yang juga telah melalui proses penyaringan serupa. Dengan demikian, Guardian Council berfungsi sebagai filter ideologis, bukan sekadar lembaga hukum.

Demokrasi Prosedural, Teokrasi Substansial

Iran sering mengklaim diri sebagai demokrasi religius. Klaim ini tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak sepenuhnya jujur. Pemilu di Iran bersifat prosedural, bukan substantif. Rakyat berpartisipasi, tetapi tidak berdaulat penuh. Kedaulatan sejati berada pada sistem religius yang memposisikan ulama sebagai penjaga arah negara.

Dalam konteks ini, Iran bukan negara tanpa demokrasi, melainkan negara dengan demokrasi yang dikendalikan. Pilihan politik ada, tetapi selalu dalam koridor yang telah ditentukan oleh kekuasaan agama.

Penutup

Cara Iran memilih pemimpinnya menunjukkan satu pelajaran penting: pemilu tidak otomatis berarti demokrasi. Ketika proses pencalonan dikontrol secara ketat oleh elite ideologis, maka suara rakyat hanya bekerja di ruang yang sempit. Iran menawarkan model unik—dan bagi sebagian pihak, problematik—tentang bagaimana kekuasaan dapat dibungkus dengan prosedur demokrasi, namun tetap berujung pada konsentrasi otoritas di satu titik tertinggi.

Jika demokrasi adalah soal kedaulatan rakyat, maka pertanyaannya bukan lagi apakah Iran menggelar pemilu, melainkan sejauh mana rakyat benar-benar diberi pilihan.

Proses Suksesi di Iran

Menurut aturan konstitusi Iran, pengganti Pemimpin Tertinggi tidak dipilih langsung oleh rakyat, tetapi oleh Majelis Pakar (Assembly of Experts), yakni badan ulama yang secara teori dipilih rakyat, namun calon-calonnya tersaring ketat oleh Guardian Council.

Saat ini, karena Khamenei telah wafat akibat serangan gabungan AS-Israel, Majelis Pakar diharuskan memilih pemimpin baru secepatnya, tetapi proses itu masih berlangsung secara internal dan belum ada pengumuman resmi.


👤 Calon-Calon yang Sering Disebut

Terlepas dari belum ada keputusan resmi, analis dan media internasional mencatat sejumlah nama yang diperkirakan muncul dalam diskusi suksesi:

🔸 Mojtaba Khamenei

Putra laki-laki Ali Khamenei dan seorang ulama. Namanya disebut beberapa kali sebagai tokoh yang mungkin dicalonkan, meskipun belum punya posisi formal tinggi dan juga bisa menimbulkan kritik karena kesan “suksesi turun-temurun”.

🔸 Ayatollah Alireza Arafi

Ulama senior yang juga pernah memimpin seminar-seminar agama dan menjabat dalam Majelis Pakar. Ia dianggap berpengalaman dalam struktur keagamaan Iran.

🔸 Mohammad Mehdi Mirbagheri

Seorang ulama konservatif yang dikenal garis keras dan bagian dari Majelis Pakar.

🔸 Hassan Khomeini

Cucu dari pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Ia memiliki nama besar dalam sejarah revolusi, meski pengaruh politiknya secara praktis dinilai lebih rendah.

🔸 Hashem Hosseini Bushehri

Ulama senior yang memiliki koneksi dekat dengan lembaga suksesi dan Majelis Pakar.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

Next Post

Serangan Ke Iran Mempermalukan Prabowo

fusilat

fusilat

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Next Post
Catatan Hukum Internasional & WTO  Apakah Perjanjian AS~RI Selaras dengan Tata Perdagangan Global?

Serangan Ke Iran Mempermalukan Prabowo

Iran, Israel, dan Ujian Konsistensi Dunia Islam

Iran, Israel, dan Ujian Konsistensi Dunia Islam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist