• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bagaimana Konser Musik di Indonesia ke Depan?

fusilat by fusilat
November 19, 2022
in Feature
0
Bagaimana Konser Musik di Indonesia ke Depan?

shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Riza Novara

Jakarta – Tragedi Kanjuruhan ternyata memberikan efek mendalam bagi kepolisian yang sepertinya menjadi pihak paling bersalah yang mengakibatkan sebegitu banyak korban berjatuhan. Sehingga akhirnya menjadi sangat wajar ketika setidaknya saat ini pihak kepolisian bersikap ekstra hati-hati terhadap penanganan apapun yang melibatkan pengumpulan massa.

Sepantasnya kita bisa mengerti kegalauan pihak kepolisian untuk mencegah hal serupa terjadi lagi akibat kerumunan masa yang tidak terkendali baik oleh panitia, penyelenggara, maupun aparat.

Setidaknya sudah ada tiga penyelenggaraan pertunjukan atau konser yang “terpaksa” dihentikan oleh pihak kepolisian karena tidak mau mengambil risiko jatuhnya korban jiwa kembali.

Pertama, acara Konser Musik Jatim Fair yang harus dihentikan karena alasan keamanan. Cukup banyaknya calon penonton yang ditengarai tidak memiliki karcis berusaha memaksa masuk dan akhirnya menimbulkan konflik dengan penyelenggara dan aparat Keamanan.

Kedua, acara Berdendang Bergoyang yang diselenggarakan di Istora Senayan dan akhirnya harus dihentikan oleh aparat keamanan karena diperkirakan terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara dengan mencetak tiket di atas kapasitas tempat konser.

Dan, yang ketiga adalah penghentian konser musik yang tengah berlangsung di ICE BSD Tangerang dari boyband asal Korea yaitu NCT 127. Penghentian ini terjadi karena sejumlah penonton yang pingsan di tengah konser ketika mereka mencoba untuk mendekati panggung yang akhirnya membuat area di depan panggung tersebut menjadi sangat sangat padat.

Sebagai seorang penonton khususnya aliran musik rock dan metal dan juga pernah terlibat dalam kegiatan penyelenggaraan konser, hal ini cukup menggelitik saya. Di satu sisi karena kebahagiaan ketika pandemi sudah terus mulai terkendali dan memungkinkan diselenggarakannya konser musik yang telah mengalami kevakuman selama sekitar dua tahun. Di lain sisi muncul keprihatinan dan ketakutan akan jatuhnya korban jiwa akibat masa yang di luar kendali, karena bagaimanapun tidak ada konser yang senilai dengan harga jiwa seseorang.

Pengalaman

Berbekal pengalaman menonton konser musik baik di dalam maupun di luar negeri, penonton konser itu dapat menikmati konser dengan duduk (seluruh penonton duduk di kursi), berdiri (seluruh penonton berdiri), atau kombinasi (sebagian penonton ada yang berdiri dan ada yang duduk).

Biasanya penonton yang seluruhnya duduk ini terjadi pada konser musik yang berada di dalam ruangan (indoor). Jenis konser seperti ini relatif cukup aman setidaknya pada saat konser berlangsung, karena penonton mau tidak mau lebih tertib, dan biasanya penonton konser ini relatif adalah orang-orang yang sudah berumur atau lebih mapan karena tiket biasanya lebih mahal. Sehingga dengan karakter penonton seperti ini rata-rata konser berlangsung lebih terkendali. Walau tidak banyak konser musik yang diselenggarakan dengan sistem ini, dan konser grup Yes salah satunya yang diselenggarakan pada 24 April 2012 di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta.

Sebaliknya untuk konser yang penontonnya berdiri dan yang kombinasi (berdiri dan duduk), risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada saat konser relatif jauh lebih tinggi. Biasanya hal ini terjadi karena adanya hasrat penonton yang berusaha merangsek ke dekat panggung, sementara penonton yang baris pertama dekat panggung tertahan oleh adanya barikade pembatas antara penonton dan panggung.

Apalagi kadang kala sang artis juga sering membagikan gimmick atau suvenir kepada para penonton yang memicu hasrat penonton untuk terus semakin mendekat ke panggung yang secara tidak disadari membuat penonton-penonton baris terdepan ini sering menjadi korban dari penonton yang berada di tengah.

Saya dan istri saya mempunyai pengalaman yang tidak akan pernah kami lupakan ketika kami terhimpit dan akhirnya mengalami sesak napas ketika hadir di konser Mr. Big dalam acara Java Rockin’ Land pada 2009. Beruntung saya mengambil keputusan untuk berusaha menjauh dari arah panggung (walau sangat sulit untuk melawan desakan penonton dari belakang yang terus mendesak ke depan).

Untuk menghindari terjadinya penonton yang terjepit di dekat barikade panggung ini, perlu adanya petugas keamanan yang berdiri di area antara barikade dan panggung dan harus sigap untuk memperhatikan penonton yang terjepit atau sudah kehabisan nafas, untuk kemudian dengan segera melakukan evakuasi terhadap penonton tersebut. Di samping itu siraman air ke penonton kadang cukup memberikan kesegaran tersendiri bagi para penonton yang tengah berdesakan tersebut.

Masa yang tidak terkendali ini bisa juga terjadi di area pintu, baik pada saat akan memasuki venue maupun pada saat keluar venue. Salah satu pengalaman yang positif yang pernah saya alami adalah ketika hadir di konser (pertama) Bon Jovi di Indonesia yaitu di Ancol pada 1995. Ketika itu penonton memang sangat padat, dan cukup jauh dari pintu masuk seluruh penonton diminta tertib dan berjalan jongkok sampai ke tempat pemeriksaan tiket.

Sementara di kiri dan kanan antrean jalan jongkok tersebut berbaris pasukan polisi dengan kuda. Dengan kondisi seperti ini para calon penonton dipaksa untuk tidak berdesak desakan karena semua dalam posisi jongkok, walau cukup lelah buat para calon penonton itu, tapi ketertiban pada saat pintu masuk sangat bisa terjaga karena orang tidak memungkinkan untuk saling dorong dalam posisi berjongkok.

Sebaliknya pada saat keluar memang sulit seandainya pintu keluar masuk jumlahnya terbatas, mau tidak mau akan terjadi penumpukan. Tapi biasanya cukup banyak penonton yang akan menunggu sampai tidak terlalu padat baru kemudian mereka keluar karena kondisinya jauh lebih aman. Agak berbeda dengan pada saat masuk di mana para calon penonton mempunyai keinginan besar untuk memasuki venue secepat mungkin agar mendapatkan posisi tonton yang terbaik pada konser tersebut.

Ancaman

Kegamangan pihak kepolisian dalam sebuah konser musik akan menjadi sebuah ancaman tersendiri pada eksistensi konser. Khusus buat konser metal akan menjadi lebih sensitif lagi karena adanya tradisi moshing berupa head banging, circle pit, wall of death, dan lainnya. Tradisi ini berupa kegiatan yang sangat berisiko karena terjadinya kontak fisik yang terjadi secara langsung sembari menikmati konser yang tengah berlangsung.

Meminjam istilah di Wikipedia, moshing adalah kegiatan ekstrem yang dilakukan oleh para penikmat konser musik metal dengan cara saling mendorong dan membenturkan tubuh mereka satu sama lain. Ini untuk menyalurkan energi para penikmat musik ini dan sama sekali bukan proses perkelahian atau berujung konflik antara penikmat musik ini. Akankah kegiatan yang menjadi ritual para metal head ini akan menjadi sebuah kegiatan yang diharamkan di setiap konser metal khususnya di Indonesia?

Sebenarnya kalau kita berani merunut peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu pernah terjadi peristiwa kelam di mana sebuah konser metal mengakibatkan jatuh korban jiwa. Yaitu acara launching album sebuah band metal bernama Beside di Gedung Asia Africa Cultural Centre (AACC), Bandung pada 9 Februari 2008. Kegiatan yang berlangsung di sebuah venue yang sebenarnya adalah sebuah bioskop bernama Majestic ini berakhir dengan korban sebanyak 10 orang meninggal dunia karena berdesakan dan kehabisan oksigen di pintu keluar (yang menjadi satu dengan pintu masuk juga).

Peristiwa tersebut menjadi cukup heboh pada masa itu; sesudah peristiwa itu pihak Kepolisian pun menjadi gamang dengan yang namanya konser rock dan metal. Hal ini sangat terasa karena tidak jauh dari peristiwa itu tepatnya pada 22 Februari 2008 saya terlibat dalam sebuah promotor untuk sebuah konser band metal asal Jerman bernama Helloween yang rencananya akan diselenggarakan di Tennis Outdoor Senayan.

Pihak Kepolisian tidak mengeluarkan izin acara tersebut sampai detik-detik terakhir, dan akhirnya mendapatkan izin setelah pihak kami menyanggupi segala permintaan polisi, salah satunya adalah permintaan agar konser tersebut mendapatkan penjagaan yang luar biasa dari pihak Polda Metro Jaya –tidak kurang dari tim K-9 dan penjinak bom harus ada dalam tim pengamanan konser tersebut. Dan, pada saat itu kami tidak ada pilihan lain selain menyetujui persyaratan itu.

Sebenarnya ada sebuah harapan yang ada di benak saya bahwa pelajaran dari konser di Bandung yang memakan korban jiwa itu akan melahirkan sebuah SOP atau regulasi yang mengatur bagaimana standar penyelenggaraan sebuah konser musik, alih-alih hanya menjadi kegamangan sementara yang akan pupus sejalan dengan perjalanan waktu. Melihat apa yang telah terjadi sepertinya semua pihak harus belajar untuk kelangsungan sebuah penyelenggaraan konser musik di Indonesia.

Setidaknya ada tiga pihak yang harus memperbaiki diri yaitu pihak penyelenggara atau promotor, pihak kepolisian, dan calon penontonnya itu sendiri yang dituntut harus lebih matang. Pihak penyelenggara harus memiliki komitmen untuk berjalan sesuai dengan peraturan yang ada serta tidak bermain kucing-kucingan dengan aparat mengenai rencana konsernya, termasuk mengenai jumlah tiket yang tidak boleh melebih kapasitas venue, bagaimana sistem keamanan yang akan diterapkan, proses evakuasi darurat, keberadaan tim medis dan lain nya menyangkut keadaan darurat.

Pihak kepolisian sebaiknya tidak terlalu mudah gamang dan bersama para promotor berusaha untuk menyusun sebuah SOP untuk keamanan sebuah penyelenggaraan konser, sehingga semua mempunyai standar yang sama dan tidak mempunyai interpretasi yang berbeda. Juga, para calon penonton harus mempersiapkan diri dengan sebaiknya untuk dapat menikmati sebuah konser musik, tidak lupa mengisi perut sebelumnya, mengenakan pakaian yang nyaman, tidak terlalu banyak membawa barang, sebaiknya didampingi oleh laki-laki yang dapat ikut melindungi dirinya, dan juga tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

Penyelenggaraan konser musik adalah sebuah bisnis yang besar dan mempunyai efek domino terhadap bisnis lainnya seperti penyewaan lampu, sound system, genset, ridging, catering, artist management, dan juga beberapa bisnis lainnya. Kita semua perlu menjaga kelangsungan bisnis ini.

Riza Novara, penggemar musik rock dan metal.

Dikutip dari detik.com, Jumat 18 November 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tidak  diizinkan Penjualan Alkohol Stadion Piala Dunia Qatar – FIFA

Next Post

Air Mata Keadilan

fusilat

fusilat

Related Posts

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang
Feature

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026
Feature

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Next Post
Air Mata Keadilan

Air Mata Keadilan

Humor Sekaligus Horror Statistik

Humor Sekaligus Horror Statistik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist