Jakarta, Fusilatnews.–– Baharudin Aritonang, seorang tokoh Alumni HMI Jogja, mengharapkan agar Yayasan Amal Insani yang kini dipimpin oleh Ibrohim Ambong, mantan DPR Golkar, tidak melupakan jasa Prof. DR. H. Amin Rais, pencipta Reformasi 1998 yang mengakhiri kezoliman orde baru selama 32 tahun.
Menurut Aritonang, fenomena materialisme mempengaruhi pilihan antara penyumbang terbanyak seperti Akbar Tanjung versus Ketua Umum Golkar. Dia juga mencatat pengalaman pribadinya sebagai penggagas Penataran P4 dari HMI UGM yang terpilih sebagai DPR Golkar di Sumut dengan biaya yang minim dan masuk BPK gratis.
Testimoni tersebut disampaikan oleh Bahrudin Aritonang saat acara Halal bil Halal Yayasan Amal Insani yang dihadiri oleh sejumlah tokoh Alumni HMI Jogja. Acara tersebut juga dihadiri oleh Zulfikar Arse Presidium Nasional KAHMI (Korps Alumni HMI) yang juga merupakan DPR Golkar, serta Pencramah Ronny Setiawan dan Panitia Boris Harahap. Acara ini juga menjadi momen untuk membagikan quota beasiswa untuk 15 kampus di Masjid Baiturohman MPR Jakarta.
Sekjen Kahmi Nasional, Syamsul Komar, dalam sambutannya menyatakan bahwa Yayasan Amal Insani juga dapat memberikan kontribusi bagi Alumni HMI di wilayah lain. Contohnya adalah Kahmi Jember yang memiliki prestasi terbaik dalam menampung diklat kemampuan kader HMI dengan tahfiz Quran sebagai syarat untuk menjadi pengurus HMI.
Halal bil halal menjadi budaya kebanggaan RI yang tidak dimiliki oleh negara lain, yang merupakan sarana saling memaafkan dan melunakkan kebuntuan silaturahmi dari dosa pribadi seperti berghibah dan hasad. Halal bil Halal Kahmi sendiri menjadi salah satu yang paling intensif di seluruh Jatim, dan Kahmi Nasional mengadakannya di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, pada tanggal 8 Mei 2024 malam.

























