• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BAHASA POLITIK DIBALIK KENAIKAN HPP GABAH DAN BERAS

by
January 8, 2025
in Economy, Feature
0
Di Tengah Klaim Pemerintah Terkait Kecukupan Stok, Harga Beras Terus Melonjak
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Bahasa politik adalah cara berkomunikasi yang digunakan oleh pelaku politik, seperti pemimpin, politisi, atau aktivis, untuk menyampaikan pesan, gagasan, dan kebijakan kepada masyarakat, lawan politik, atau konstituen. Setidaknya ada 5 karakter bahasa politik yang sering disampaikan para aktor politik dalam mengutarakan pesan-pesan politiknya.

Ke 5 karakter itu adalah :
1. Retorika dengan menggunakan kata-kata yang persuasif untuk mempengaruhi opini.
2. Simbolik dengan menggunakan simbol, logo, atau slogan untuk mengidentifikasi diri.
3. Ideologis dwngan mengemukakan pandangan dan prinsip politik.
4. Strategis dwngan menyampaikan pesan untuk mencapai tujuan politik.
5. Emosional dengan menggunakan emosi untuk mempengaruhi opini.

Atas ganbaran karakter demikian maka fungsi penting bahasa politik adalah komunikasi dengan menyampaikan kebijakan dan gagasan; persuasi dengan nempengaruhi opini masyarakat; legitimasi: Membenarkan kekuasaan atau kebijakan; mobilisasi dengan menggerakkan dukungan dari masyarakat dan negosiasi lewat mencapai kesepakatan dengan lawan politik.

Dalam kaitannya dengan pemberlakuan kenaikan HPP Gabah yang dimulai per 15 Januari 2025, bahasa politik yang sering digaungkan Pemerintah adalah demi perbaikan kesejahteraan petani. Pemilihan kata “sejahtera”, tentu bisa dipahami, karena pada suasana sejahtera itulah, persoalan lahir batin manusia akan terselesaikan.

Sekalipun terjadi perdebatan terkait dengan peningkatan HPP Gabah sebesar Rp. 500,- per kg, namun Pemerintah sepertinya sudah final dengan angka kenaikan sebesar itu. Organisasi petani sekelas SPI mengusulkan agar kenaikan HPP Gabah ini sebesar Rp. 1000,- sehingga jadi Rp. 7000,- per kg. Dengan kenaikan sebesar itu, petani akan mendapat penghasilan yang lebih baik.

Betul ! Kenaikan HPP Gabah akan berdampak pada kenaikan harga beras di pasar. Kebiasaannya Penerintah akan menetapkan HPP Beras sekitar dua kali lipat dari kenaikan HPP Gabah. Kalau HPP Gabah naik Rp. 500,- per kg, maka kenaikan HPP Berasnya sebesar Rp. 1000,-, sehingga harga beras menjadi Rp. 13.000,- per kg dari semula Rp. 12.000,- per kg.

Catatan kritisnya adalah bagaumana dengan kemampuan daya beli masyarakat, khususnya mereka yang kurang diuntungkan dengan adanya pembangunan ? Apa upaya nyata Pemerintah untuk mendongkrak daya beli mereka, sehingga tidak kesulitan menghadapi kenaikan pangan pokok ? Inilah “pe-er” penting yang harus secepatnya disiapkan Pemerintah.

Pemerintah yang piawai, tentu akan mencari bahasa yang cukup relevan dengan suasana kebatinan dikalangan para petani. Pengemasan bahasa politik seperti ini menjadi tugas penting Pemerintah dalam mensosialisasikan kenaikan HPP Gabah dan Beras ini kepada publik, utamanya para petani padi. Petani penting diyakinkan, kenaikan HPP Gabah tersebut akan mampu memberi berkah kehidupan.

Selama ini, kenaikan HPP Gabah dan HPP Beras, digarap dalam “satu paket” perhitungan. HPP Gabah lebih diarahkan pada upaya perbaikan kualitas hidup petani selaku produsen sedangkan HPP Beras disiapkan untuk tidak memberatkan masyarakat selaku konsumen. Pertanyaannya bagaimana dengan nasib dan kehidupan petani yang tergolong sebagai “net consumers” ?

Semakin banyaknya jumlah petani yang pantas disebut net consumers, sepertinya menjadi soal tersendiri dalam kehidupan petani di negeri ini. Net consumer adalah istilah yang merujuk pada seseorang atau kelompok yang pengeluarannya lebih besar daripada pendapatannya. Sebagai contoh, petani bisa dikategorikan sebagai net consumer karena mereka mengonsumsi beras lebih banyak daripada yang mereka panen.

Men8ngkatnya petani yang net consumer dapat dipahami seiring dengan semakin memudarnya budaya lumbung pangan di masyarakat. Gaya hidup yang konsumtif, membuat saat panen tiba, jarang sekali petani yang menyisihkan hasil panennya untuk disimpan dalam lumbung. Kini, umumnya petani akan menjual seluruh hasil panennya demi mendapatkan “cuan” sebanyak-banyaknya.

Perubahan perilaku petani yang demikian, dalam jangka panjang, jelas akan merugikan. Petani saat panen akab menjual gabah yang dupanen dengan harga relatif murah, mengingat ada oknum-oknum yang doyan menekan harga gabah petani. Lalu, pada saat tertentu petani harus membeli beras dengan harga yang cukup mahal.

Setahun terakhir ini, memang ada yang disebut dengan Program Bantuan Beras Langsung, sejumlah 10 kg per bulan, sehingga keluarga penerima manfaat tidak perlu membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari. Namun apa jadinya, kalau Pemerintah menghentikan program tersebut ? Jika tidak ada perbaikan daya beli, dari mana mereka akan memperoleh beras ?

Kenaikan HPP Gsbah dan Beras, tak lama lagi bakal diberlakukan. Badan Pangan Nasional terlihat sibuk menyiapkan regulasinya. Walau mengundang perdebatan, kenaikan HPP Gabah diharapkan mampu memperbaiki tingkat kesejahteraan petani. Kita berharap Pemerintah telah serius menghitung angka kenaikan HPP Gabah, sehingga petani semakin bergairah untuk menanam padi.

Hanya, perlu diantisipasi, bila kenaikan HPP Gabah sebesar Rp.500,- per kg ini tidak memuaskan petani. Kita harus terima dengan lapang dada, sekiranya petani menunggalkan usahatani padi untuk beralih ke komoditas lain, yang secara ekonomis lebih menguntungkan. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Benarkah PSSI Pilih Penjudi Jadi Pelatih?

Next Post

Usia Pensiun Pekerja Indonesia Naik Jadi 59 Tahun Mulai 2025

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Kemenpan RB Akan Terbitkan Sistem Penggajian Baru ASN PNS dan PPPK.

Usia Pensiun Pekerja Indonesia Naik Jadi 59 Tahun Mulai 2025

Merasa Sedih, Istri Hakim Pembebas Ronald Tannur,  Lihat Saldo ATM  Miliknya  Nol

Merasa Sedih, Istri Hakim Pembebas Ronald Tannur, Lihat Saldo ATM Miliknya Nol

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...