Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Sekretaris Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN)
Jakarta – Jenis mencari jenis. Emas mencari emas. Loyang mencari loyang. Penjudi mencari penjudi.
Demikianlah. Sepakbola Indonesia yang kerap diwarnai judi pun mencari pelatih yang suka berjudi: Patrick Kluivert.
Pelatih sepakbola asal Belanda itu dikabarkan sudah menandatangani kontrak dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Ia akan menggantikan Shin Tae-yong (STY) asal Korea Selatan yang telah dipecat PSSI, Senin (6/1/2025), seperti diumumkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
STY memang gagal bersama Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2024. Langkah Timnas Indonesia di turnamen yang dulu bernama Piala AFF ini terhenti pada babak penyisihan Grup B. Garuda hanya mampu mendapatkan empat poin dari empat pertandingan yang dijalani.
Timnas Indonesia hanya menang melawan Myanmar, imbang kontra Laos, serta kalah dari Vietnam dan Filipina.
Semua itu, kata Erick Thohir, menjadi bagian evaluasi pihaknya kepada STY.
ASEAN Cup 2024 hanya sebagai landasan bagi STY untuk fokus ke SEA Games 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
PSSI, kata Erick Thohir, perlu pembaruan dalam kepemimpinan demi mendukung strategi yang lebih solid, komunikasi yang efektif, serta implementasi yang maksimal di lapangan.
STY menangani Timnas Indonesia sejak Desember 2019, dan sedianya kontraknya baru akan berakhir pada 2027. Tapi apa daya. Ketika PSSI memutuskan kontrak di tengah jalan, STY pun harus hengkang.
Selama lima tahun menjadi juru taktik Timnas Indonesia, dikutip dari sejumlah sumber, STY telah membawa banyak perubahan positif dan meraih berbagai penghargaan prestisius. Mantan pemain Timnas Korsel itu terkenal dengan strategi modern dan pendekatan disiplin yang kuat.
Di bawah kepelatihannya, Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa pencapaian signifikan antara lain menjadi “runner up” Piala AFF 2020.
Lalu, Juni 2022, Indonesia lolos ke Piala Asia 2023, mengakhiri penantian panjang 16 tahun. Kemenangan bersejarah 2-1 atas Kuwait, diikuti kemenangan telak 7-0 komtra Nepal di laga terakhir, memastikan tiket Indonesia ke putaran final kompetisi Piala Asia 2023.
Sukses berlanjut dengan membawa Timnas U-23 untuk pertama kalinya lolos ke Piala Asia U-23 AFC 2024. Timnas bahkan berhasil mencapai semifinal dan meraih peringkat keempat.
Pada Juni 2024, STY kembali mencatatkan sejarah dengan memimpin Indonesia lolos untuk pertama kalinya ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 (AFC). Prestasi ini sekaligus membawa Indonesia otomatis lolos ke Piala Asia AFC 2027 tanpa melalui babak kualifikasi.
Lepaskan Kuda dapat Keledai
Dikutip dari suara.com, Senin (6/1/2025), yang melansir dari laporan Bleacherreport, pada 2017 Kluivert sempat diterpa kabar miring. Ia disebut-sebut berutang 1 juta euro kepada geng kriminal untuk judi. Kluivert dikabarkan kecanduan judi.
Bila berita itu benar, dan bila benar pula Kluivert dipilih sebagai Pelatih Timnas Indonesia, bagaimana bisa itu terjadi?
Sekali lagi, jenis mencari jenis, seperti filosofi Tiongkok. Penjudi mencari penjudi, karena ada “chemistry” atau kesenyawaan di antara keduanya.
Diberitakan, medio Desember 2023 lalu, Polri dan PSSI bekerja sama mengungkap kasus judi bola yang memiliki omset hingga Rp481 miliar.
Awal 2019 lalu, Wakil Ketua Satgas Anti-Mafia Sepakbola Brigjen Pol Krishna Murti mengatakan, ada perjudian di pertandingan sepakbola Indonesia. Kabar itu ia dapatkan dari keterangan tersangka kasus pengaturan skor pertandingan atau “match fixing”, yakni Vigit Waluyo.
Artinya, sepakbola Indonesia diliputi perjudian.
Bagaimana bisa pembaruan dalam kepemimpinan demi mendukung strategi yang lebih solid, komunikasi yang lebih efektif, dan implementasi yang maksimal di lapangan, sebagaimana dimaksud Erick Thohir dipercayakan kepada seorang penjudi?
PSSI pun akan ibarat melepaskan seekor kuda untuk ditukar dengan seekor keledai.
Jika benar Kluivert menjadi Pelatih Timnas Indonesia, jangan-jangan “match fixing” akan kembali marak. Bisa jadi ia akan mudah “dibeli” pihak lawan.
Atau justru melalui para penjudi itulah maka Timnas Indonesia akan dapat masuk Piala Dunia 2026?
Ada rumor sepakbola, baik domestik maupun dunia, dikuasai oleh para penjudi. Merekalah yang konon mengendalikan kulit bundar berputar.























