Jakarta-Fusilatnews – Ada banyak nama Basuki. Ada Basuki Tjahaja Purnama, bekas Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Ahok. Ada Basuki Hadi Moeljono, bekas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang kini menjabat Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Ada Basuki pemeran Karyo dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang kini sudah almarhum. Ada Yayuk Basuki, mantan petenis profesional.
Basuki, dari bahasa Jawa yang berarti sukses, memang banyak dipakai orangtua untuk menamai anaknya, terutama orang Jawa.
Tapi Basuki ini lain daripada Basuki-Basuki lainnya yang berkonotasi positif. Basuki ini berkonotasi negatif. Dialah Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Basuki yang selama lima tahun terakhir tinggal seatap tanpa ikatan pernikahan yang sah alias kumpul kebo dengan Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang yang cantik itu.
Diketahui, Levi ditemukan tewas di sebuah kamar kos hotel atau kostel di Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/11/2025).
Jazad dosen cantik itu ditemukan terbujur di lantai kamar tanpa busana dan dari hidung dan telinganya serta organ intimnya keluar darah. Dari hasil otopsi sementara, Levi diketahui mengalami pecah pembuluh darah jantung akibat aktivitas yang berlebihan. Levi punya riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan kadar gula darah naik-turun.
Basukilah orang pertama yang menemukan jazad Levi kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Mulanya, Basuki mengelak punya hubungan asmara dengan Levi. Ia mengaku hanya bersimpati kepada Levi setelah perempuan cantik itu dintinggal mati orangtuanya, sehingga Basuki pun ikut membiayai wisuda doktor atau S3 Levi.
Namun akhirnya Basuki mengakui berpacaran dan tinggal seatap dengan Levi sejak 2020. Bahkan nama Levi dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) Basuki dengan status sebagai saudara.
Akibat perbuatannya itu, Basuki dipecat dari keanggotaan Polri dan jabatannya di Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah Bagian Pengendalian Massa (Dalmas), karena terbukti melakukan pelaggaran kode etik berat berupa kesusilaan. Basuki pun langsung ditahan atau ditempatkan di tempat khusus atau patsus.
Kini, polisi sedang menyelidiki apakah Basuki terlibat dalam kasus kematian Levi atau tidak. Jika terlibat, ia akan diproses pidana.
Perempuan Dilahirkan untuk Digombal
Pertanyaannya, mengapa Levi yang cantik dan pintar itu, bahkan bergelar doktor, mau kumpul kebo bersama Basuki?
Pertama, mungkin ia tak berdaya setelah dibujuk rayu oleh Basuki, sehingga benar sebuah ungkapan yang mengatakan: perempuan dilahirkan untuk digombal!
Kedua, mungkin Levi terancam atau terintimidasi. Levi terjebak dalam situasi di mana ia tak bisa melarikan diri. Apalagi Basuki seorang polisi.
Ketiga, mungkin Levi benar-benar cinta kepada Basuki. Kalau enggak cinta, bagaimana mungkin lelaki dan perempuan itu tinggal seatap selama lima tahun?
Benar kata orang. Cinta itu buta. Ketika cinta sudah bicara, maka seseorang bisa kehilangan logika. Levi yang cantik dan pintar itu pun bisa lumpuh otaknya.
Dengan paras yang cantik dan otak yang pintar serta status sosial yang tinggi sebagai dosen, maka tak terlalu sulit bagi Levi untuk mencari suami yang sepadan atau representatif. Dalam arti lajang, punya pekerjaan, status sosial dan ekonomi mapan.
Akan tetapi ya itu tadi, mungkin Levi terjebak rayuan gombal, terancam, cinta buta, atau bucin (budak cinta), sehingga mengalahkan logika. Bahkan iman pun bisa kalah oleh cinta.

























