• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Balada Tinggal di Kamar Kost Sempit

fusilat by fusilat
June 7, 2025
in Cross Cultural, Feature
0
Balada Tinggal di Kamar Kost Sempit
Share on FacebookShare on Twitter

Di sebuah sudut restoran cepat saji di bilangan Jakarta Pusat, waktu hampir menginjak tengah malam. Lampu neon menyala dingin di langit-langit, menerangi meja-meja kosong yang mulai lengang ditinggal pelanggan. Aku duduk sendirian, mengaduk kopi sachet yang terasa terlalu manis, menunggu hujan reda agar bisa kembali mengemudi pulang ke Depok.

Seorang karyawan perempuan datang merapikan meja di dekatku. Umurnya mungkin dua puluhan, wajahnya letih tapi tetap ramah. Kami mulai bercakap ringan.

“Sudah malam, Mbak. Nanti pulangnya aman?” tanyaku.

Dia tersenyum. “Aman, Pak. Saya tinggal di Cikini, deket kok.”

Aku tertegun sejenak. “Cikini? Wah, keren dong. Daerah mahal itu. Saya aja tinggal di Depok. Rumah di sana masih bisa kebeli.”

Dia tertawa kecil. “Waduh, saya cuma ngekost, Pak. Bertiga sekamar. Supaya kuat bayar sewa, dua setengah juta sebulan.”

“Ukuran kamar berapa?”

“Dua setengah kali tiga meter, Pak. Tapi cukup, asal akur.”

Aku ikut tertawa. “Cewek semua, kan?”

Dia mengangguk, wajahnya tampak ringan. Tapi di balik tawa itu, aku menangkap sorot mata yang menyimpan kenyataan: bahwa hidup di Jakarta bukan sekadar tentang bertahan, tapi juga berdamai dengan sempitnya ruang dan besarnya mimpi.


Di tempat lain, di gang sempit yang hanya bisa dilalui satu sepeda motor, kamar-kamar kost berdempetan, seperti petak-petak sarang lebah. Isinya manusia. Tiga, kadang lima dalam satu ruangan 2×3 meter. Ada kasur lipat, rak plastik, kipas angin tua, dan gantungan pakaian yang menumpuk bau keringat dan harapan.

Itulah Jakarta. Megapolitan yang menjanjikan banyak hal, tapi menyediakan begitu sedikit ruang untuk bernapas.

Pemerintah bicara tentang subsidi rumah. Ukuran 28 sampai 30 meter persegi. Orang-orang menyebutnya “kandang ayam”. Tapi bagi para penghuni kamar kost sempit, kandang itu mungkin lebih baik dari sangkar mereka sekarang.

“Kalau rumahnya di Cikini, atau dekat Sarinah, terus harganya 160 juta, saya beli, Pak!” kata Mbak karyawan itu, matanya berbinar.

Tentu. Karena harga tanah di sana sudah seperti mimpi — satu meter saja bisa setara harga satu sepeda motor. Dengan 160 juta, jangankan beli rumah, beli tanah 10 meter saja sudah seperti menukar emas dengan debu.

Tapi lalu bagaimana?


Orang bilang solusinya adalah rumah susun, apartemen subsidi. Di atas kertas, semua tampak logis. Lahan sempit? Bangun ke atas. Tapi realitanya 75% dari hunian tinggi itu kosong. Bukan cuma karena mahal, tapi juga karena rasa takut: takut gempa, takut terjebak saat kebakaran, takut tinggal dalam kotak tinggi yang asing dan dingin.

“Takut, Pak. Tinggal di apartemen itu kayak masuk peti. Kalau mati lampu, susah. Kalau banjir, mati kutu. Kalau gempa, habis.”

Begitu kata seorang teman. Dan aku mengangguk.


Mungkin solusinya adalah rumah tapak. Kecil, mungil, sempit, tapi membumi. Dua lantai. Kredit ringan. Bisa dicicil sejuta rupiah per bulan. Jika berdiri di Jakarta — atau minimal di tepiannya — rumah seperti ini akan diburu seperti sembako murah.

Atau, jika memang tak bisa, kembalikan program transmigrasi. Mereka yang tak sanggup bertahan di kota bisa memilih hidup baru di tempat yang lapang. Dengan rumah luas dan sawah lebar. Hidup tak harus selalu bertarung di ibu kota.


Malam makin larut. Mbak karyawan berpamitan pulang. Aku menatap punggungnya yang menjauh, lalu menatap lampu kota yang berkedip samar di kejauhan.

Jakarta, kadang terlalu sempit untuk manusia, tapi terlalu luas untuk harapan yang tak pernah diurus negara.

Balada kamar kost sempit itu bukan hanya tentang ukuran ruang, tapi tentang ruang hidup yang sempit di negeri yang terlalu sibuk membangun gedung, dan lupa membangun manusia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

450 Rumah di Kapuk Muara, Ludes Ditelan Kobaran Api

Next Post

The Last Samurai dari Istana: Ketika Buzzer Berpaling, Ngabalin dan Irma Tetap Berdiri

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
The Last Samurai dari Istana: Ketika Buzzer Berpaling, Ngabalin dan Irma Tetap Berdiri

The Last Samurai dari Istana: Ketika Buzzer Berpaling, Ngabalin dan Irma Tetap Berdiri

IJASAH, ANTI-INTELEKTUALISME DAN KRISIS KEPEMIMPINAN INTELEKTUAL

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist