• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Bandara Morowali: Enklave Penjajahan yang Diresmikan di Era Jokowi, Dibongkar Prabowo

fusilat by fusilat
November 26, 2025
in Crime, Feature
0
Bandara Morowali: Enklave Penjajahan yang Diresmikan di Era Jokowi, Dibongkar Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Enam tahun lalu, 24 Oktober 2019, Presiden Jokowi tersenyum lebar di depan kamera sambil berkunjung ke Morowali, Sulawesi Tengah meresmikan bandara Maleo di Bumi Raya, tapi tak jauh dari kawasan itu, 85 km di Bahodopi, dibangun bandara IMIP yang beroperasi sejak 2019(era Jokowi), dan diresmikan oleh perusahaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), bukan oleh Jokowi secara pribadi.

Konon ini bandara khusus untuk mendukung hilirisasi nikel. Dan mustahil jika presiden saat itu tidak mengetahuinya.

Enam tahun kemudian, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengucapkan kalimat yang seharusnya diucapkan sejak 2019:
“Tidak boleh ada negara di dalam negara!”

Karena selama enam tahun itu, Bandara IMIP Morowali bukan bandara biasa. Ia adalah enklave asing di tengah Republik Indonesia:
– Tidak ada petugas Bea Cukai.
– Tidak ada petugas Imigrasi.
– Tidak ada catatan resmi tentang siapa yang datang, apa yang dibawa, dan berapa yang dibawa keluar.
Pesawat kargo China mendarat malam-malam, memuat nikel dan produk smelter, lepas landas sebelum subuh. Ribuan tenaga kerja asing masuk tanpa visa ketat. Semua dilindungi undang-undang: Pasal 9 UU Penerbangan 2009, PP 70/2013 tentang bandara khusus, serta Perpres Proyek Strategis Nasional. Dan di atas segalanya, ibu dari semua celah: Pasal 33 ayat (5) UUD 1945.

Selama enam tahun, kawasan seluas 4.000 hektare itu dikuasai Tsingshan Steel dan mitra oligarki lokal. Indonesia hanya mendapat royalti 2–3 persen, listrik murah dari PLTU batubara, serta limbah B3 yang membunuh Teluk Tomori dan membahayakan kesehatan warga Morowali.

Kini tiba-tiba semua marah. TNI menggelar latihan perebutan pangkalan udara. DPR berencana melakukan kunjungan kerja. Media ramai-ramai menjadikan ini headline.
Tapi maaf, kemarahan ini sudah terlambat enam tahun.

Enam tahun itu berapa triliun rupiah nikel yang bocor dibawa kabur keluar negeri?
Enam tahun itu siapa yang mengambil keuntungan di dalam negeri?
Enam tahun itu berapa desa yang lautnya mati?
Enam tahun itu berapa nyawa warga lokal yang direnggut polusi?

Jika Presiden Prabowo Subianto benar-benar ingin menutup kebocoran, maka tindakan tegas harus diambil secepatnya:
1. Tutup bandara tersebut hingga otoritas negara masuk penuh.
2. Cabut status “bandara khusus” yang membebaskan pengawasan.
3. Selidiki perijinan PT IMIP.
4. Buka seluruh data lalu lintas udara dan kargo enam tahun terakhir.
5. Revisi UU turunan Pasal 33 ayat (5) yang telah menjadikan konstitusi kita sebagai karpet merah bagi penjajah berkedok investor.

Tanpa langkah-langkah itu, latihan TNI dan pernyataan keras hanyalah teater politik biasa: ibarat hanya ganti satpam penjaga gerbang, tapi pemilik gerbangnya tetap sama.

Bandara Morowali adalah cermin paling nyata dari penjajahan asimetris abad ke-21:
Diresmikan dengan senyum mengembang,
dibiarkan enam tahun, tanpa pengawasan negara, lalu “dibongkar” dengan kemarahan.

Sampai kapan kita mau terus menjadi penonton setia drama yang sutradaranya sudah kita kenali sejak lama?

(Malika’s Insight 24 November 2025)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

REPUBLIK MOROWALI: NEGARA DALAM NEGARA YANG DIRESMIKAN JOKOWI

Next Post

Orkestra Polarisasi: Ketika Lima Kejutan Bekerja dalam Satu Desain Kekuasaan

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post

Orkestra Polarisasi: Ketika Lima Kejutan Bekerja dalam Satu Desain Kekuasaan

Menghirup Racun yang Tak Terlihat: Bahaya Pembakaran Sampah Plastik bagi Kesehatan Publik

Menghirup Racun yang Tak Terlihat: Bahaya Pembakaran Sampah Plastik bagi Kesehatan Publik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...