• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Bangsa Ini Tersesat karena Ulah – “Ijazah Palsu”

Ali Syarief by Ali Syarief
April 1, 2025
in Crime, Feature
0
Bangsa Ini Tersesat karena Ulah – “Ijazah Palsu”
Share on FacebookShare on Twitter

Diskursus mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo tampaknya semakin berlarut-larut tanpa titik terang. Seharusnya, perkara ini bisa diselesaikan dengan sangat sederhana: Jokowi cukup membawa ijazah aslinya dan memperlihatkannya kepada para wartawan. Namun, hingga kini hal tersebut tidak dilakukan. Sikap ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Jika memang memiliki ijazah yang asli, mengapa enggan menunjukkannya? Absennya tindakan ini justru memperkuat dugaan bahwa Jokowi memang tidak memiliki ijazah yang sah.

Kasus ini pertama kali mencuat melalui Bambang Tri Mulyono, seorang peneliti yang berani mengungkap dugaan tersebut ke publik. Akibatnya, ia kini mendekam dalam tahanan. Tidak hanya Bambang Tri, tokoh lain seperti Gus Nur juga mengalami nasib serupa. Ketika kebenaran ingin ditegakkan, mereka yang berupaya membongkar justru dibungkam dengan berbagai dalih hukum.

Belakangan, muncul lagi testimoni yang menyatakan bahwa 1000 miliar persen diyakini ijazah serta skripsi milik Jokowi adalah palsu. Klaim ini didasarkan pada analisis berbagai dokumen dan kesaksian orang-orang yang pernah berinteraksi dengan latar belakang akademik Jokowi. Rekan-rekan dari TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) telah berulang kali membawa kasus ini ke ranah hukum, tetapi selalu menemui jalan buntu. Bahkan, meskipun hakim tidak meminta jaksa untuk menghadirkan ijazah asli, putusan Pengadilan Negeri (PN) tetap tidak mampu memberikan penyelesaian yang benar-benar tuntas.

Dari perspektif hukum, dugaan pemalsuan ijazah ini harusnya bisa ditindak berdasarkan Pasal 263 KUHP yang menyatakan bahwa “Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan kerugian, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun.” Selain itu, Pasal 266 KUHP juga relevan karena mengatur tentang penggunaan surat palsu dalam dokumen resmi. Jika benar dugaan ini terbukti, maka ada konsekuensi hukum yang seharusnya ditegakkan tanpa pandang bulu.

Ketidaktegasan hukum dalam menangani kasus ini bukan sekadar persoalan individu, tetapi lebih jauh menunjukkan betapa lemahnya sistem keadilan di negeri ini. Seorang kepala negara yang mestinya menjadi teladan dalam kejujuran dan transparansi justru enggan membuka dokumen yang seharusnya menjadi bukti paling mendasar atas kredibilitasnya. Jika pemimpin tertinggi dalam suatu negara tidak bisa menunjukkan keabsahan pendidikannya, bagaimana bisa bangsa ini berharap pada sistem yang adil dan transparan?

Dampak dari polemik ini lebih luas daripada sekadar perdebatan akademik. Kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan, hukum, dan demokrasi semakin terkikis. Jika seorang pemimpin dapat lolos dengan dugaan ijazah palsu, maka tidak mengherankan jika korupsi, nepotisme, dan berbagai bentuk penyimpangan lainnya merajalela tanpa hambatan berarti. Bangsa ini seperti sedang tersesat dalam pusaran kepalsuan, di mana kebenaran dapat dikaburkan dengan propaganda dan kekuasaan.

Dalam dunia yang semakin transparan dengan kemajuan teknologi informasi, seharusnya tidak ada lagi ruang bagi pemalsuan dokumen, apalagi oleh seorang pemimpin negara. Fakta bahwa persoalan ini dibiarkan menggantung tanpa penyelesaian menunjukkan bahwa ada sesuatu yang sedang ditutupi. Jika hukum tetap abai dan publik tetap bungkam, maka kita sedang berjalan menuju kehancuran moral dan integritas bangsa.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Thomas Jefferson, “When injustice becomes law, resistance becomes duty.” Sejarah telah mengajarkan bahwa kebenaran, betapapun ditekan, pada akhirnya akan muncul ke permukaan. Mungkin tidak hari ini, tetapi kelak kebenaran akan menemukan jalannya sendiri. Dan saat itu terjadi, rakyat Indonesia akan melihat dengan jelas siapa yang selama ini berbohong dan siapa yang telah dikorbankan demi menutupi kebohongan tersebut.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo dan Tantangan Jokowi: Ujian Kebenaran atau Benturan Kepentingan?

Next Post

Dua Kubu Kepentingan Bertemu Pada Sosok Didit Prabowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun
Crime

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Next Post
Dua Kubu Kepentingan Bertemu Pada Sosok Didit Prabowo

Dua Kubu Kepentingan Bertemu Pada Sosok Didit Prabowo

Gibran Sudah Bertemu Puan, Dicalonkan Golkar sebagai Cawapres Prabowo

Kualitas Otak Wakil Presiden Gibran: Sebuah Pertanyaan tentang Kapasitas dan Legasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...