Jakarta, Fusilatnews — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis, sebanyak 105 orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana alam yang melanda Sumatera Utara dan Sumatera Barat, hingga Jumat (28/11/2025) pukul 12.00 WIB. Untuk wilayah Aceh, data korban jiwa dan orang hilang masih dalam proses pendataan lapangan.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung di tiga provinsi terdampak, dengan pengerahan hampir 2.000 personel SAR, serta dukungan 105 orang tewas merupakan angka gabungan sementara dari Sumut dan Sumbar. “Petugas masih bekerja di Aceh untuk memastikan validasi data korban dan situasi dampak,” ujarnya dalam rilis resmi lembaga.
Sebanyak hampir 2.000 personel dikerahkan untuk proses evakuasi dan pencarian di ketiga wilayah tersebut. Selain tim SAR, dukungan lintas sektor juga diturunkan untuk mempercepat respons darurat.
Sumatera Utara: 83 Tewas, 81 Orang Masih Dicari
Berdasarkan laporan dari Kantor SAR Medan dan SAR Nias, Basarnas mencatat:
83 orang meninggal dunia
81 orang masih dalam pencarian
Korban jiwa terbanyak tercatat di:
Tapanuli Tengah: 34 orang tewas
Kota Sibolga: 30 orang tewas
677 warga berhasil dievakuasi, termasuk dari desa-desa yang terisolasi
677 orang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan SAR
677 warga berhasil dievakuasi merupakan prioritas operasi di kantong wilayah terparah
677 orang berhasil dievakuasi langsung oleh tim evakuasi
Kondisi geografis memperberat akses pertolongan di sejumlah desa terisolasi, memaksa warga menempuh perjalanan berjam-jam mencari bantuan, termasuk berjalan kaki menyusuri jalur darurat yang masih tersisa akibat banjir bandang dan putusnya akses jalan.
Sumatera Barat: 22 Tewas, 12 Masih Dicari, 29.152 Dievakuasi
Dampak bencana di Sumatera Barat, berdasarkan pendataan Kantor SAR Padang, mencatat:
22 orang meninggal dunia
12 orang masih dalam pencarian
Korban jiwa terbanyak berada di:
Kabupaten Agam: 10 orang tewas
29.152 warga telah dievakuasi
29.152 warga telah dievakuasi merupakan total kumulatif dari titik-titik pengungsian provinsi
29.152 orang menyelamatkan diri ke pos pengungsian di berbagai kabupaten/kota
29.152 warga dipindahkan oleh tim evakuasi dan relawan ke tempat aman
Selain korban jiwa, ribuan keluarga mengungsi akibat limpasan sejumlah sungai dan longsor susulan. Syafii menegaskan, intensitas hujan yang masih tinggi berpotensi memperlambat operasi dan meningkatkan risiko, sehingga standar kehati-hatian menjadi prioritas utama.
Aceh: Korban Jiwa Masih Didata, 645 Orang Dievakuasi
Di Aceh, hingga kini Basarnas melaporkan:
Korban meninggal dan hilang masih dalam proses pendataan
645 orang telah berhasil dievakuasi
645 orang telah berhasil dievakuasi dilakukan melalui operasi SAR setempat
645 warga diselamatkan oleh tim gabungan evakuasi di zona banjir
645 orang dipindahkan dari area berisiko ke pos aman dan medis
645 warga berhasil diangkut dari lokasi terisolasi oleh petugas SAR
Pengungsi terbanyak tercatat di:
Aceh Utara: 3.507 orang
Aceh Timur: 2.456 orang
Alat Berat, Udara, hingga Internet Satelit Dilibatkan
Upaya pertolongan melibatkan sejumlah alat evakuasi dan pemantauan berupa:
Helikopter SAR
Ekskavator
Perahu karet
Drone pemantauan udara
Starlink untuk dukungan komunikasi dan data di wilayah minim sinyal
Beberapa moda tambahan juga telah bergerak menuju lokasi bencana:
Kapal Negara (KN) SAR Purworejo berangkat dari Sumut dan Sumbar menuju Lhokseumawe, membawa:
30 personel SAR
12 perahu karet
2 unit Starlink
Helikopter HR-3604 akan diterbangkan ke Sumbar untuk menyisir permukiman terdampak banjir
Risiko Lanjutan Masih Mengintai
Basarnas menyebut, operasi masih dibayangi sejumlah tantangan:
Curah hujan tinggi
Debit sungai meningkat
Akses jalan tertutup material longsor
Warga masih terjebak di daerah terisolasi
Syafii berharap kolaborasi lintas lembaga diperkuat dan risiko mitigasi ditingkatkan. Ia meminta:
BMKG melakukan modifikasi cuaca untuk menekan intensitas hujan
Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembersihan akses jalan
Penambahan tim SAR dikirim bertahap, termasuk melalui laut dan udara
“Seluruh langkah ini dirancang untuk mempercepat penanganan, memperluas jangkauan pencarian, dan memastikan masyarakat mendapatkan bantuan secara cepat dan aman,” ujar Syafii mengakhiri pernyataannya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di tiga provinsi, dengan fokus penyisiran wilayah pemukiman, aliran sungai, serta kantong desa terparah terdampak banjir bandang dan longsor.

























