Cianjur, Fusilatnews.–– Banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya yang melanda 18 kecamatan di Kabupaten Cianjur telah memengaruhi kehidupan ribuan warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur mencatat, sebanyak 2.760 jiwa terdampak, dan 777 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Asep Kusmana Wijaya, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan deras yang berlangsung sejak awal Desember. “Banjir, pergeseran tanah, longsor, dan jalan amblas terjadi di sejumlah tempat, menyebabkan 439 rumah rusak, 357 rumah terancam, serta kerusakan pada 83 titik infrastruktur jalan, 4 saluran irigasi, dan 9 jembatan,” ujar Asep dalam keterangannya.
Penanganan dan Evakuasi Warga
Asep menambahkan, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja untuk menangani para penyintas, mendistribusikan bantuan logistik dan obat-obatan, serta mendirikan dapur umum dan tenda-tenda darurat. Saat ini, para pengungsi menempati rumah penduduk, aula desa, dan posyandu sebagai tempat penampungan sementara.
“Kami telah berhasil membuka beberapa akses jalan yang sebelumnya tertutup material longsor. Namun, situasi masih sulit mengingat intensitas hujan yang tinggi,” jelasnya.
Wilayah Terdampak dan Imbauan Waspada
Berdasarkan data BPBD, bencana ini melanda 27 titik di 18 kecamatan, termasuk Kadupandak, Cijati, Tanggeung, Agrabinta, Sindangbarang, dan Leles. Ratusan rumah terendam banjir, beberapa di antaranya rusak berat akibat longsor dan pergeseran tanah.
Asep mengimbau warga di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. “Segera mengungsi ke tempat yang aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan,” ujarnya.
Langkah Selanjutnya
Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama BPBD akan terus memantau kondisi terkini, melakukan asesmen wilayah terdampak, dan memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lancar. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat juga dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan bantuan bagi warga terdampak.
Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi fenomena hidrometeorologi yang kerap terjadi di musim hujan.





















