• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Bank Dunia : 60,3 Persen Penduduk Indonesia Hidup dalam Kemiskinan

Ali Syarief by Ali Syarief
April 29, 2025
in Birokrasi, Economy, Feature
0
Ketika Kemiskinan Dibincangkan di Hotel dan Studi Banding

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Pemerintah sibuk memainkan definisi, bukan membereskan realitas.

Bank Dunia kembali menampar angan-angan indah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2025, lembaga itu mencatat bahwa 60,3 persen penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan, jika menggunakan ambang batas negara berpendapatan menengah atas, yaitu US$ 6,85 per kapita per hari atau setara Rp 115.080. Angka ini setara dengan 171,91 juta jiwa dari total penduduk 285,1 juta.

Namun, alih-alih mengevaluasi kondisi struktural yang membuat lebih dari separuh rakyat Indonesia hidup dalam ketidakcukupan, pemerintah memilih berlindung di balik angka bikinan sendiri. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, “Pemerintah punya angka sendiri,” merujuk pada garis kemiskinan nasional versi Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar Rp 595.242 per kapita per bulan—hanya Rp 19.840 per hari.

Angka itu nyaris tak masuk akal. Di kota maupun desa, nominal itu tak cukup menutup biaya makan sederhana, apalagi kebutuhan pendidikan, kesehatan, transportasi, dan tempat tinggal. Namun di mata statistik pemerintah, siapa pun yang hidup di atas angka tersebut dianggap tidak miskin. Di sinilah tragedi bermula: kemiskinan didefinisikan, bukan diatasi.

Definisi yang Menipu

Standar Bank Dunia mengikuti klasifikasi ekonomi. Setelah Indonesia resmi naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas pada 2023 dengan pendapatan nasional bruto (GNI) mencapai US$ 4.580 per kapita, maka standar pengukuran kemiskinan pun berubah. Jika Indonesia tetap memakai ambang batas negara miskin—seperti US$ 2,15 per hari atau US$ 3,65 untuk negara menengah bawah—tentu angka kemiskinan akan terlihat kecil. Tapi itu sama saja dengan berbohong pada diri sendiri.

Maka, ketika pemerintah menolak standar baru dan tetap bertahan pada batas yang terlalu rendah, itu bukan hanya ketidaktahuan. Itu adalah sikap politik yang menyesatkan.

Airlangga menyebut garis kemiskinan nasional “akan ditinjau kembali”, tapi tak memberi kejelasan apakah pemerintah akan beralih ke standar internasional atau kembali merawat ilusi.

Kosmetika Angka, Luka Nyata

Statistik versi BPS yang menyebut angka kemiskinan turun hingga satu digit saban tahun, tak banyak bicara tentang dapur rakyat. Di sisi lain, antrean warga demi sembako murah, ibu rumah tangga yang harus memilih antara lauk dan buku anak, serta anak muda yang merantau bukan demi peluang, melainkan pelarian dari stagnasi—adalah kenyataan harian.

Dalam narasi pembangunan pemerintah, pertumbuhan ekonomi dijadikan alibi untuk menyembunyikan distribusi yang timpang. Padahal, angka PDB dan jalan tol tidak pernah memberi makan langsung rakyat kecil.

Bank Dunia mencatat bahwa meski permintaan domestik dan aktivitas konsumsi menopang pertumbuhan, tanpa reformasi struktural yang menyentuh akar masalah, kemiskinan tetap tinggi. “Pertumbuhan ekonomi perlu didorong dengan reformasi struktural agar tak sekadar menggerakkan angka, tapi juga kehidupan,” tulis laporan itu.

Tertinggal dari Tetangga

Bandingkan dengan Malaysia yang mencatat hanya 1,3 persen penduduk miskin, Thailand 7,1 persen, Vietnam 18,2 persen, dan Filipina 50,6 persen. Indonesia justru berada satu tingkat di atas Laos yang memiliki kemiskinan 68,5 persen. Jika negara ini bersikeras melihat dunia dengan kacamata buram buatan sendiri, kita bukan hanya tersesat, tapi juga menyesatkan generasi mendatang.

Berani Menyebut Miskin Itu Miskin

Pemerintah bisa terus bermain-main dengan garis statistik, tapi perut rakyat tak bisa ditipu. Mengatasi kemiskinan bukan soal angka, tapi keberanian menamai masalah dengan jujur. Kemiskinan itu bukan sekadar soal penghasilan, tapi ketidakmampuan untuk hidup layak.

Jika pemerintah terus bersikukuh dengan standar usang, maka 171 juta rakyat Indonesia akan terus dipaksa merasa cukup dalam kondisi serba kekurangan. Itu bukan hanya kegagalan kebijakan, tapi kejahatan moral dalam tata kelola negara.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Utang yang Membengkak: Berkah atau Bom Waktu?

Next Post

Erick Thohir Bersikap Pesimis Dalam Misi Pemberantasan Korupsi di BUMN, Kecuali Hanya Menekan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Menteri BUMN Erick Thohir Pertontonkan Keberpihakan Secara Terang-terangan Dihadapan Publik

Erick Thohir Bersikap Pesimis Dalam Misi Pemberantasan Korupsi di BUMN, Kecuali Hanya Menekan

Hakim Pembebas Ronald Tannur Klaim Namanya Dijual ke Pengacara

Hakim Pembebas Ronald Tannur Klaim Namanya Dijual ke Pengacara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist