• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Utang yang Membengkak: Berkah atau Bom Waktu?

Ali Syarief by Ali Syarief
April 29, 2025
in Economy, Feature
0
Indonesia Menuju Krisis Ekonomi Sri Lanka?

Ilustrasi Utang Pemerintah (Triyasni)

Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Bank Dunia, melalui laporan Macro Poverty Outlook (MPO) edisi April 2025, kembali menyodorkan cermin. Dalam bayangannya, rasio utang pemerintah Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan naik secara bertahap: dari 40,1 persen pada 2025 menjadi 40,8 persen pada 2026, dan menanjak ke 41,4 persen pada 2027 .

Seperti tak mengejutkan, angka ini sejalan dengan realisasi utang per Januari 2025. Namun, tren kenaikan ini tetap patut dicemaskan. Rasio utang yang terus membesar bukan sekadar barisan angka. Ia menyimpan konsekuensi: dari yang produktif hingga yang menyesakkan.

Di satu sisi, utang bukanlah momok selama dikelola secara bijak. Dalam konteks Indonesia yang tengah membangun Ibu Kota Nusantara, memperkuat infrastruktur, serta menambal defisit fiskal pasca pandemi, utang bisa jadi katalis pertumbuhan. Tak semua utang berdosa; ada utang yang justru menopang distribusi bansos, menjaga daya beli, bahkan merangsang investasi.

Pemerintah pun masih bisa bernapas lega. Dengan rasio di kisaran 40-an persen, posisi Indonesia relatif aman dibandingkan negara-negara maju yang utangnya bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat PDB mereka. Jangankan Amerika Serikat atau Jepang, negara tetangga seperti Malaysia pun memiliki rasio utang yang lebih tinggi. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, rasio utang Indonesia pada akhir Juli 2024 tercatat sebesar 38,68 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas aman 60 persen sebagaimana diatur dalam UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara .

Namun, garis optimisme ini tak boleh membutakan. Naiknya rasio utang juga mengabarkan dua hal: belanja negara yang makin besar tak ditopang oleh penerimaan negara yang memadai, dan kemampuan negara mencetak pertumbuhan yang efektif mulai diragukan.

Dalam jangka panjang, membengkaknya utang berarti beban bunga yang terus menanjak. Data Kementerian Keuangan mencatat pembayaran bunga utang Indonesia mencapai Rp79,3 triliun hingga akhir Februari 2025, dari total anggaran pembayaran bunga utang dalam APBN 2025 sekitar Rp552,85 triliun . Nominal yang setara dengan anggaran pendidikan atau subsidi energi. Bila tidak hati-hati, negara bisa terjebak dalam lingkaran setan: berutang untuk membayar utang.

Yang lebih mencemaskan adalah arah penggunaan utang. Apakah dana itu betul-betul digunakan untuk investasi produktif? Atau justru tersedot untuk proyek-proyek mercusuar yang minim manfaat bagi rakyat kebanyakan? Dalam hal ini, megaproyek IKN menjadi contoh paling kentara. Alih-alih fokus pada pengentasan kemiskinan dan penguatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah justru getol menanam utang untuk memindahkan pusat kekuasaan.

Tak kalah penting, meningkatnya utang terjadi di tengah potret penerimaan pajak yang stagnan dan kepatuhan fiskal yang rendah. Bank Dunia memproyeksikan rasio penerimaan negara Indonesia turun menjadi 11,9 persen terhadap PDB pada 2025, salah satu yang terendah di antara negara-negara berpenghasilan menengah . Ketimpangan juga menjadi bayangan gelap: para pemilik modal makin diuntungkan oleh stabilitas makro, sementara rakyat kecil menanggung inflasi, tarif, dan pungutan.

Utang, pada akhirnya, bukan sekadar tanggungan finansial, melainkan cermin arah kebijakan. Jika negara terus mengandalkan pinjaman untuk menopang belanja, tanpa perbaikan mendasar dalam struktur ekonomi, maka utang itu akan bertransformasi menjadi beban generasi mendatang.

Pemerintah perlu jujur dalam berkaca. Transparansi, akuntabilitas, serta evaluasi atas efektivitas penggunaan utang harus diperkuat. Jangan sampai utang hari ini jadi bom waktu esok hari.

Karena dalam setiap rupiah yang dipinjam, terselip kepercayaan rakyat dan tanggung jawab sejarah.

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BREAKING NEWS: MK Kabulkan Gugatan Warga Karimunjawa, Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE Dipertegas Hanya Berlaku untuk Individu

Next Post

Bank Dunia : 60,3 Persen Penduduk Indonesia Hidup dalam Kemiskinan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Ketika Kemiskinan Dibincangkan di Hotel dan Studi Banding

Bank Dunia : 60,3 Persen Penduduk Indonesia Hidup dalam Kemiskinan

Menteri BUMN Erick Thohir Pertontonkan Keberpihakan Secara Terang-terangan Dihadapan Publik

Erick Thohir Bersikap Pesimis Dalam Misi Pemberantasan Korupsi di BUMN, Kecuali Hanya Menekan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist