• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Bau Amis dari Dapur MBG

fusilat by fusilat
April 15, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Bau Amis dari Dapur MBG

ilustrasi-dapur-bau_

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta — Polemik pengadaan 21.801 unit motor listrik merek Emmo untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat. Bukan lagi sekadar isu viral di media sosial, melainkan bau amis yang semakin menyengat dari dapur Badan Gizi Nasional (BGN). Program bernilai ratusan triliun rupiah ini seharusnya memprioritaskan makanan bergizi yang langsung menyentuh perut anak-anak Indonesia, bukan armada operasional mewah yang “terlanjur” dibeli.

Menurut data resmi BGN, dari target sekitar 25.000–25.644 unit, terealisasi 21.801 unit menggunakan anggaran tahun 2025 dengan nilai total mencapai Rp900 miliar hingga lebih dari Rp1 triliun. Motor-motor tersebut masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan belum didistribusikan secara massal. Pengadaan untuk tahun 2026 pun telah dihentikan menyusul kontroversi yang meledak.

Kepala BGN Dadan Hindayana membela pengadaan ini dengan tegas. Motor trail listrik tersebut, katanya, dibutuhkan untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah pelosok dengan medan berat. Harga per unit diklaim Rp42 juta (di bawah harga pasar Rp52 juta), lebih hemat operasional jangka panjang, serta diproduksi dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 48,5%. “Semuanya sudah masuk dalam DIPA 2025 dan sesuai mekanisme,” ujarnya.

Namun, di sinilah letak persoalan yang paling urgent. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru mengetahui rincian pengadaan tersebut dari pemberitaan dan viral di media sosial. Ia menyatakan pernah menolak usulan serupa tahun lalu karena anggaran MBG harus diprioritaskan untuk makanan, bukan kendaraan operasional. Purbaya menyebut adanya “miskomunikasi” internal dan langsung memotong alokasi anggaran untuk 2026. Sisa dana dari unit yang tidak terealisasi telah dikembalikan ke kas negara.

Kontradiksi kedua pejabat ini terbuka lebar. Dadan Hindayana mengklaim proses berjalan sesuai aturan dan sudah terkoordinasi, sementara Purbaya menyebut sempat menolak dan merasa “kecolongan”. Hingga kini belum ada putusan hukum yang menyatakan siapa yang tidak benar, tetapi fakta perbedaan pernyataan ini sudah cukup merusak kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran negara.

Lembaga pemerintah non-kementerian seperti BGN yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden (berdasarkan Perpres 83/2024) tampak memiliki ruang gerak lebih longgar dalam merealisasikan anggaran existing. Sementara Bendahara Umum Negara baru tersadar belakangan. Ini pola klasik “keterlanjuran” yang kerap muncul pada program prioritas presiden: dikebut pelaksanaannya, sementara prosedur dan pengawasan Kemenkeu menjadi nomor dua.

Vendor yang Semakin Dipertanyakan
Pemenang tender pengadaan motor ini adalah PT Yasa Artha Trimanunggal, yang memasok merek Emmo (tipe JVX GT dan varian lainnya). Perusahaan ini pernah tersangkut kasus korupsi bansos Kemensos tahun 2020. Komisaris Utamanya (inisial AM/Andri Mulyono) dan Direktur Utamanya Yenna Yuniana pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi. Kantor perusahaan di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sempat dijaga polisi untuk mengantisipasi unjuk rasa. Harga yang diklaim “efisien” pun menuai pertanyaan publik, terutama ketika dibandingkan dengan produk serupa di pasar global.

Polemik ini bukan hanya soal motor. Procurement barang dan jasa menjadi urat nadi program MBG senilai Rp335 triliun. Mulai dari vendor katering, logistik, supplier bahan baku, hingga barang operasional seperti motor, semuanya berpotensi menjadi “kue APBN” yang menggiurkan. Komisi IX DPR RI telah memanggil Dadan Hindayana pada 13 April 2026 untuk klarifikasi. Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris menegaskan bahwa pengadaan ini tidak tepat di tengah semangat efisiensi anggaran, apalagi BGN tidak melaporkan rencana tersebut sebelumnya ke DPR.

Rusak Cara Bernegara
Yang paling berbahaya adalah pola struktural di baliknya. Program flagship presiden diberi “jalur cepat” melalui lembaga yang langsung berada di bawah istana. Dalih “daerah pelosok” dan “efisiensi jangka panjang” kerap dijadikan tameng, sementara inti program — pemenuhan gizi anak — justru terabaikan prioritasnya. Akibatnya, APBN kehilangan arah, mekanisme check and balance melemah, dan publik semakin curiga: apakah ini benar-benar untuk perbaikan gizi, atau ada aroma lain yang lebih amis?

Purbaya akhirnya memotong anggaran 2026 dan memastikan tidak ada lagi pengadaan serupa. Namun, itu adalah reaksi setelah isu menjadi viral. Jika DPR, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan KPK hanya berhenti pada panggilan dan pemetaan tanpa audit mendalam serta sanksi tegas, bau amis ini berpotensi terus menyebar ke program-program prioritas nasional lainnya.

Publik berhak marah. Uang pajak rakyat seharusnya tidak digunakan untuk membeli armada prestise yang masih menganggur di gudang, melainkan untuk mengisi piring makan yang bergizi. Jika dapur MBG terus mengeluarkan aroma yang mengganggu, bukan hanya lini masa media sosial yang ribut — kepercayaan terhadap seluruh program nasional yang pasti akan hancur pelan-pelan.

Yang dibutuhkan bukan pembelaan defensif atau narasi “demi rakyat” semata, melainkan akuntabilitas total. Buka semua dokumen DIPA, catatan penolakan Kemenkeu, serta jejak procurement secara transparan. Karena pada akhirnya, yang paling rugi adalah anak-anak Indonesia yang seharusnya mendapatkan gizi terbaik, bukan sekadar motor listrik yang “terlanjur” dibeli.

(Malika Dwi Ana)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Langit Kedaulatan Dipertaruhkan: Jet Tempur AS Mengintip Udara Indonesia

Next Post

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

fusilat

fusilat

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat "Inclusive University Governance"

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...