• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Bebaskan Polisi dari Cengkeraman PARCOK dan Hentikan Polisi Jadi TERMUL

Ali Syarief by Ali Syarief
October 10, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Said Didu Dipayungi Hukum Untuk Menyampaikan Haknya dan Hak Saudara-Saudaranya
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tiwit Said Didu yang menyinggung tentang “membebaskan polisi dari cengkeraman PARCOK” menggema seperti tamparan pada kesadaran publik. Di balik satire itu, terselip kegelisahan yang nyata: bahwa lembaga yang seharusnya berdiri tegak di atas hukum, kini justru kian terjebak dalam pusaran kekuasaan dan kepentingan. Polisi, yang idealnya menjadi penegak keadilan, kian tampak seperti alat politik dan pelayan rezim.

Istilah PARCOK — singkatan dari Partai Coklat, warna seragam kebesaran kepolisian — menggambarkan lahirnya fenomena baru: kepolisian yang berperilaku layaknya partai politik. Ia punya agenda, punya jaringan kekuasaan, dan tidak jarang punya “loyalitas ganda”. Satu kaki di ranah hukum, kaki lainnya di arena politik. Inilah tragedi institusi penegak hukum ketika mereka lupa di mana posisi seharusnya berdiri.

Polisi hari ini seolah kehilangan jati diri. Mereka terseret dalam tarikan kepentingan penguasa yang menjadikan mereka sebagai perisai politik. Kritik dibungkam, aktivis dikriminalisasi, dan hukum dijadikan alat penyeragaman tafsir tunggal: apa yang baik bagi kekuasaan dianggap benar, apa yang mengancamnya dianggap melawan negara. Dalam situasi seperti ini, netralitas hanyalah slogan di spanduk, bukan sikap di lapangan.

Said Didu, lewat sarkasme itu, menuntut agar polisi dibebaskan dari cengkeraman “partainya sendiri”. Namun, ia tidak berhenti di situ. Ia juga mengingatkan bahaya lain — tentang lahirnya kelompok yang disebut TERMUL, akronim dari Ternak Mulyono, yaitu mereka yang masih membela mati-matian Jokowi tanpa daya kritis. Para TERMUL ini menjadi cermin bagaimana sebagian aparat, dan sebagian warga, kehilangan daya pikir karena terlalu lama hidup dalam orbit kekuasaan yang meninabobokan.

Menjadi TERMUL berarti kehilangan kemampuan untuk menimbang. Segalanya diukur dari loyalitas, bukan logika; dari perintah, bukan nurani. Padahal, negara hukum hanya mungkin hidup jika hukum berdiri di atas kekuasaan — bukan di bawah bayangannya. Polisi yang sejati adalah mereka yang berpihak pada rakyat, bukan pada istana.

Dalam sejarahnya, kepolisian Indonesia lahir dari cita-cita luhur: melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Namun dalam praktiknya, fungsi itu bergeser menjadi melindungi kekuasaan, mengayomi kepentingan, dan melayani elite. Ketika korps menjadi partai, hukum kehilangan wibawa; ketika aparat menjadi ternak kekuasaan, negara kehilangan moral.

Maka seruan “Bebaskan Polisi dari Cengkeraman PARCOK dan Hentikan Polisi Jadi TERMUL” bukan sekadar satire di media sosial. Ia adalah seruan untuk mengembalikan marwah penegakan hukum di republik ini. Polisi bukan partai, dan tidak boleh menjadi ternak politik siapa pun.

Negara membutuhkan polisi yang berpihak pada keadilan — bukan pada kekuasaan. Dan untuk itu, langkah pertama adalah berani memutus rantai yang menjerat: cengkeraman PARCOK, dan mentalitas TERMUL.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bobby Nasution Pastikan Gaji ASN dan PPPK Aman Meski Anggaran Sumut Dipotong Rp1,1 Triliun

Next Post

Prediksi Siapa Yang Paling Potensial Menang 2029

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Prediksi Siapa Yang Paling Potensial Menang 2029

Prediksi Siapa Yang Paling Potensial Menang 2029

Sigit Listyo dan Manuver di Ujung Kekuasaan

Sigit Listyo dan Manuver di Ujung Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist