• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Belajar dari Yusril Ihza Mahendra: Seni Bertahan Tanpa Ongkos

Ali Syarief by Ali Syarief
October 3, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Belajar dari Yusril Ihza Mahendra: Seni Bertahan Tanpa Ongkos
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam politik Indonesia, ada satu nama yang selalu muncul di permukaan meski kapal partainya karam berkali-kali: Yusril Ihza Mahendra. Ia ibarat penumpang yang tidak pernah membeli tiket, tapi entah bagaimana selalu berhasil duduk manis di kabin eksekutif. Dari zaman Soeharto hingga sekarang, Yusril tak pernah benar-benar pergi. Ia mungkin bukan bintang paling terang, tapi ia tahu betul cara bertahan di langit politik: dengan ilmu, kelicinan, dan tentu saja ongkos politik yang nyaris nihil.

Eksis Sejak Orde Baru

Yusril mulai dikenal di penghujung Orde Baru, ketika Soeharto mencari wajah baru untuk merias demokrasi ala dirinya. Dari situlah ia muncul lewat Partai Bulan Bintang, membawa nama besar Masyumi yang sudah lama dilarang. Tapi jangan salah sangka: Yusril bukan pejuang demokrasi, ia lebih tepat disebut pemain baru di panggung lama. Bedanya, ia lebih luwes. Rezim jatuh? Yusril tidak ikut runtuh. Ia justru menjelma menjadi menteri di era setelahnya.

Partai Itu Cuma Alamat

Bagi politisi lain, partai adalah rumah. Bagi Yusril, partai hanyalah alamat sementara—bisa diganti kapan saja, asal surat undangan ke kekuasaan tetap sampai. Partai Bulan Bintang tak lolos Senayan? Tidak masalah. Tinggal balik nama: lahirlah Partai Bintang Bulan. Singkatan mirip, simbol mirip, hanya ganti posisi bintang dan bulan. Kreativitas politik yang unik: ketika partai gagal, bukan ketua yang disalahkan, melainkan lambang yang ditukar.

Bertahan dengan Modal “Omong”

Politisi lain harus bakar uang untuk baliho, konser, hingga sembako. Yusril? Tidak perlu. Ia cukup bicara di televisi, bikin analisis hukum, atau jadi pengacara kasus besar—dan namanya otomatis masuk headline. Ongkosnya? Nyaris nihil. Inilah seni bertahan yang tidak banyak dimiliki politisi lain. Ia tidak perlu mendekati rakyat, cukup mendekati penguasa. Dan itu jauh lebih efisien.

Ilmu untuk Siapa?

Sebagai profesor hukum tata negara, Yusril tahu betul setiap celah konstitusi. Sayangnya, ilmu itu jarang digunakan untuk memperkuat demokrasi atau membela rakyat kecil. Ilmu itu lebih sering jadi alat dagang—siapa yang bayar, siapa yang berkuasa, di situlah Yusril berada. Hukum baginya bukan kitab suci, melainkan kontrak kerja.

Belajar dari Yusril

Apa yang bisa kita pelajari dari Yusril? Bahwa di Indonesia, untuk eksis dalam politik tidak perlu partai besar, tidak perlu massa fanatik, bahkan tidak perlu ongkos besar. Cukup tiga modal: kepandaian bicara, keluwesan bernegosiasi, dan kesetiaan pada penguasa—bukan pada rakyat.

Yusril adalah contoh sempurna politisi yang tidak pernah kalah karena tidak pernah benar-benar bertanding. Partainya jatuh, ia tetap berdiri. Kadernya hilang, ia tetap ada. Sementara rakyat? Ya, mereka tetap hanya jadi penonton.

Penutup

Yusril Ihza Mahendra adalah politisi yang cerdik, licin, dan hemat biaya. Ia eksis sejak Orde Baru, menukar partai sesuka hati, menjual ilmu hukum untuk kepentingannya, dan selalu berhasil masuk lingkar kekuasaan tanpa repot berhadapan dengan rakyat.

Singkatnya: politik versi Yusril adalah seni bertahan hidup dengan modal minim, tapi hasil maksimal.
Sebuah pelajaran, sekaligus peringatan, bahwa demokrasi kita bisa dipermainkan hanya dengan kecerdikan seorang individu yang tahu kapan harus bicara, kapan harus diam, dan kapan harus pindah alamat.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Negara Dikuasai Politisi

Next Post

Aceh: Negara dalam Negara, Kini di Tangan “Mualem” – Tak Butuh Jakarta

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Aceh: Negara dalam Negara, Kini di Tangan “Mualem” – Tak Butuh Jakarta

Aceh: Negara dalam Negara, Kini di Tangan “Mualem” - Tak Butuh Jakarta

Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Kebenaran yang Memalukan: Mengapa Indonesia Tak Ada dalam 10 Besar Kebebasan Pers Asia?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...