• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural Tokoh/Figur

Aceh: Negara dalam Negara, Kini di Tangan “Mualem” – Tak Butuh Jakarta

Ali Syarief by Ali Syarief
October 3, 2025
in Tokoh/Figur
0
Aceh: Negara dalam Negara, Kini di Tangan “Mualem” – Tak Butuh Jakarta
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Aceh bukanlah sekadar provinsi dengan label otonomi. Sejak Perjanjian Helsinki 2005, Aceh menjelma menjadi entitas politik yang memiliki struktur berbeda dari provinsi lain di Indonesia. Mereka punya partai lokal sendiri, hukum syariah yang berlaku penuh, hingga simbol kenegaraan seperti Wali Nanggroe. Realitas ini mempertegas satu hal: Aceh adalah “negara dalam negara” yang bertahan dalam bingkai NKRI atas dasar kontrak damai, bukan karena tunduk sepenuhnya pada Jakarta.

Kini, Aceh dipimpin oleh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu resmi dilantik sebagai Gubernur Aceh periode 2025–2030. Kemenangan Mualem dalam Pilkada Aceh adalah bukti sahih bahwa rakyat Aceh mempercayai figur yang lahir dari sejarah perjuangannya sendiri, bukan figur impor yang dikirim pusat.

Dari Perlawanan ke Legitimasi Politik

Mualem bukan sosok biasa. Ia pernah memimpin sayap militer GAM setelah gugurnya Abdullah Syafi’i, lalu membawa pasukan ke meja perundingan damai di Helsinki. Pasca-perdamaian, ia mendirikan Komite Peralihan Aceh (KPA) dan ikut melahirkan Partai Aceh sebagai kendaraan politik lokal. Kini, legitimasi itu menemukan bentuk paling formal: kursi gubernur.

Dengan posisi ini, Mualem bukan sekadar kepala daerah. Ia adalah simbol bahwa aspirasi Aceh bisa dikukuhkan melalui mekanisme demokrasi tanpa harus mengangkat senjata. Ia mengubah sejarah perlawanan menjadi legitimasi politik yang sah dan diakui negara.

Menolak Klaim Wilayah, Menjaga Marwah Aceh

Salah satu ujian pertama kepemimpinan Mualem adalah soal sengketa empat pulau di perbatasan Aceh–Sumut: Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Besar, dan Pulau Mangkir Kecil. Dengan tegas, ia menolak klaim bahwa pulau-pulau tersebut masuk ke wilayah Sumatera Utara. Bagi Mualem, itu bukan sekadar soal batas administratif, melainkan marwah Aceh dan hak sejarah rakyatnya.

Langkah ini mempertegas posisi Aceh: tidak akan tunduk pada intervensi luar yang merugikan, sekalipun datang dari provinsi tetangga atau pemerintah pusat.

Beban untuk NKRI, Bukan untuk Aceh

Ironisnya, justru NKRI yang sering merasa terbebani oleh Aceh, padahal realitasnya terbalik. Aceh sudah mampu mengurus dirinya sendiri, dengan hukum, partai, dan pemimpin yang lahir dari rahim perjuangan lokal. Yang dibutuhkan Aceh hanyalah penghormatan terhadap kontrak damai dan keistimewaan yang sudah disepakati.

Karena itu, setiap intervensi dari luar—termasuk langkah-langkah politik figur seperti Bobby Nasution—hanya akan memantik luka lama. Bukan Aceh yang akan kalah, melainkan keutuhan NKRI yang dipertaruhkan.

Profil Singkat dan Jejak Politik Muzakir Manaf

  • Nama lengkap: Muzakir Manaf, lahir 3 April 1964 di Mane Kawan, Seunuddon, Aceh Utara.

  • Ia adalah mantan kombatan GAM, pernah menjabat sebagai Panglima Komando Pusat pasca wafatnya Abdullah Syafi’i.

  • Setelah perdamaian, ia beralih ke jalur politik. Dia adalah salah satu pendiri Partai Aceh dan menjadi salah satu pemimpin utamanya.

  • Pada Pemilu Daerah Aceh 2024, Muzakir Manaf terpilih sebagai Gubernur Aceh untuk periode 2025–2030 bersama wakilnya Fadhlullah.

  • Pelantikan resmi dilakukan pada 12 Februari 2025 melalui sidang paripurna istimewa DPRA.

Implikasi Kepemimpinan Muzakir Manaf terhadap Narasi Aceh

Kehadiran Muzakir Manaf sebagai gubernur memiliki beban simbolis dan politis yang sangat kuat dalam konteks Aceh. Beberapa poin yang bisa disorot:

1. Legitimasi Aspirasi Lokal

Mualem bukan figur impor dari Jakarta. Ia tumbuh dari akar konflik Aceh dan memiliki integritas historis terhadap perjuangan rakyatnya. Kepemimpinannya mempertegas bahwa aspirasi Aceh tetap dimainkan oleh orang Aceh sendiri.

2. Penguatan Otonomi dan Implementasi Hukum Aceh

Dengan latar belakangnya, Mualem berada dalam posisi unik untuk mendorong pelaksanaan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan kebijakan lokal (qanun, syariah, pengelolaan sumber daya) agar lebih sesuai dengan aspirasi masyarakat Aceh.

3. Simbol Konflik Lama dan Perdamaian

Ia adalah jembatan antara masa konflik dan masa damai. Kepemimpinannya menjadi ujian apakah perdamaian yang dibangun sejak MoU Helsinki (2005) benar-benar kuat dan berkesinambungan.

4. Konflik Teritorial dan Energi

Salah satu isu besar di masa kepemimpinannya adalah sengketa empat pulau di perbatasan Aceh–Sumut (Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Besar dan Kecil). Mualem menolak keras klaim Sumut atas pulau-pulau itu, menyebut ada motif energi dan gas yang melatarbelakanginya. Ia juga terlibat dalam koordinasi dengan pemerintah pusat terkait status administratif pulau-pulau tersebut.

Penutup

Aceh telah memilih jalannya sendiri. Kini, ia dipimpin oleh sosok yang lahir dari sejarah panjang perjuangan: Muzakir Manaf, Mualem. Kehadirannya mempertegas realitas bahwa Aceh adalah entitas politik yang setara, yang hidup dalam bingkai republik atas dasar kesepakatan.

Maka, pertanyaan paling tajam pun layak diajukan kepada siapa saja yang mencoba mengganggu stabilitas Aceh:

Siapa kamu, berani mengusik Aceh yang sudah memilih jalannya sendiri?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Belajar dari Yusril Ihza Mahendra: Seni Bertahan Tanpa Ongkos

Next Post

Kebenaran yang Memalukan: Mengapa Indonesia Tak Ada dalam 10 Besar Kebebasan Pers Asia?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda
Feature

Prajurit Terakhir di Hutan: Teruo Nakamura dan Hiroo Onoda

April 13, 2026
Next Post
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Kebenaran yang Memalukan: Mengapa Indonesia Tak Ada dalam 10 Besar Kebebasan Pers Asia?

Nilai Tukar Petani 124,36: Angka Indah, Realita Masih Retak

Nilai Tukar Petani 124,36: Angka Indah, Realita Masih Retak

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist