• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kebenaran yang Memalukan: Mengapa Indonesia Tak Ada dalam 10 Besar Kebebasan Pers Asia?

fusilat by fusilat
October 3, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Setiap tahun, lembaga internasional merilis World Press Freedom Index—sebuah tolok ukur independen yang mengukur sejauh mana negara-negara menghormati kebebasan pers. Indeks ini mencakup aspek politik, hukum, ekonomi, kondisi sosial budaya, serta keamanan jurnalis.

Hasil terbaru menunjukkan bahwa di Asia terdapat 10 negara dengan skor kebebasan pers tertinggi, yaitu:

  1. Taiwan (Skor: 77,04)
  2. Armenia (73,96)
  3. Timor Leste (71,79)
  4. Korea Selatan (64,06)
  5. Jepang (63,14)
  6. Qatar (58,25)
  7. Thailand (56,72)
  8. Malaysia (56,09)
  9. Nepal (55,20)
  10. Brunei (53,47)

Namun, Indonesia tidak muncul dalam daftar ini. Lebih menyedihkan lagi, Indonesia justru berada di peringkat 127 dari 180 negara dengan skor hanya 44,13.


Mengapa ini memalukan?

1. Negara tetangga lebih maju dalam kebebasan pers

Bayangkan, Timor Leste yang dulu dianggap negara kecil dengan sejarah panjang sebagai daerah jajahan justru menempati posisi ketiga di Asia. Fakta ini menampar harga diri Indonesia sebagai bangsa besar yang konstitusinya jelas-jelas menjamin kebebasan berekspresi.

2. Konstitusi vs realitas

Di atas kertas, Indonesia menjunjung kebebasan pers. Ada undang-undang yang melindungi wartawan dari sensor dan intervensi. Namun dalam praktiknya, berbagai regulasi justru dijadikan alat untuk membungkam suara kritis. Salah satunya adalah UU ITE yang sering dipakai untuk menyeret orang ke meja hijau hanya karena mengungkapkan pendapat.

3. Tekanan dan intimidasi terhadap wartawan

Kenyataan di lapangan jauh lebih keras. Wartawan menghadapi ancaman fisik, tekanan psikologis, hingga kriminalisasi hukum. Bahkan, masih ada kasus-kasus di mana jurnalis diserang hanya karena menyingkap praktik korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan. Situasi ini menimbulkan efek jera: wartawan memilih diam daripada berisiko kehilangan keselamatan dirinya maupun keluarganya.

4. Peringkat yang terus merosot

Turunnya posisi Indonesia di indeks kebebasan pers internasional bukan sekadar statistik. Itu adalah alarm keras yang menunjukkan kepada dunia bahwa demokrasi kita rapuh, dengan media yang terbelenggu, dan jurnalis yang tidak terlindungi.


Apa arti semua ini?

  • Publik kehilangan hak informasi
    Ketika media takut bersuara, masyarakat kehilangan akses pada kebenaran, terutama tentang penyalahgunaan kekuasaan dan skandal publik.
  • Akuntabilitas pemerintah melemah
    Pers yang lemah berarti tidak ada pengawas independen. Kekuasaan menjadi semakin sulit dikritik dan rawan disalahgunakan.
  • Citra bangsa tercoreng
    Indonesia sering menyebut diri sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, tetapi kenyataannya, dalam hal kebebasan pers, kita kalah dari negara kecil dan bahkan dari kerajaan konservatif di kawasan.

Penutup: Apakah kita sudah kalah sejak lama?

Fakta bahwa Indonesia tertinggal jauh dari negara tetangga dalam hal kebebasan pers adalah tamparan yang menyakitkan. Ini menunjukkan bahwa demokrasi kita berjalan pincang: konstitusi menjanjikan kebebasan, tapi praktiknya penuh pembungkaman.

Jika kondisi ini tidak berubah, kita hanya akan terus menambah daftar panjang wartawan yang dibungkam, media yang dilemahkan, dan publik yang kehilangan hak untuk tahu. Indonesia bisa saja bangga dengan pencapaian infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi tanpa kebebasan pers, semua itu tidak lebih dari wajah cantik yang menutupi luka bernanah.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Aceh: Negara dalam Negara, Kini di Tangan “Mualem” – Tak Butuh Jakarta

Next Post

Nilai Tukar Petani 124,36: Angka Indah, Realita Masih Retak

fusilat

fusilat

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Nilai Tukar Petani 124,36: Angka Indah, Realita Masih Retak

Nilai Tukar Petani 124,36: Angka Indah, Realita Masih Retak

UU PERAMPASAN ASET: ANTARA KEADILAN KOLEKTIF DAN INDIVIDUAL

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist