• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Bencana Banjir Melanda Wilayah Jabodetabek, Membuat Presiden Prabowo Sedih

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
March 5, 2025
in Bencana, News
0
Warga Tak Sangka Bisa Separah Ini, Banjir Bekasi Lebih Buruk dari 2020
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatnews -Bencana banjir yang sangat parah sedang melanda wilayah Jabodetabek, terutama wilayah terdampak yang paling parah yaitu kota Bekasi dari bencana banjir yang terjadi pada awal tahun ini, membuat Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kesedihannya.

Banjir di wilayah Jabodetabek terjadi akibat meluapnya beberapa sungai di Jakarta, seperti Sungai Ciliwung, Krukut dan Pesanggrahan.

Sungai-sungai ini meluap karena limpahan air dari kawasan hulu yang juga mengalami kenaikan karena intensitas hujan tinggi di Jawa Barat, seperti di wilayah Bogor dan Depok.

“Ini banjir ini masalahnya juga ada di kiriman dari hulu, dari hulu. Juga di hilirnya sendiri juga hujan terus ya di daerah kawasan Jabodetabek. Makanya ini harus dikurangi curah hujan, curah hujannya dikurangi,” ungkap Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat, ada 122 RT dan dua ruas jalan di Jakarta yang terendam banjir hingga Selasa (4/3/2025) pukul 16.00 WIB. Jumlah ini meluas dibandingkan pada Selasa siang yang saat itu baru 105 RT.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bahkan menyebut wilayah Bekasi lumpuh, usai delapan dari 12 kecamatan di kota tersebut terendam banjir.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengungkapkan, Presiden Prabowo bahkan sampai sedih melihat banyaknya wilayah yang dilanda banjir.

“Tadi Presiden hanya menyampaikan bahwa dia merasa sedih, masih banyak yang terkena banjir,” kata Diana.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan Prabowo telah memonitor banjir yang cukup parah terjadi di kawasan Bekasi.

Presiden Prabowo, kata Hasan, meminta agar banjir di semua daerah segera ditangani.

“Presiden juga bilang tadi bahwa ada beberapa daerah yang sekarang mengalami kebanjiran, dan sudah koordinasi dengan Badan (Nasional) Penanggulangan Bencana untuk segera ditangani,” ujar Hasan.

“Presiden juga mention tadi soal Bekasi dan sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana,” sambungnya.

Curah hujan tinggi Diana menambahkan, banjir di wilayah Jabodetabek bukan terjadi karena adanya tanggul jebol, tetapi karena intensitas hujan yang tinggi.

di Jakarta “Hasil pengamatan kami, itu tidak ada tanggul yang jebol. Tetapi volume intensitas hujan itu memang sangat tinggi sekali. Jadi ini meluap. Makanya kalau saya harus mompa, airnya mau ditaruh di mana?” ujar Diana.

“Ndak, ndak (masalah infrastruktur), enggak ada yang jebol loh ya. Memang curah hujan intensitas sangat tinggi dari kemarin berapa hari. Dan nanti ada pengerukan akan kita lakukan, tapi tidak sekarang,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

“Kita tentunya menaruh perhatian khusus kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di berbagai kota. Di Jabodetabek sendiri,

Bekasi juga cukup parah, dan beberapa wilayah Indonesia lainnya. Tentu ini akibat dari curah hujan yang tinggi, cuaca ekstrem,” ujar AHY.

Sementara Dwikorita meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan bahkan kesiapsiagaan. Intensitas hujan, menurutnya akan menurun hingga 11 Maret 2025, namun pada 11 Maret akan kembali naik. “Kemarin yang tertinggi itu sampai 232 mm dalam 24 jam.

Kami prediksi dalam durasi sampai tanggal 11 itu kita masih perlu waspada, bahkan siaga,” ujar Dwikorita.

Modifikasi cuaca

AHY menambahkan, banjir yang disebabkan oleh bencana hidrometeorologi ini harus diantisipasi bersama. “Karena jangan sampai terjadi korban yang tidak kita harapkan, termasuk tentunya mencegah yang lebih buruk bencana di berbagai daerah,” tuturnya.

Pratikno mengatakan, untuk mengurangi curah hujan diperlukan operasi modifikasi cuaca.

Dia menyebut BNPB dan BMKG saat ini sedang bekerja dalam melakukan modifikasi cuaca.

Dari operasi ini, diharapkan hujan akan dijatuhkan ke laut atau sebelum mencapai ke daratan.

“Jadi oleh karena itu kita melakukan penambahan operasi modifikasi cuaca, itu ditangani oleh BNPB bersama BMKG,” imbuhnya.

Sementara itu, Dwikorita mengatakan, operasi modifikasi cuaca bakal diprioritaskan di Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (5/3/2025).

Dwikorita beralasan, Jabar merupakan kawasan hulu yang dapat mengalirkan air menuju wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang berada di area hilir.

“Untuk besok itu prioritas di Jabar karena memang yang paling rentan di Jabar, dan terutama ini di daerah pegunungan di Puncak. Awannya itu dari situ. Nanti bisa jadi sumber banjir untuk ke hilir,” ujar Dwikorita.

“Tidak hanya kena Jabar, tapi juga bisa mengalir ke arah utara, ke DKI ya juga banjir dikhawatirkan bisa begitu, sungai-sungainya kan juga mengalir ke utara,” kata dia. Dwikorita menjelaskan, modifikasi cuaca dilakukan dengan menghalangi awan yang sedang bergerak ke area rawan.

Dia menyebut awan hujan ini harus dijatuhkan sebelum tiba ke area rawan yang tak mampu menampung hujan lagi.

“Jadi dijatuhkannya misalnya masih di laut. Jadi tidak dijatuhkan di darat, nanti banjirin yang di darat. Iya kan? Jadi dijatuhkan di waduk atau di laut. Itu konsepnya seperti itu. Karena kalau di darat nanti banjir di tempat lain,” kata Dwikorita.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kondisi Anak-Anak Indonesia di Tengah Kegaduhan Politik Kekuasaan di Ruang Publik

Next Post

Banjir Dinilai Lebih Buruk dari 2020 Disebabkan Kali Bekasi Meluap

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit
daerah

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
Feature

Jembatan Akselerasi Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja (Program Sertifikasi dan Standardisasi Kapasitas SDM)

May 30, 2026
Feature

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (3)

May 30, 2026
Next Post
Evakuasi Korban Banjir Jati Asih Bekasi Libatkan TNI AU

Banjir Dinilai Lebih Buruk dari 2020 Disebabkan Kali Bekasi Meluap

Jakarta Dikepung Banjir, 114 RT Terendam

Jakarta Dikepung Banjir, 114 RT Terendam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

May 31, 2026
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

Ayatullah dan Nasib Sebuah Negeri: Ketika Para Pembesar Menjadi Sebab Keruntuhan

May 31, 2026
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist