• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kondisi Anak-Anak Indonesia di Tengah Kegaduhan Politik Kekuasaan di Ruang Publik

fusilat by fusilat
March 5, 2025
in Feature, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. Novita Sari Yahya

Keprihatinan saya terhadap kondisi anak-anak Indonesia di tengah hiruk-pikuk politik kekuasaan di ruang publik bermula dari curahan hati seorang ibu, tetangga dekat saya. Ia mengeluhkan bagaimana media sosial, terutama Facebook, yang dapat diakses oleh anak-anak, termasuk mereka yang masih berusia Sekolah Dasar (SD). Lebih jauh, ia juga menyoroti beredarnya buku komik yang menampilkan unsur kekerasan dan pornografi, yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Saat ini, ketiga anak saya telah beranjak dewasa—putra sulung saya berusia 26 tahun, anak kedua 22 tahun, dan putri saya 25 tahun. Sebagai ibu, saya tidak lagi memiliki kekhawatiran besar terhadap dampak psikologis internet terhadap mereka karena usia mereka telah melewati batas kedewasaan. Namun, bagaimana dengan anak-anak yang masih dalam tahap tumbuh kembang dan sangat rentan terhadap pengaruh negatif dunia digital?

Ancaman Digital bagi Anak-anak

Berdasarkan data UNICEF, setiap setengah detik, seorang anak di dunia mengakses internet untuk pertama kalinya. Di Indonesia, jumlah pengguna internet telah mencapai 221 juta orang atau 79,5% dari total populasi. Menariknya, 9,17% di antaranya berusia di bawah 12 tahun, menjadikan generasi muda semakin rentan terhadap ancaman siber.

Menurut Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Meutya Hafid, orang tua sebenarnya telah berupaya memberikan batasan dalam penggunaan internet bagi anak-anak. Namun, survei menunjukkan bahwa 22% anak-anak tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh orang tua mereka saat berselancar di dunia maya.

Sementara itu, laporan dari National Center on Missing and Exploited Children (NCMEC) menunjukkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat keempat secara global dan peringkat kedua di kawasan ASEAN dalam jumlah kasus pornografi anak di ruang digital. Hal ini semakin mengkhawatirkan dengan adanya data yang dirilis oleh BNN, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), yang menggambarkan kondisi remaja Indonesia:

  • 7,4% dari total 70 juta remaja di Indonesia adalah perokok aktif.
  • 2 juta kasus aborsi terjadi setiap tahun, dengan 70.000 di antaranya dilakukan oleh remaja putri.
  • Penyalahgunaan narkotika meningkat signifikan di kelompok usia 15-24 tahun, dengan prevalensi mencapai 3,3 juta orang.
  • 20.968 kasus kekerasan terhadap anak dilaporkan pada Januari 2024, termasuk kasus kekerasan fisik, psikis, eksploitasi, perdagangan anak, dan kekerasan seksual.

Di Mana Posisi Anak-Anak di Tengah Kegaduhan Politik?

Di tengah kegaduhan politik yang memenuhi ruang publik dengan skandal korupsi—seperti oplosan Pertamax, peredaran emas palsu, dan kasus korupsi Harvey Mois—serta debat panas yang penuh caci maki di media sosial, pertanyaan yang muncul adalah: Di mana posisi anak-anak kita?

Apakah mereka menjadikan Facebook sebagai pelarian dari kegaduhan orang dewasa? Apakah mereka menjadi korban keegoisan kita, yang terlalu sibuk dengan perebutan kekuasaan dan politik praktis? Sayangnya, manusia dewasa yang seharusnya matang secara psikologis justru bertindak kekanak-kanakan di ruang publik. Akibatnya, anak-anak kita menjadi korban dari ketidakmampuan kita menciptakan ruang aman bagi mereka.

Kebijakan Internasional dalam Melindungi Anak dari Dampak Media Sosial

Beberapa negara telah mengambil langkah maju dalam membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak:

  • Australia menjadi negara pertama di dunia yang melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini resmi menjadi undang-undang setelah disahkan oleh Parlemen Australia pada 28 November 2024.
  • Swedia dan Jerman mulai kembali ke metode pembelajaran analog, mendorong penggunaan buku cetak, menulis tangan, dan membatasi penggunaan perangkat elektronik di sekolah.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dapat menghambat perkembangan otak. Aktivitas seperti menulis tangan, membaca buku fisik, dan pengalaman sensorik lainnya terbukti menciptakan koneksi antarbagian otak yang mendukung proses pembelajaran.

Kesimpulan dan Rekomendasi

  1. Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo tengah menyiapkan regulasi perlindungan anak di dunia digital, termasuk pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak. Kebijakan ini merupakan langkah yang tepat untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia maya.
  2. Pengembalian metode pembelajaran konvensional—seperti penggunaan buku cetak dan kelas menulis tangan—bisa menjadi alternatif dalam mengurangi ketergantungan pada gadget yang dapat menghambat perkembangan kognitif anak-anak.
  3. Meningkatkan gerakan literasi dengan mengadakan lomba menulis cerpen, puisi, dan artikel guna mengalihkan perhatian anak-anak dari kecanduan media sosial serta game online.

Mari kita wujudkan ruang publik yang aman dan nyaman bagi anak-anak Indonesia dengan berkarya dan memberikan teladan yang baik bagi mereka.

Bogor, 5 Maret 2025

Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bekasi Lumpuh Dilanda Banjir, Ribuan Warga Mengungsi, Hewan Ternak dan Mobil Terendam

Next Post

Bencana Banjir Melanda Wilayah Jabodetabek, Membuat Presiden Prabowo Sedih

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Warga Tak Sangka Bisa Separah Ini, Banjir Bekasi Lebih Buruk dari 2020

Bencana Banjir Melanda Wilayah Jabodetabek, Membuat Presiden Prabowo Sedih

Evakuasi Korban Banjir Jati Asih Bekasi Libatkan TNI AU

Banjir Dinilai Lebih Buruk dari 2020 Disebabkan Kali Bekasi Meluap

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...