Rasa kagum dan haru, menyaksikan video – betapa banyak umat yang turut mengantar almarhumah Syarifah Faldun, istri KH. Habib Rizieq Shihab, ketempat pemakamannya. Lalu teringat, sebuah keterangan, jika seorang jenazah disholatkan lebih dari 40 orang, ciri almarhum/mah adalah ahli syurga. Karena itu banyak yang mengidamkan, wafat di Masjidil Haram, karena di sholatkan oleh kaum Muslimin yang ribuan atau ratusan ribu orang.
Menurut AI, menjelasakan begini; “Jika peserta pemakaman berasal dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk teman, keluarga, rekan kerja, dan anggota organisasi sosial, ini menunjukkan bahwa orang yang meninggal memiliki dampak yang luas dan mendalam”.
Cocok. Almarhumah adalah Istri dari Dr. KH. Habib Rizieq Shihab. Penting untuk diingat bahwa pandangan terhadap Habib Rizieq Shihab dan FPI dapat bervariasi di kalangan masyarakat Indonesia, dan ada berbagai sudut pandang terkait dengan aktivitas dan pengaruh mereka di Indonesia. Beberapa orang melihatnya sebagai tokoh yang membela nilai-nilai Islam, sehingga pengaruhnya sangat luar biasa.
Banyak juga kita mencatat, Para Kiai Sepuh, yang ketika wafat, diiringi oleh doa dan shalawat dari para santri dan pengikutnya yang banyak sekali.
Saya teringat ketika Dr. KH. E.Z Muttaqin, wafat. Beliau adalah Ketua MUI Pusat dan Rektor Universitas Islam Bandung. Diluar perkiraan dan dugaan saya, pada waktu itu saya sedang meliput acara pemakamannya, jutaan umat Islam berkumpul disepanjang jalan menuju ke Tamah Makam Pahlawan Cikutra Bandung, menyaksikan jenazah almahum dibawa ke TMP Cikutra.
Tak ada privilege, apalagi buat wartawan – jenderal pun, tak bisa masuk ke area pemakaman. Terlalu padatnya umat yang turut mengantar almarhum ke tempat terkahirnya didunia.
Pendek cerita, saya mendengar ada suara seperti ini : “kalau melihat betapa kecintaan umat kepada seorang ulama, saya lebih baik jadi ulama daripada seorang Jenderal”, ucapnya.
Penasaran siapa yang bicara itu, saya menoleh ke belakang. Ternyata dia adalah Jenderal LB Moerdani, PANGAB. Sengaja dating dari Jakarta, ingin ikut mengantar almarhum kepemakamannya di Cikutra Bandung.


























