• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BERAS BATIK

by
January 12, 2025
in Economy, Feature
0
BPS Pastikan Stok beras Nasional Aman, Kementan Mengatakan Surplus, Bulog mengatakan Cadangannya Menipis. Badan Pangan Nasional Mengatakan Mengkhawatirkan.
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Tidak lama lagi, para petani padi bakal menyambut datangnya panen raya. Hajatan petani atas jerih payah dan kerja keras mereka selama kurang lebih 3 bulan ini, senantiasa ditunggu dengan penuh harapan. Petani umum nya berkeyakinan panen raya merupakan momen penting untuk melanjutkan kehidupan keluarganya ke arah yang lebih baik lagi.

Menghadapi panen raya musim tanam Oktober-Maret 2025, banyak petani yang was-was, karena dikhawatirkan panen akan berbarengan dengan musim penghujan. Tak terbayang, bagaimana para petani menghadapinya. Panen di musim hujan, jelas akan merugikan petani, karena petani cenderung akan menghasilkan gabah basah dengan kadar air sekitar 30 -40 %. Dengan kadar air sebesar itu, otomatis harga gabah akan jatuh.

Ini yang tidak diinginkan oleh para petani di lapangan. Petani tidak ingin kerja keras dan jerih payah hasil bercocok-tanamyya, tidak dihargai dengan harga yang wajar. Pertanyaan kritisnya, berapa harga gabah yanĝ wajar iru ? Apakah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah perlu direvisi atau disempurnakan sesuau dengan perkembangan ekononi yang kini telah berlangsung ? Jawabannya tegas : ya harus !.

HPP Gabah yang selama ini dipatok Rp.6000,- berdasar Peraturan Badan Pangan Nasional No. 4 Tahun 2024, dan mulai 15 Januari 2025 dinaikan jadi Tp. 6500 – per kg, penting untuk ditinjau ulang. Harga sebesar itu, bukanlah yang diinginkan para petani. Kalau petani merasa senang dengan harga diatas Rp.7000,- per kg, apa salahnya HPP Gabah dinaikan menjadi Rp.7000,- per kg. Bukankah Pemerintah juga telah menaikkan Harga Eceran Tertinggi beras sebesar Rp.1000,- ?

Belum juga panen raya berlangsung, di banyak daerah mulai terdengar berita, harga gabah mulai menurun dengan angka yang cukup signifikan. Tidak lagi harga gabah mampu menembus harga Rp.7000,- per kg. Anjloknya harga gabah ini, boleh jadi disebabkan oleh gencarnya Pemerintah yang jor-joran ingin menurunkan harga beras. Pemerintah sendiri telah menyatakan rasa optimisnya, di saat panen raya, harga beras bakal melorot.

Patut dipertanyakan, mengapa Pemerintah seperti tidak mampu melahirkan regulasi yang memuaskan petani dan masyarakat secara bersamaan ? Ayo kita turunkan harga beras, supaya masyarakat tidak mengeluh lagi dengan kenaikan harga beras yang ugal-ugalan. Namun, jangan juga terjadi turunnya harga beras, membuat harga gabah di petani, ikut-ikutan anjlok.

Secara kemauan politik, Pemerintah telah berikral, keinginan menurunkan harga beras, sepatutnya tidak menurunkan harga gabah, yang ujung-ujungnya membuat para petani kecewa. Sayang, dalam kenyataan di lapangan, kemauan politik tersebut, belum bisa diwujudkan. Ini yang dikeluhkan petani. Bagi petani, Pemerintah dengan seabreg kekuasaan dan kewenangan yang digenggamnya, mestinya mampu juga menyenangkan para petani.

Kita sendiri tidak tahu dengan pasti, mengapa Pemerintah tidak dengan cepat merevisi aturan terkait HPP Gabah dan Beras ? Atau setidaknya menjelaskan kepada petani terkait hitung-hitungan harga gabah dan beras dalam kondisu kekinian. Apakah biaya produksi dan resiko usaha masih sesuai dengan waktu penetapan Peraturan Badan Pangan Nasional No. 4 Tahun 2024 lalu ? Atau kini sudah jauh berbeda suasananya ?

Masalahnya menjadi semakin memilukan, manakala dikaitkan dengan fenomena iklim ekstrim yang sekarang menyergao warga dunia. Kita belum tahu dengan pasti, apakah paska El Nino kita akan langsung disergap oleh La Nina ? Sekalipun sinyal La Nina sudah mulai berkelap kelip, kita berharap agar pada saat panen raya, kondisi iklim masih kondusif bagi pelaksanaan panen. Tak terbayang, jika panen raya berlangsung disaat musim penghujan.

Kalau hal itu mesti kita alami, sindrom gabah basah, lagi-lagi akan dihadapi petani. Dengan keterbatasan alat dan teknologi pengering yang dikuasai petani, sangat sulit mereka akan menghasilkan gabah kering dengan kadar air sebesar 14 %. Padahal, gabah basah memiliki kadar air diatas 30 %. Menurunkan kadar air dari 30 % menjadi 14 %, bukanlah pekerjaan gampang untuk ditempuh.

Di mata petani, gabah basah benar-benar menjadi masalah. Bila gabah kering giling (GKG) tidak mampu mencapai kadar air 14 %, pasti harga jual nya tidak akan sesuai dengan standar harga yang telah ditetapkan dalam aturan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Harga gabah akan semakin turun seirama dengan semakin tinggi nya kadar air.

Dihadapkan pada kondisi yang demikian, sebetul nya negara harus hadir di tengah-tengah kehidupan petani. Pemerintah tidak boleh berdiam diri. Pemerintah segera harus turun tangan. Para pengambil kebijakan yang memiliki kewenangan untuk menangani paska panen, sudah sepatut nya berpikir keras dan mencari terobosan cerdas guna melahirkan solusi terbaik nya.

Gabah basah adalah bentuk ketidak-mampuan petani dalam meningkatkan kualitas gabah hasil panenan nya untuk memperoleh harga jual yang sesuai dengan ketentuan HPP. Petani sendiri tidak ingin gabah nya basah. Petani juga benci bila gabah nya tidak mampu memenuhi kadar air 14 %. Petani tahu persis jika ingin memperoleh harga yang sesuai HPP, maka gabah nya harus kering.

Itu sebab nya sudah sejak lama petani meminta kepada Pemerintah, jika akan memberi bantuan, sebaik nya jangan traktor melulu, tapi sudah waktu nya pula diberikan peralatan paska panen seperti alat pengering. Aneh nya ternyata Pemerintah lebih senang memberi bantuan alsintan yang sifat nya untuk meningkatkan produksi, padahal yang dibutuhkan petani adalah alsintan untuk penanganan paska panen.

Selain harganya jatuh, gabah basah juga menciptakan jamur yang menempel dalam gabah teraebut. Kalau gabah basah dipaksa diolah menjadi beras, maka akab dihasilkan “beras batik”. Beras yang butirannya dihiasi serangan jamur, yang tampak seperti kain batik. Akibatnya, petani kembali merana dan meratapi kepiluan nya. Panen raya yang semula diharapkan mampu memberi berkah, kini berubah jadi tragedi kehidupan.

“Beras Batik”, bukan harapan para petani. Menyedihkan, memang !

(PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hadir di Jakarta, Patrick Kluivert Berencana Bertemu Pemain, Kunjungi GBK

Next Post

Proses Rekonstruksi Penembakan Bos Rental Mobil oleh Anggota TNI Diwarnai Emosi Anak Korban

Related Posts

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG
Feature

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Next Post
Akhirnya Terbantahkan, Tidak Ada  Pengroyokan Sebelum Boss Rental Mobil Tertembak Mati

Proses Rekonstruksi Penembakan Bos Rental Mobil oleh Anggota TNI Diwarnai Emosi Anak Korban

Dibangun Diam-diam di Malam Hari, Pagar Laut Misterius di Tangerang, Belum Sepenuhnya Terungkap

Kejahatan Nyata Dibiarkan Negara: "Nelayan Diancam Pemagar Laut"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...