• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Berisiknya Laron-laron Politik

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
October 9, 2022
in Feature
0
Berisiknya Laron-laron Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

JAKARTA – Jika kekuasaan adalah cahaya, maka politikus adalah laron yang berburu cahaya. Laron-laron bergerombol, mendengung, terbang ke sana kemari memburu cahaya. Berisiknya tak terkira. Padahal pemilu masih lama. 

Ya, Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden (Pileg/Pilpres) 2024 baru akan digelar serentak pada 14 Februari 2024. Artinya masih sekitar 16 bulan lagi. Akan tetapi para politikus sudah berisik. Mereka kasak-kusuk ke sana kemari untuk berburu kekuasaan. Kekuasaan di legislatif maupun kekuasaan di eksekutif.

Benar kata Friedrich Nietzsche (1844-1900), filsuf asal Jerman dalam bukunya, “The Will to Power” (Kehendak Berkuasa). Menurut Nietzsche, semua makhluk hidup, termasuk manusia menginginkan kekuasaan. Bahkan tidak hanya menginginkan, tetapi juga mengharapkan penambahan kekuasaan.

Ada kekuatan irasional di sana. Manusia yang satu ingin mengusai yang lain. Yang kuat mau menguasai yang lemah. Yang lemah berusaha untuk bertahan dan membela haknya.

Benar pula kata Aristoteles 

(384-322 SM), filsuf asal Yunani, manusia adalah “zoon politicon”. Nafsu berkuasa sama menggebunya dengan nafsu birahi (libido). Itulah insting atau naluri dasar manusia. 

Adapun laron nama latinnya adalah “alate”. Alate adalah rayap terbang atau rayap bersayap. Laron adalah bagian awal dari setiap siklus hidup rayap atau fase di mana kasta rayap telah siap untuk reproduksi dan membangun koloni baru. 

Laron-laron pada fase tertentu akan berburu cahaya. Di mana ada cahaya, di situ ada laron. Analog, di mana ada kekuasaan, di situ ada politikus.

Banyak yang berasumsi, aktivitas politik di Indonesia mencapai titik kulminasinya setahun mejelang pemilu. Setahun setelah pemilu, waktu dihabiskan untuk konsolidasi kekuasaan. Artinya, waktu efektif bagi eksekusif dan legislatif bekerja hanya tiga tahun dari siklus lima tahunan pemilu. Yakni, sejak setahun setelah pemilu hingga setahun menjelang pemilu. 

Tapi faktanya tidak demikian. Aktivitas politik di Indonesia berlangsung sepanjang tahun. Apalagi sebelum pilkada diserentakkan dengan pileg dan pilpres mulai 2024 nanti. 

Sesudah pemilu, presiden menyusun kabinet. Nah, saat itulah politikus-politikus dan partai politik-partai politik berjibaku berebut kursi. Mereka berisik. 

Setahun kabinet bekerja, presiden melakukan evaluasi. Berembuslah isu reshuffle kabinet. Nah, saat itulah kembali terjadi perebutan kursi. Parpol-parpol kembali berisik. 

Isu reshuffle belum hilang, parpol-parpol mulai menjajagi dan membangun koalisi baru. Terutama untuk kepentingan pilpres. Sebab, hanya parpol atau gabungan parpol yang suaranya mencapai 25 persen secara nasional atau memiliki sedikitnya 20 persen kursi di parlemen yang bisa mengajukan calon presiden. Itulah “president threshold”. Ketentuan ini tertuang dalam Pasal 222 Undang-Undang (UU) No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. 

Kini, 16 bulan menjelang Pemilu 2024 parpol-parpol makin berisik. Kandidat-kandidat capres juga tak kalah berisik. Mereka sibuk pencitraan. Mereka sibuk momoles dan mematut-matut diri. Mereka sibuk bersafari.

Ada parpol yang sudah curi “start” mendeklarasikan capres. Hal ini dilakukan Partai Nasdem dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Nasdem mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, PSI mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Deklarasi dilakukan pada hari yang sama, Senin (3/10/2022).

Padahal, Indonesia sedang berduka akibat Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) yang menewaskan 131 orang. 

Ada pula kandidat capres yang memoles diri supaya terlihat merakyat. Misalnya dengan terjun ke sawah menanam padi, menjadi tukang batu yang sedang mengecor bangunan, dan sebagainya.

Ada pula kandidat yang sibuk mememui elite parpol dan mencitrakan diri pluralis dengan menemui rohaniawan. Padahal yang bersangkutan sudah terlanjur lekat dengan politik identitas.

Semua itu mereka lakukan demi kekusaan. Demi kehendak untuk berkuasa seperti yang dimaksud Nietzsche. Tak peduli rakyat sedang menderita akibat pandemi Covid-19, akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, dan akibat Tragedi Kanjuruhan.

Lalu, ada yang mendedikasikan kekuasaan itu untuk rakyat. Ada pula yang pura-pura untuk rakyat, tetapi sesungguhnya untuk pribadi, kelompok dan golongannya.

Ada yang karakternya rusak saat berkuasa. Ialah mereka yang terlibat korupsi. 

Ada yang karakternya rusak karena takut dilindas kekuasaan. Ialah mereka yang tidak berani bersuara. Lalu permisif terhadap segala hal yang dilakukan penguasa.

Akhirnya kita dengar apa kata Aung San Suu Kyi, peraih hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991 yang kini sedang meringkuk di penjara junta militer di Myanmar. Katanya, “Bukan kekuasaan yang merusak watak, melainkan ketakutan. Takut kehilangan kekuasaan merusak mereka yang berkuasa, takut dilanda kekuasaan merusak mereka yang dikuasai.”

Jadi, kehendak berkuasa itu sah-sah saja dan baik-baik saja. Yang tidak baik adalah takut kehilangan kekuasaan atau takut dilanda kekuasaan. 

Barangkali mereka yang kini sedang berisik berebut kekuasaan seperti laron-laron berburu cahaya itulah yang sedang takut kehilangan kekuasaan. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasus Formula E, Eks Pimpinan KPK Bingung Anies Mau Dijerat Pasal Apa

Next Post

Mengapa Ferdy Sambo Tidak Dihukum Mati?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Ralat 6 Tersangka Obstruction of Justice, Polri: Ferdy Sambo Belum Tersangka

Mengapa Ferdy Sambo Tidak Dihukum Mati?

Pelajaran dari Negeri Sakura: Seorang Pria dari Nagasaki Menemukan Ular Ptython saat mengangkat Tutup Toilet

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist