• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bermain Bola Bermain Kata

fusilat by fusilat
December 3, 2022
in Feature
0
Bermain Bola Bermain Kata

Para pemain timnas Jepang merayakan kemenangan atas Spanyol pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2022 Qatar, Jumat (2/12/2022) dini hari WIB. Berkat kemenangan atas Spanyol, Jepang dipastikan finis di peringkat pertama klasemen Grup E Piala Dunia 2022.(AFP/JEWEL SAMAD)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Muhardis PNS

KESERUAN Piala Dunia ditanggapi berbeda oleh mereka yang tidak maniak bola. Tidak menyukai persepakbolaan dunia, bukan berarti tidak mengikuti perkembangannya. Hanya saja, hal yang diikuti tentunya sekadar berita agar ota lapau “bincang warung” saat menyantap pisang goreng dan secangkir kopi tidak terlalu terasa garingnya. Terkait judul berita persepakbolaan yang masih hangat, Kompas.com melalui beritanya, 27 November 2022, “Hasil Piala Dunia 2022: Perancis Putus Kutukan, Messi Gendong Argentina” menjadi keseksian tersendiri bagi mereka pengamat bahasa.

Judul tersebut memancing keingintahuan pembaca, terlebih mereka yang berkutat di bagian semiologi, per-tandaan. Pertama, penggunaan kata kutukan. Diksi ini terasa seksi. Kutukan, KBBI mendefinisikannya ‘sumpah (makian, nista, dan sebagainya); laknat (Tuhan).’ Lantas muncul pertanyaan penyerta: siapa yang mengutuk, siapa yang dikutuk, dan apa kutukannya? Tambahan, apa tujuan penulis menggunakan diksi tersebut? Saat membaca lebih intensif berita tersebut didapatkan wangsit bahwa klub Les Blues, julukan Perancis, berhasil menempati puncak klasemen Grup D dengan koleksi enam poin dan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2022.

Oh, jadi yang dianggap kutukan oleh si penulis berita ialah ‘tidak ada yang akan mampu menggeser sang jawara dari podiumnya’. Seolah-olah sang jawara sudah mendapatkan “kutukan” Tuhan untuk menjadi sang jawara selama-lamanya. Kedua, kata gendong. Kata kerja ini bermakna ‘bawa sesuatu dengan melekatkan pada tubuh, dapat menggunakan kain atau hanya dengan tangan (biasanya pada dada, pinggang, atau punggung)’. Namun, kata gendong pada judul berita tidak dapat didekati secara denotasi atau makna leksikal sekalipun. Messi, sebagai subjek pelaku tidak akan mampu menggendong Argentina sebagai sebuah negara.

Sepertinya ada hal lain yang ingin disasar penulis. Lionel Messi menjadi pahlawan kemenangan Argentina setelah mencetak satu gol pada menit ke-64. Penulis menyatakannya pada paragraf berikutnya. Hal ini tentu berkaitan dengan kekalahan tim Argentina 1-2 atas Arab Saudi. Messi-lah yang berhasil menggendong Timnya untuk menempati peringkat kedua klasemen Grup C. Sama halnya dengan anak kecil yang terjatuh dan menangis, ia hanya dapat diredakan dengan gendongan, hal itu pula barangkali yang diasosiasikan penulis terhadap upaya Messi menghibur Argentina. Meskipun demikian, berhasilnya Argentina tersebut bukan karena sosok Messi seorang.

Lalu, hal apa yang menjadi poin pembahasan ini? Dari si penulis berita kita dapat mengambil pelajaran bahwa keterampilan menulis berkorelasi dengan keterampilan membaca. Guna menghasilkan tulisan yang menarik, penulis perlu piawai bermain kata. Bermain kata bergantung pada kekayaan kosakata dan hal ini salah satunya diperoleh dari kebiasaan membaca. Berikut beberapa diksi yang berhasil dikumpulkan saat membaca berita berkaitan dengan persepakbolaan.

1. Bermain seri

Diksi ini terlalu biasa jika Anda ingin memberitakan perolehan skor akhir. Anda dapat menggunakan pilihan lain yang bersinonim, yaitu bermain imbang, berbagi skor, dan skor kacamata. Secara harfiah, kata “seri” memiliki makna seimbang. Sedikit berbeda halnya dengan frasa “skor kacamata”. Meskipun bermakna seimbang, diksi ini biasanya digunakan untuk menggantikan skor 0-0 karena secara tanda memiliki kesamaan bentuk dengan lensa kacamata.

2. Mengalahkan

Verba yang satu ini memuat makna ‘mengungguli’. Akan terasa lebih fantastis jika kita memilih kata menaklukkan, membungkam, menggulung, menumbangkan, atau membekuk. Kita juga bisa menggunakan frasa mengunci kemenangan, membungkus kemenangan. Terasa bukan euforianya?

3. Sundulan

Ada diksi lain yang ditemukan bersinonim dengan kata yang bermakna ‘menangkis bola dengan kepala’, yaitu tandukan. Meskipun perilaku menanduk hanya berikatan maknanya dengan hewan bertanduk, fokus verbanya yang menjadi pilihan. Pada kata sundul hanya terkandung makna menangkis, sedangkan pada kata menanduk memuat komponen makna perbuatan aktif untuk menyerang. Subjek yang dikenai perbuatan ini pun diasosiasikan sebagai makhluk kuat dan bertenaga besar. Cocok mengasosiasi pemain bola.

4. Posisi penalti

Hal lumrah yang dilakukan pesepak bola saat dikenai penalti ialah membentengi gawangnya. Tidak jarang perubahan skor terjadi saat posisi ini. Agar pembaca merasakan ketegangan itu, penulis dapat memilih diksi pagar hidup atau tembok pertahanan. Dulunya, diksi yang sering dipakai ialah pagar betis.

5. Lolos

Diksi ini biasanya digunakan saat pengumuman klasemen. Akan menjadi menggoda saat kita menggunakan diksi injakkan kaki, menempati posisi kedua, membayangi, atau menguntit. Ada nuansa makna nan berbeda untuk masing-masing kata yang bermakna lolos tersebut. Sekali lagi, untuk bermain kata, seorang penulis harus menguasai banyak kata. Hal itu tidak datang serta merta. Setidaknya, lima kategori diksi tersebut bisa membantu penulis pemula melahirkan tulisan yang menarik untuk dibaca.

Muhardis PNS Saat ini bekerja sebagai periset di Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas, BRIN

Dikutip Kompas.com, Jumat 02 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jakarta Tanpa Wali Kota

Next Post

Korea Selatan Melaju Ke 16 Besar Singkirkan Uruguay Setelah Kalahkan Portugal

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Korea Selatan Melaju Ke 16 Besar Singkirkan Uruguay Setelah Kalahkan Portugal

Korea Selatan Melaju Ke 16 Besar Singkirkan Uruguay Setelah Kalahkan Portugal

Piala Dunia 2022: Siapa yang Maju? Siapa Tersingkir

Piala Dunia 2022: Siapa yang Maju? Siapa Tersingkir

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist